Pendaki, Penikmat atau Pecinta Alamkah ANDA??

P1100266

Selalu ada sudut – sudut Bumi yang teramat sensual bagi orang – orang yang katanya “anak alam” dan menyebut diri pecinta alam. Selalu ada kebanggaan, mengalahkan lelah dan ego diri. Itu bisa berupa puncak – puncak gunung yang menuding langit atau liang gua yang kelam, seperti ada makhluk menunggu kita di sana.


Atau tebing tegak lurus menawan seakan minta dijamah, jeram deras yang tak pernah bisa berkompromi. Makin bergejolak ia, makin bergairahlah kita menyusurinya. Atau angkasa yang tak bertepi? Samudera yang dalam?

Ah, banyak sekali sudut – sudut dan bentang alam yang indah menawan, betapa beruntungnya manusia. Selalu begitu, di setiap perjalanan, di setiap kelelahan, jeda menuju klimaks, di situlah letak rasa itu. Rasa yang… ah, sulit disimpulkan, tak ada kata yang dapat mewakili perasaan itu. Hanya ada gairah aneh saat energi itu kemudian akan menyusut lagi ditelan rutinitas kehidupan.

Begitu seterusnya, berulang – ulang. Foto – foto eksotis, cerita – cerita tentang heroisme, bahwa kita adalah sekumpulan manusia unik, berani, kuat perkasa dan tahu apa yang terbaik buat diri kita, berani menjadi beda.

Pada saatnya nanti alam kembali memanggil, berbisik dan terus mengganggu. Dan kita datang lagi, mencumbuinya lagi, terpuaskan lagi, pulang lagi. Seperti candu yang tak pernah selesai. Seegois itukah aku? Sesederhana itukah hidup? Kalau hanya sesederhana itu, maka sebutan yang paling tepat adalah penikmat alam! Bukan “pecinta alam”.

Sekelompok orang tampak begitu sumringah, meski denyut jantungnya belum kembali beraturan. Satu puncak lagi berhasil gapai, dengan keringat mungkin juga dengan air mata.

Foto – foto eksotik pun sudah digenggaman, siap untuk dipamerkan. Dengan lantang mereka bercerita, betapa tangguhnya mereka menaklukkan setiap jejak medan. Nafas yang memburu, otot yang melemah, kaki yang terus menanjak hanya cerita selingan diantara cerita – cerita indah mengenai pemandangan yang menakjubkan di atas sana.

Mereka yang tak pernah mengalaminya pun terperangah mendengar cerita itu. Perilaku itu pun turun menurun, seolah menjadi tradisi. Anggota lama bercerita kepada anggota baru. Anggota baru bercerita kepada mereka yang belum menjadi anggota. Bahwa pemandangan itu indah, bahwa pemandangan itu begitu eksotik.

Kita pun kembali datang menyapanya, turun kemudian kembali lagi menyapanya. Begitu seterusnya, hasrat itu terasa tak ingin berhenti.

Orang – orang yang penasaran akan cerita – cerita itu pun turut serta, seolah ingin membuktikan mereka berani, mereka beda, mereka unik, mereka perkasa. Apakah sesederhana itu? Bukankah hal itu berarti pendakian tak lebih dari hegemoni aktifitas rekreasi yang hanya berasa keindahan saja?

Tetapi untuk apa keindahan itu? Bila sang Bayu tak pernah dimengerti, sang embun tak pernah dipahami. Untuk apa embun menyelimuti punggung gunung, pernahkah kita bertanya akan hal ini? Kita mengaku pecinta alam, namun begitu tega menjilat tanah dengan api, meracuni air dengan sampah, menebas pohon untuk mendirikan tenda. Apakah ini adalah bentuk cinta? Mengapa tak kau sebut saja dirimu seorang penikmat?

P1100276 P1100352

*) Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Vandalisme..

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati Gunung-gunung di Indonesia kelak..

IMG_20150215_102341

Photos by : Anton Gamaliel & Fajar Achmadi #G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-

Advertisements

Solo Backpacker ke Solo dijamin Nyaman, Aman, Bahagia dan Anti Nyasar bersama DOcar.

DOcar Apakah itu? kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan Hewan (kuda) sebagai penggantinya? Bukan. Kita rewind dulu yuk. Kenapa tiba – tiba ada DOcar. Terus apa sih itu? Cewek kah? Kan kalau cewek bisa nyelamatin saya dari kejombloan. Ngarep banget sih jar!!.

Oke rewind lagi ke kisah awal saya bisa kenalan sama si dia. Iya si dia. Si DOcar. Cieeee. Cieee. Skip skip..

Makin penasaran kan? Oke tenang nanti juga tahu kok siapa DOcar ini. Santai cuy santai. Sekarang tarik nafas panjang dulu karena saya akan ajak kalian semua backpacker online dulu ke The Spirit of Java. Kota Solo memang layak disebut The Spirit of Java, wisata di kota ini memang ada banyak. Saya jamin gak kalah deh ama kota tetangganya Yogyakarta dan Semarang.

