Tips Mendaki Sambil Berpuasa dan Menghindari Momoknya!!

Mendaki gunung, kegiatan yang membutuhkan tenaga dan stamina prima. Lalu, mungkinkah kita melakukan pendakian saat sedang berpuasa? Puasa bisa kapan saja, dalam Islam, ada puasa Ramadhan dan puasa – puasa sunah yang lain. Akankah itu menjadi penghalang? Tentu tidak, karena pada dasarnya kegiatan mendaki gunung dan petualangan tidak di larang jika sambil berpuasa dan tak membuat batal puasa kita. Paling tidak ada persiapan matang dan ada beberapa tips untuk yang berpuasa agar bisa tetap berpetualang.

foto 32foto 35

Berpuasa saat libur bukan berarti tidak melakukan apa – apa. Bukan berarti diam di rumah, tidur selama mungkin, hanya menunggu adzan magrib cepat datang. Itu tak salah memang. Tapi sayang, banyak waktu terbuang. Padahal saat berpuasa pun bisa melakukan bermacam aktivitas kegemaran seperti biasa, termasuk mendaki gunung ataupun aktivitas luar ruang lain yang bernuansa petualangan. Tentu porsi dan caranya berbeda dibanding saat tidak berpuasa. Butuh persiapan ekstra agar pendakian puasa anda bukan hanya sukses, pun memberi pengalaman petualangan spritual yang mengesankan.

Niat Pondasi Utama
Apapun yang anda lakukan saat berpuasa termasuk mendaki gunung, niat berpuasa menjadi modal paling ampuh untuk mempertahankan puasa anda hingga tiba waktunya. Tanamkan niat puasa anda kuat – kuat di dasar hati, pasti anda mampu membendung derasnya serbuan godaan, bahkan memberi nilai lebih puasa anda seberat apapun aktivitas yang anda lakoni.

foto 33

Adaptasi
Biar tidak kaget sebaiknya beradaptasi dulu sebelum mendaki. Minimal berpuasa beberapa hari dulu atau setelah minggu pertama puasa, baru kemudian mendaki. Saat beradaptasi, sebaiknya diisi dengan olahraga kecil, pagi atau sore hari. Buat yang terbiasa puasa senin – kamis sebelum puasa Ramadhan dan tetap beraktivitas seperti biasa, tentu adaptasinya lebih mudah.

Siapkan Stamina dan Mental
Mendaki gunung saat berpuasa perlu stamina dan mental lebih, mengingat tantangannya jauh lebih berat dibanding diluar puasa. Persiapkan stamina dan mental anda seperkasa mungkin agar mampu menghadapi segala rintangan, baik yang datang dari alam, pribadi maupun orang lain.

foto 30

Teman Pendakian Sejiwa
Pilih teman pendakian yang sama – sama berpuasa. Bila tidak, sebaiknya pilih teman yang menurut anda bisa menghormati dan mendukung anda berpuasa, bukan justru teman yang menggoda dan melemahkan niat anda. Tak ada salahnya anda memberitahu sebelumnya bahwa anda berpuasa agar teman anda yang mungkin tidak berpuasa lantaran ‘berhalangan’ bagi perempuan atau memang berbeda keyakinan, bisa memaklumi anda dan mengikuti cara anda mendaki. Andai ternyata teman pendakian anda tidak seperti yang anda harapan, anggap saja itu godaan iman yang harus anda lawan.

foto 21

Perlengkapan dan Logistik Ringkas
Bawa perlengkapan dan logistik pendakian yang ringkas. Anda harus cerdas memilih dan mengemasnya seringkas mungkin agar anda nyaman membawanya. Pilihan lain, gunakan tenaga porter lokal untuk membantu membawa barang anda. Perlengkapan shalat jangan lupa dibawa. Begitupun dengan suplemen penguat stamina, sebaiknya diminum setelah berbuka atau sahur. Buah kurma kemasan juga masukkan dalam daftar menu anda, dan makanlah beberapa butir saat berbuka biar nuansa Ramadhan tetap kental meski di gunung.

