Ajaklah Si Kecil Mengenal Alam

Pernahkah Anda melihat anak – anak melakukan kegiatan panjat tebing atau arung jeram? Kegiatan olahraga yang berkesan ekstrim dan hanya dilakukan oleh para dewasa tersebut sebenarnya bisa dilakukan oleh si kecil. Apalagi jika anak Anda adalah tipikal yang menyukai tantangan.

P1110632
 Justin dan Ayah
P1100350

Hanya saja, patokan usia memang perlu diperhatikan. Pun keamanan dari operator penyedia jasa olahraga untuk anak – anak. Pengalaman orang tua juga dapat membantu si kecil mengenali olahraga ekstrim tersebut.

Paling mudah adalah biarkan si kecil mencoba – coba terlebih dahulu olahraga tersebut. Sehingga ia dapat mengenal tantangannya. Jika memang tertarik, maka dapat belajar lebih lanjut. Cobalah pada akhir pekan, Anda dapat membawa si kecil mencoba berbagai olahraga menantang. Berikut beberapa olahraga yang bisa Anda coba.

Diving.
Aktivitas yang berhubungan air seperti berenang atau snorkling memang terdengar biasa dilakukan oleh anak – anak. Tetapi bagaimana kalau diving? Saat ini, sudah banyak operator Diving yang menyediakan kelas diving untuk anak – anak.

Ada baiknya jika si kecil belum pernah mencoba menyelam, untuk mencoba kelas scuba yang bisa diikuti dalam satu atau dua hari, tergantung penyedia jasa pelatihan scuba. Mulai saja dengan scuba di kolam renang terlebih dahulu. Hal ini untuk mengenalkan si kecil pada aktivitas menyelam.

Sementara untuk kelas open water diving untuk mendapatkan lisensi menyelam, salah satu operator yang menyediakan kelas diving untuk anak – anak tersebut adalah Bubbles Dive Center di Jakarta. Jika si kecil tertarik untuk menyelami kedalaman laut, maka dapat mengambil paket “Junior Open Water Diver“.

Nantinya, si kecil akan belajar menyelam sampai kedalaman maksimal 12 meter. Usia yang direkomendasikan untuk ikut kelas ini adalah minimal 10 tahun. Tentu saja si kecil harus sudah bisa berenang dan berbadan sehat. Tak masalah jika si kecil belum pernah menyelam sebelumnya.

Harga paket sudah termasuk lisensi menyelam. Dalam paket ini, si kecil akan mendapatkan tiga kali pertemuan dalam kelas, tiga kali pertemuan di kolam, dan menginap dua hari satu malam untuk menyelam di laut Kepulauan Seribu, Jakarta.

Rafting.
Beberapa operator sudah menyediakan fasilitas rafting untuk anak – anak. Orang tua penggemar rafting atau arung jeram pun sudah banyak yang mengenali olah raga satu ini kepada anaknya sejak kecil.

Beberapa orang tua bahkan memiliki jaket pelampung yang khusus dijahit sesuai ukuran si anak. Jika tidak punya, tak masalah. Sebab operator rafting yang menyediakan paket rafting untuk anak – anak pasti memiliki peralatan khusus untuk ukuran si kecil, mulai dari helm pelindung sampai jaket pelampung.

Salah satunya adalah Arus Liar, operator arung jeram di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat. Arung jeram dengan mengarungi sungai yang deras dan berbatu memang terkesan berbahaya.

Tetapi jika Anda dan si kecil dapat mengikuti setiap instruktur rafting dan memakai peralatan rafting dengan baik serta benar, maka olah raga ekstrim ini pun dapat memberikan kesenangan. Hanya saja, Anda harus memperhatikan kondisi tubuh si kecil.

Peserta arung jeram harus dalam kondisi berbadan sehat. Untuk usia, setiap operator menerapkan kebijakan yang berbeda – beda tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan.

Di Arus Liar, anak – anak mulai dari usia 6 tahun bisa menjadi peserta arung jeram. Si kecil bisa memulai dengan mencoba paket ”Scenic Fun Raftung”atau arung jeram satu jam. Di paket ini, si kecil akan mencoba perjalanan arung jeram kelas II dan kelas III.