Jujur saja teman-teman, saya ini kagum dengan wisata Solo, tahun ini InshaAllah jika diberi kesempatan Bulan Oktober tahun ini saya akan solo backpacker lagi kesana. Tapi belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, saya sengaja mempersiapkan trip seorang diri kali ini dengan matang. Sewa mobil atau alat transportasi yang benar dan tepat sasaran saya percaya akan menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya setiap Trip dan petualangku.

Tanpa kendaraan sewa, kelancaran Wisata Solo kali ini dapat dipastikan tidak selancar saya menata urutan tempat tujuan. Apalagi, saya termasuk orang yang tidak begitu lincah dalam naik turun kendaraan umum. Bukan maksud hati hendak mengatakan tidak suka naik angkutan umum, tapi sungguh saya bukan orang yang tangguh dan tegar di dalam angkot. Saya dijamin Mabuk kalau kelamaan di dalam angkot.

Menyewa mobil adalah salah satu cara yang paling tepat untuk mempermudah perjalanan saya.. Namun, beberapa problematika sering muncul ketika akan menyewa mobil. Perkara menyewa mobil terkadang memang menjadi tidak mudah karena butuh waktu dan tenaga ekstra untuk memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan. Tak jarang harus rela untuk mengunjungi rental mobil dari satu tempat ke tempat lainnya. Belum lagi masalah harga sewa, harus membandingkan harga dari beberapa tempat rental untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan budget.

Terkadang pula saya tidak mengetahui kondisi mobil yang akan disewa. Bahkan juga tidak pernah mengetahui siapa pengemudi yang akan mengantarkan selama perjalanan. Semuanya harus dipikirkan secara matang agar mobil sewaan memenuhi kelayakan yang ada.

Suatu waktu saya pernah browsing asal-asalan sewa mobil di internet, lalu SMS untuk kesepakatan rental mobilnya. Eh, setelah transfer malah saya gak dijemput di bandara. Duh, amit-amit kejadian seperti ini lagi. Kapok dan bener-bener gak pengen terulang lagi kejadian seperti itu.

banner-ad-3.jpg
docar.png
Syukur Alhamdulillah, sejak awal bulan Juli lalu saya mendapat informasi dari seorang kawan bahwa kini sudah ada alternatif lain dalam hal sewa menyewa mobil. Yakni aplikasi DOcar. Lagi, teknologi komunikasi telah mempermudah kehidupan. Setelah berbagai aplikasi kebutuhan sehari-hari lainnya, kini hadir aplikasi sewa mobil online. Luar biasa!

DOcar  adalah e-marketplace yang bekerja sama dengan rental-rental mobil di Indonesia untuk menawarkan jasa sewa mobil kepada calon pelanggan. DOcar mempertemukan partner-partner penyedia jasa sewa mobil yang ingin memasarkan jasa sewa mobil dan calon penyewa mobil yang ingin mendapatkan mobil sesuai pilihan.

Pemilihan nama DOcar sebagai e-marketplace pelaku usaha rental mobil bukan hanya sekadar jargon. Penggagas DOcar mengajak pelanggan, utamanya wisatawan, untuk memilih mobil sewaan sebagai sarana transportasi yang praktis dan andal. “Lakukan aktivitas Anda dengan menggunakan mobil.” (DO your activities with CAR), demikian visi dari DOcar.

Sudah tau khan sekarang siapa itu DOcar?? hihihihihihi..

Di era modern ini, dokar telah bergeser fungsinya menjadi alat transportasi wisata turis untuk berkeliling kota. Fungsi tersebut mengilhami DOcar yang ingin turut berkontribusi terhadap pariwisata Indonesia sebagai salah satu visi DOcar.

Keunggulan DOcar

sdrrw.png

Layanan sewa mobil DOcar mudah diakses, fleksibel, mampu menampilkan harga termurah, dan meliputi banyak varian mobil. Dibandingkan dengan layanan serupa, DOcar benar-benar mendata setiap mobil sewaan secara detail. DOcar menyediakan informasi lengkap mulai dari kondisi umum mobil hingga plat nomor mobil. Hanya DOcar yang bisa menjamin Anda mendapatkan mobil sewaan pilihan Anda.

Wilayah operasional DOcar untuk saat ini adalah wilayah Solo dan sekitarnya, Jogja dan sekitarnya, serta Semarang dan sekitarnya. DOcar akan terus memperluas wilayah operasional. Ini adalah salah satu visi DOcar untuk dapat menghadirkan layanan sewa mobil online DOcar di seluruh Indonesia. DOcar yakin dapat menghadirkan layanan sewa mobil online yang mudah, tepat, dan lebih terjangkau.

 

Dilihat dari segi kualitas, aplikasi DOcar ini jelas sangat membantu dalam hal sewa menyewa kendaraan. Cara penggunaannya pun sangatlah mudah, cepat, dan aman.