Pemilihan Rute yang Tepat
Sebaiknya pilih rute pendakian umum yang paling mudah, cepat, dan tentu resmi ( baca: legal sesuai aturan pengelolanya dalam hal ini pihak taman nasional ). Buang jauh ambisi mendaki di jalur sulit terlebih berekspedisi membuka jalur pendakian baru saat berpuasa, pasalnya jelas membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih di banding pendakian biasa. Indahkan aturan tertulis yang berlaku di jalur pendakian yang anda pilih, termasuk tabu yang berlaku di masyarakat setempat biar lancar.

foto 6

Waktu Pendakian yang Pas
Ada 3 waktu pendakian yang bisa anda pilih mulai dari basecamp di desa terakhir. Pertama: Bila anda ingin merasakan berbuka puasa di lereng gunung, sebaiknya mendaki sore hari sekitar pukul 4 sore. Mendakilah dengan santai. Jangan terlalu cepat, jangan pula terlampau lamban. Selingi dengan beberapa kali istirahat sejenak. Menjelang magrib, istirahatlah untuk menyiapkan menu berbuka bersama dan shalat magrib berjamaah. Lalu lanjutkan pendakian hingga puncak. Kedua: Mendaki malam hari setelah teraweh hingga puncak, lalu istirahat atau tidur setelah sahur. Turun dari puncak sore hari. Ketiga: Mendaki setelah sahur dan solat shubuh, lalu istirahat penuh jelang siang hari. Dilanjutkan sore hari jelang magrib atau setelah berbuka dan magriban.

Jaga Puasa Anda
Jaga puasa anda dari hal – hal yang mengurangi apalagi membatalkan puasa anda saat mendaki, seperti bergunjing dan lainnya. Sebenarnya hal ini bukan cuma saat mendaki gunung saja, pun ketika melakukan aktivitas outdoor apapun dan dimanapun.

Bernilai Spritual Plus
Isi kegiatan pendakian puasa anda dengan hal – hal yang memberi nilai spritual plus. Misalnya kalau mendaki saat berpuasa Ramadhan sebisa mungkin tetap melakukan solat taraweh, apalagi dilakukan dengan berjamaah di gunung tentu jadi pengalaman berkesan. Tak lupa menyempatkan waktu untuk tadarusan, mengaji ( membaca Alqur’an ), berzikir, dan salawatan saat beristirahat.

Abadikan Moment
Mendaki gunung saat berpuasa memang bukanlah hal baru. Tapi tetap menjadi sesuatu yang langka karena jarang orang melakukannya. Mengingat faktor tantangannya yang lebih berat, bisa jadi anda melakoninya sekali seumur hidup. Untuk itu abadikanlah moment – moment indah pendakian puasa anda, misalnya saat berbuka ataupun sahur bersama, solat taraweh di gunung dan lainnya dengan kamera foto dan video. Evaluasilah hasil pendakian puasa anda untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Lalu sebarkan pengalaman anda ke khalayak, agar pendaki lain memperoleh asupan informasi berharga sebagai modal untuk mendaki gunung saat berpuasa seperti yang anda lakukan.

Mendaki gunung saat berpuasa bukan menjadi pilihan utama. Ini dikhususkan bagi pendaki yang benar – benar siap fisik – mental dan ingin merasakan atmosfir spritual berbeda. Atau kebetulan waktu luang atau libur panjangnya pas puasa Ramadhan.

Prioritas utama, tetaplah berpuasa Ramadhan karena wajib hukumnya bagi muslim / muslimah yang memenuhi syarat. Sementara mendaki gunung cuma urusan dunia, dan itu bukanah hal terpenting. Jadi rasanya keliru bila anda lebih memilih mendaki gunung dibanding berpuasa wajib. Sejatinya, tetap berpuasa Ramadhan meskipun mendaki gunung ataupun berkegiatan petualangan lainnya.

foto 29

Bila anda mau dan benar – benar siap mendaki gunung saat berpuasa Ramadhan ataupun puasa – puasa sunah lainnya dengan mengikuti panduan di atas, silakah. Tapi ingat, jangan coba – coba tanpa persiapan! Karena ada satu momok yang selalu menghantui para penggiat alam dan pendaki saat bertualang di bulan puasa..

Yapp.. “Anyang-anyangan”

Anyang – anyangan bisa merupakan suatu gejala yang tidak berbahaya misalnya karena habis dari tempat yang panas menuju tempat yang dingin.. Lantas kita minumnya sedikit ini akan menyebabakan “Anyang-anyangan” terjadi karena kita dehidrasi atau kekurangan cairan. Tapi jangan salah juga, “Anyang-anyangan” juga bisa merupakan sebuah tanda dari penyakit ISK atau”Infeksi Saluran Kemih”. Yang mana kandung kemih mengalami infeksi, sehingga kandung kemih akan merangsang otak mengeluarkan isinya walaupun baru berisi sangat sedikit sekali.