Karena unsur ”fun” atau menyenangkan yang menjadi penekanan, maka sepanjang perjalanan, si kecil dapat menikmati panorama hutan yang asri dan bertemu dengan aneka binatang seperti kadal dan burung.

Panjat Tebing.  
Si kecil senang memanjat pohon atau memang berani dengan ketinggian? Coba saja panjat tebing. Mulailah terlebih dahulu dengan belajar memanjat di papan atau dinding yang sudah dilengkapi dengan tonjolan pegangan untuk tangan dan kaki ( wall climbing ).

Barulah kemudian, bila si kecil sudah jago, bisa dilanjutkan dengan rock climbing atau panjat tebing di alam terbuka. Salah satu penyedia jasa pelatihan panjat tebing untuk anak – anak adalah Eco Ethno Center di Bandung.

Jika Anda tinggal di Bandung, si kecil bisa mengikuti kelas reguler yang diadakan setiap minggu. Sekedar ingin mencoba bisa saja, ada kelas free trial atau mencoba sekali secara gratis setiap Selasa di Sabuga.

Ada pula ”Paket Weekend” yang cocok untuk anak yang ingin berakhir pekan sambil mencoba panjat tebing. Paket ini berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama, si kecil akan belajar terlebih dahulu wall climbing. Kemudian, di hari kedua, si kecil akan menginap di alam terbuka dengan tenda.

Di hari kedua inilah, ia akan mencoba panjat tebing di kawasan Citatah, Jawa Barat. Paket akhir pekan ini sudah termasuk tenda, makan, dan transportasi. Hanya saja paket ini ditawarkan untuk rombongan minimal 15 anak. Bisa saja untuk rombongan dengan jumlah lebih kecil, namun tentu harganya lebih mahal.

Naik Gunung.

www.belantaraindonesia.org

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Kalau si kecil terbiasa ikut kegiatan Pramuka, mungkin aktivitas yang satu ini tidak asing. Lalu bagaimana jika si kecil masih balita? Tak masalah bila Anda ingin mengajak balita naik gunung.

Namun, ketahui terlebih dahulu riwayat kesehatan anak. Jika hal tersebut merupakan kegiatan pertama kali, tak perlu mengajaknya sampai menginap di tenda. Cukup ajak si kecil melakukan trekking di lereng gunung.

Barulah kemudian, grade bisa terus dinaikkan secara bertahap. Tentu tidak dalam satu perjalanan, tetapi dinaikkan di perjalanan berikutnya. Mengenai usia, tidak ada patokan pasti, yang terpenting Anda mengetahui riwayat kesehatan anak secara mendalam.

Untuk usia balita, Anda bisa membawa si kecil dengan Baby Backpack khusus untuk hiking. Harganya memang cukup mahal. Tetapi jika Anda ingin mengenalkan keindahan gunung kepada anak sejak usia dini, peralatan ini akan sangat membantu anak.

Tertarik mengajak si balita naik gunung? Pertama – tama, tak perlu ajak si bayi sampai ke puncak. Cukup lakukan trekking di lereng. Setelah sering mengajaknya, Anda bisa naikkan tingkat kesulitannya. Mungkin bagi Anda, hanya menggendong si kecil dengan Baby Backpack khusus hiking tak terkesan menantang bagi si kecil. Namun, ini bisa menjadi pengenalan awal untuk anak Anda. Setelah terbiasa, Anda bisa mengajaknya menginap di tenda.

Di sekitar Jakarta dan Jawa Barat, Anda bisa mengajaknya di Citalahab yang terletak di Sukabumi dan Gunung Bunder di Bogor. Keduanya masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Halimun. Bisa juga di Taman Nasional Gede Pangrango.

Seperti kita tahu, minat orang, terutama kaum muda untuk mendaki gunung dan menapakkan kaki di puncaknya begitu besar. Entah mengapa. Karena terpukau akan keindahan alamnya? Ingin merasakan sensasi berdiri di atas awan? Ingin di pandang luar biasa oleh lingkungannya? Yang pasti, pendakian ke puncak gunung menjadi seperti panggilan inspirasi yang menggoda.

