Sebelum Mendaki ingatlah 5W & 1H

Anda ingin mendaki gunung? Untuk awalnya yang harus dipersiapkan adalah manajemen perjalanan dan sebuah kata ijin dari orang tua. Manajemen perjalanan penting diketahui karena bisa mempengaruhi barang bawaan, persediaan logistik dan lain sebagainya. Persiapan yang matang akan lebih membuat pendakian Anda terasa menyenangkan daripada pendakian yang tergesa – gesa.

IMG-20140528-01368


Ada sebuah prinsip yang biasa dan banyak digunakan orang sebelum melakukan pendakian gunung, yakni 5 W dan 1 H ( What, Why, Where, When, Who dan How ). Dan untuk mudahnya kita analogikan kita akan mendaki Gunung Rinjani.

* What = Apa
Gunung apa yang akan kita daki? setelah itu akan terjawab, kita akan mendaki Gunung Rinjani. Dari jawaban yang sudah kita punya kita bisa menyiapkan data dari Gunung Rinjani.

*Why = Kenapa
Kenapa kita pergi ke Gunung Rinjani?
W ini adalah apa yang menjadi alasan Anda untuk mendaki. Sebagai contoh “kita mendaki Rinjani karena kita belum pernah“. Jika alasan Anda seperti itu, Anda harus mengumpulkan data, jurnal – jurnal pendakian yang pernah dilakukan orang sebagai referensi, atau bertanya pada teman Anda yang pernah mendaki gunung tersebut.

*Where = Dimana
Dimana Gunung Rinjani itu berada? Pertanyaan dimana bisa digunakan untuk mempersiapkan bugdet yang dibutuhkan, lama perjalanan menuju tempat mulai pendakian ( pos pendakian ), serta adat istiadat setempat ( seperti bahasa lokal ). Baiklah kita langsung ke contoh.

Anda menjawab “Gunung Rinjani itu di Lombok, kesana naik bis, dan di daerah Nusa Tenggara Barat” Jadi dari jawaban Anda bisa mempersiapkan berapa kira – kira untuk ongkos ( biasanya lebih mendalam dibahas di bagian How ) dan Anda setidaknya tahu bahasa daerah disana. Sangat penting untuk kita mengetahui bahasa setempat dan adat istiadat setempat sebelum kita mendaki.

*When = Kapan
Kapan kita pergi kesana? Kapan kita pulang? Kapan kita mendaki, musim hujan atau musim kemarau?

Pertanyaan ini seputar waktu. Menyambung contoh yang diatas, Kita pergi tanggal 1 Agustus 2012 dan pulang tanggal 8 Agustus 2012. Kita pergi musim kemarau.

Dari jawaban itu, setidaknya keluarga kita bisa tahu kapan seharusnya kita sudah turun gunung dan jika Anda terlambat turun karena ada keadaan yang tidak diinginkan keluarga dan teman – teman Anda yang lainnya bisa langsung menyiapkan tindakan apa saja yang diperlukan. Jika Anda mendaki gunung saat kemarau bukan berarti Anda tidak perlu bawa ponco atau rain coat, pertanyaan musim kemarau atau musim hujan bisa dijadikan sebagai persiapan baju, kaus kaki yang akan Anda bawa.

*Who = Siapa
Siapa saja yang ikut pendakian? Siapa Leader Pendakian? Siapa penerima kabar?
” Yang ikut si A, Si B, Si C yang pernah ikut kegiatan pecinta alam. Leader si A. penerima kabar si D.”

Rata – rata orang yang pernah ikut kegiatan pecinta alam lebih mengerti dalam hal materi, cara bersikap saat di alam.

Jika Anda membawa orang yang sama sekali tidak tahu dan tidak pernah ikut kegiatan pecinta alam baiknya Anda yang tahu memberi sedikit masukan untuk si orang yang tidak tahu menahu. Anda menanggap si A adalah leader, oleh karena itu setiap keputusan si A harus di ikuti, sangat berbahaya jika dalam pendakian ada perpecahan dalam kelompok.

Untuk si A yang leader harus mempertimbangkan segala aspek saat mengambil keputusan, terutama aspek keselamatan. Penerima kabar? apa itu penerima kabar? penerima kabar adalah orang yang Anda percaya yang mengetahui segala rencana Anda. Usahakan setiap teman teman mencapai cek point tertentu Anda mengirim kabar padanya, terutama saat pendakian akan mulai atau hp Anda akan dimatikan dan beritahu di kapan Handphone Anda akan aktif kembali.

Contoh, Anda mengirim sms saat Handphone teman – teman akan di-nonaktifkan. “Kita sudah di pos pendakian, mulai sekarang hp dimatikan, kita turun tanggal 8 Agustus 2012 kira kira pukul 14.00 WIB. setelah turun kita akan sms lagi“. Dengan begitu akan ada orang yang tahu ketika terjadi apa apa selama pendakian yang menyebabkan Anda terlambat turun. Perlu di ingat penerima kabar jangan terburu – buru menyebarkan kabar terjadi kecelakaan pada teman yang mendaki gunung minimal tunggu sampai 12 sampai 24 jam dari jam yang ditentukan oleh teman yang mendaki gunung.

#How = Bagaimana, Berapa
Bagaimana cara kita sampai di sana? Bagaimana keadaan gunungnya, ada sumber air atau tidak? Berapa hari kita akan pergi? Berapa orang yang ikut?

Bisa dibilang pada bagian How ini merupakan teknis secara keseluruhan saat pendakian. Kita bisa memperkirakan berapa ongkos yang diperlukan dari berangkat sampai pulang kerumah lagi. Dari pertanyaan di atas kita juga sudah tahu akan keadaan di gunung, tidak semua gunung itu mempunyai sumber mata air bersih.

Dari pertanyaan dan jawaban di atas juga kita bisa memperkirakan berapa tenda yang akan kita bawa, berapa banyak persediaan makanan saat mendaki dan biasakan untuk makanan lebihkan setidaknya untuk satu hari dari rencana pendakian, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita saat di gunung.

 

#G4D4Adventure

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s