Lalu bagaimana cara membedakan “Anyang-anyangan” yang disebabkan dehidrasi dengan “Anyang-anyangan” yang disebabkan oleh penyakit? Jika hanya dengan melihat gejalanya saja mungkin akan sulit sekali diketahui apakah “Anyang-anyangan” yang sobat derita merupakan tanda dari dehidrasi atau merupakan gejala dari infeksi saluran kemih. “Anyang-anyangan” yang disebabkan oleh dehidrasi biasanya akan sembuh dalam kurun waktu yang relatif lebih cepat, sedangkan “Anyang-anyangan” yang disebabkan oleh infeksi  saluran kemih biasanya akan terjadi dalam kurun waktu yang relatif lebih lama, atau sampai berhari hari. Sebelum melakukan pengobatan sebaiknya kita kenali dulu penyebab dari anyang anyangan yang sedang menyerang kita. Karena beda peneyebab dari “Anyang-anyangan” tentu juga berbeda dalam mengatasinya..

Bohong jika saya bilang saya tak pernah mengalami hal “Anyang-anyangan” saat mendaki, entah itu saat berpuasa ataupun tidak..

Mungkin karena perubahan tekanan dan suhu yang memicu, atau pada saat dehidrasi tubuh kekurangan cairan, sehingga tubuh akan berkompensasi untuk menurunkan produksi urine sehingga cairan tidak semakin banyak yang keluar. Asupan cairan yang rendah juga berpengaruh dengan tekstur BAB kita, karena kekurangan cairan ini feses akan mengeras sehingga terjadilah sembelit.yang jelas saat “Anyang-anyangan” menerpa, rasanya gak nyaman banget. bagaimana mau nyaman? saat dirumah aja kita pasti merasa risih, apalagi saat berada ditengah hutan yang sama sekali tidak ada toilet yang memadai..

Sebagai cara untuk mengatasi “Anyang-anyangan” ada beberapa hal yang bisa anda lakukan dan praktekkan.

Banyak minum air putih.. Hal ini akan sangat bermanfaat jika sobat mengalami anyang anyangan yang dikarenakan dehidrasi. Selain bermanfaat mengatasi anyang anyangan, minum air putih yang banyak juga sangat berguna bagi kesehatan tubuh kita. Atau mungkin jika saat anda berada di hutan anda bisa mencari dan mengekplore hutan tersebut dan mencari Cranberry..

13240478_1554482258191133_9139726837607372489_n

Apa itu buah Cranberry??

Cranberry adalah buah yang dijadikan sebagai pelengkap hidangan di hari-hari perayaan tertentu di Amerika. Buah ini termasuk ke dalam golongan buah beri dan termasuk ke dalam makanan sehat, dalam satu cangkir Cranberry hanya mengandung 25 kalori.

Ternyata selain untuk menyembuhkan Anyang-anyangan, buah cranberry memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan loh.

Tapi bagaimana jika saat itu kita puasa?? Emang ada buah Cranberry di Hutan indonesia??

Nah.. Sebelum anda diserang “Anyang-anyangan” “Infeksi Saluran Kemih” atau “Sakit Buang Air Kecil” Persiapkan serta Usahakan sebelum anda Sahur atau malam hari anda bisa mengkonsumsi Privé Uri -cran.

Selain dalam bentuk powder sachet, Privé Uri-cran juga tersedia dalam bentuk kapsul yang bisa kamu bawa ke mana saja dan mencegah kamu terserang Anyang-anyangan.

13177993_1548452588794100_3764355060387886766_n

Memang ada beberapa cara kuno yang dipercaya mampu mengatasi anyang anyangan seperti mengikat jempol kaki dan mengoleskan balsem di pusar.

Dua hal ini belum bisa dibuktikan secara medis,  bahkan jika sobat mengikat jempol terlalu kuat dan lupa melepaskan ikatan tersebut sampai sobat tertidur, di pagi harinya sobat akan menemukan jempol kaki sobat membiru karena tidak mendapatkan suplai darah. Berhati hatilah karena hal tersebut mungkin akan membuat sobat harus kehilangan jempol kaki sobat, alias jempol kaki sobat harus di amputasi karen mengalami kematian jaringan..

Serem khan??

Maka dari itu pakailah cara yang tanpa resiko, cara yang aman serta memiliki manfaat lebih..

Anda bisa mempersiapkan Puasa serta Traveling anda dengan bekal Privé Uri -cran yang tentunya bisa anda peroleh di Toko obat,  Apotek terdekat, serta di Guardian.13221100_1551256318513727_1272321910884522062_n

Semoga informasi dan tips dari saya bisa membantu anda yang sedang trip, travelling, mendaki gunung, atau melakukan kegiatan outdoor lainnya.

img_20150215_102341

Photos G4D4 by : Hendra Dopo, Tantri Septiani , Febyan & Fajar Achmadi

#G4D4Adventure

#SalamLestari

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Tips Mendaki Sambil Berpuasa dan Menghindari Momoknya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s