P1100319

P1100302

P1100274

Fenomena ini seiring dengan semakin menjamurnya aktifitas mendaki gunung di berbagai belahan Indonesia. Pendakian gunung tidak hanya dilakukan oleh komunitas pecinta alam, calon – calon anggota tim SAR, anak Pramuka, atau beragam komunitas penggiat alam bebas lainnya. Akan tetapi, aktifitas mendaki gunung sudah menjadi tren di sebagian anak muda sebagai kegiatan rekreatif untuk mengisi waktu luang mereka.

Sekarang coba tanya, apa tujuan mereka melakukan pendakian gunung?

Hal ini tentu berbeda dengan kegiatan pendakian yang dilakukan oleh beberapa komunitas yang saya sebutkan di atas. Mereka punya tujuan jelas. Mereka punya misi.

Namun ketika Anda sampai pada puncak Semeru, misalnya, atau di Ranu Kumbolo di mana Anda bisa menyaksikan puluhan kelompok orang yang mendirikan tenda, mungkin hanya beberapa di antaranya saja yang punya tujuan jelas mendaki puncak Semeru. Selebihnya, tak lebih dari mengisi waktu alias berlibur. Padahal mendaki gunung bukanlah aktifitas sembarangan yang bisa dilakukan semua orang sebagaimana ketika Anda pergi ke Ancol atau Kuta Bali.

P1110636

Tidak adanya tujuan yang jelas selain rekreasi inilah yang memberikan dampak negatif

sangat besar baik pada pendaki sendiri atau pun pada area gunung yang bersangkutan. Hilangnya nyawa dan pencemaran lingkungan adalah dampak yang paling kelihatan.

Mendaki gunung adalah aktifitas yang membutuhkan pengetahuan yang cukup. Manajemen Pendakian dan Survival adalah dua hal yang sangat penting untuk diketahui para pendaki. Peristiwa hilangnya pendaki seringkali dilatar belakangi oleh kosongnya pengetahuan tentang menejemen pendakian. Panik, berselisih, kelaparan, hipotermia, adalah beberapa hal yang kerap terjadi akibat minimnya pengetahuan ini.

P1110666

Apa lagi, sikap mental yang cenderung melanggar rambu – rambu yang sudah diatur oleh pihak pengelola setempat sering terjadi pada para pendaki karbitan alias mereka yang hanya mau bersenang – senang dan gagah – gagahan.

Selain itu, yang paling sering terjadi adalah pencemaran lingkungan dengan tidak adanya rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Anda bisa lihat di sepanjang trek menuju puncak Gunung Arjuno atau pun Semeru; di setiap pos peristirahatan menuju puncak Lawu; dan juga gunung – gunung lain yang sudah semakin popular untuk didaki, botol air mineral sampai dengan suplemen, bungkus mie instan sampai dengan permen, tak akan luput dari pandangan mata.

Tentu hal ini disebabkan tidak adanya rasa tanggung jawab pada kelestarian lingkungan, dan tidak adanya tujuan jelas untuk melakukan pendakian.

Mungkin Pembentukan Mental dapat anda asa di sini.. dengan cara mendaki atau bahkan hanya sekedar hiking ke gunung.

Belajar untuk menanamkan rasa bersyukur, menghormati keadaan fisik bahkan menumbuhkan rasa Cinta yang lebih terhadap Sang Pencipta dan Pemilik ALAM SEMESTA ini..

???????????????????????????????P1110604

Sekali lagi, jika Anda mulai tertarik untuk mendaki gunung, atau bahkan yang sudah beberapa kali mendaki gunung, tanya kembali diri Anda, apa tujuan Anda mendaki gunung? Kalau pendakian Anda hanya untuk meninggalkan sampah, Anda tidak perlu mendaki gunung lagi karena kedatangan Anda hanya akan mencemari gunung yang Anda daki.

Hormati Alam, karena Alam Bagian dari diri Anda..

??????????????????????????????? ???????????????????????????????

#G4D4Adventure

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s