Saya percaya,  aplikasi wajib para traveler ini punya beragam manfaat untuk memudahkan perjalanan, mulai dari mengetahui posisi mobil sewa terdekat, memilih titik penjemputan, pengantaran, waktu pesanan, dan tipe mobil, dll.

Demi manfaat itulah saya bersegera memasang aplikasi DOcar di gadget saya. Semudah itukah? Mari kita lihat.

Berikut adalah proses pemesanan yang saya lakukan melalui aplikasi  DOcar.

Pertama, buka dulu aplikasinya, selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini:

foto 2foto 1foto 3

foto 4

Mau ikut saya #CityTour di Solo? Ayo merapat..
=====
DOcar
Keterangan lebih lanjut mengenai DOcar dapat menghubungi Customer Service melalui nomor +62271-735789 atau email ke : support@docar.co.id yang dapat membantu setiap saat.Website: https://www.docar.co.id/
Facebook: http://www.facebook.com/docar.idDOcar  (Andorid Apps): https://play.google.com/store/apps/details?id=com.DOcar

Nah, lanjut cerita nih.. Nantinya saya bakal minta dijemput sopir di Bandara sama pak sopir DOcar, hari dan jamnya pun sudah diatur. Kemudian saya bakal sodorin 10 tempat wisata yang akan saya kunjungi selama di Solo, selama tiga hari yaitu :

1. Kampung Laweyan

Udah tahukan kalo Solo ini pusatnya Batik?? Ya, kampung Laweyan ini merupakan salah satu kampung batik yang sering dan banyak dikunjungi wisatawan. Baik itu turis domestik atau mancanegara. Di kampung ini kita bisa menyusuri gang-gang kecil untuk melihat sentra kerajinan batik yang hampir ditekuni semua pemilik rumah. Hampir semua rumah dijadikan showroom batik.

Disana kita juga bisa melihat langsung proses pembuatannya, dan dijamin harga yang disuguhkan masih masuk akal kok.. Oh iya selain itu semua ada salah satu andalan saya dari tempat ini. di kampung ini saya bisa window shopping sambil “Selfie”. Karena bangunan-bangunan disana masih banyak bangunan yang merupakan cagar cudaya dan situs-situs bersejarah. Seperti di Jembatan Merah – Surabaya gitu deh.

soc_400_wisata-kampung-batik-laweyan-mr-admin-e474eb15c7a478cbab3bd7bdfe64bfbac501490claweyan

Sumber : adisumarmo-airport.com

cap-batik-laweyan

Sumber : wego.co.id

 

2. Keraton Surakarta

Mengunjungi Solo belum lengkap tanpa mampir ke Keraton Surakarta. Bangunan yang dibangun tahun 1975 oleh Pakoe Boewono II ini hingga kini masih ditinggali oleh keluarga besar Pakoe Boewono. Letak keraton ini sangat strategis, berada di pusat kota dengan desain bangunan perpaduan eropa dan Jawa yang berwarna putih birunya. Disini kita juga dapat menikmati Museum peninggalan kerajaan. Seperti benda pusaka, alat transportasi seperti kereta dan juga mobil-mobil kerajaan. Berkunjung ke tempat ini sudah bisa dipastikan kita akan menikmati dan merasa terlempar ke mesin waktu.. hihihihihi..

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

Sumber : surakarta.go.id

 

 

3. Pasar Klewer

Jika kalian berwisata ke Keraton Surakarta maka menurut saya wajib untuk mampir ke pasar klewer. kenapa wajib?? Pasar ini merupakan sentra atau pusat grosir baju batik dan baju-baju murah lainnya. Bukan rahasia lagi jika banyak pedagang di seluruh Indonesia yang mengambil (kulakan) barang dagangannya di pasar ini. Letak pasar klewer juga berdekatan dengan Keraton Surakarta, jadi nanggung kalau kalian belum mampir ke tempat ini.

Jadi, kalo mau borong oleh-oleh mending mampir deh..  😀

Pasar-Klewer-Surakarta

Sumber : jalansolo.com

 

4. Keraton Mangkunegaraan atau Pura Mangkunegaraan

Konon, ada pemberontakan di keraton Solo. Sehingga ada dua keraton di kota ini. Keraton Mangkunegaraan atau sering disebut Pura Mangkunegaraan ini dibangun oleh Mangkunegara I yang mana keraton ini digunakan sebagai tempat tinggal keluarga besarnya hingga saat ini. Sekilas Keraton ini sama dengan Keraton Surakarta yang berarsitektur Jawa Eropa. Di dalamnya kita dapat melihat bangunan istana, perpustakaan, koleksi topeng berbagai daerah dan museum benda-benda peninggalan kerajaan.

mangkunegaran_skycrapercity

Sumber : anisavitri.wordpress.com

Dari namanya sudah tahukan artinya? Grojogan itu air yang turun secara grojog alias banyak ( dibaca: Air terjun). Sewu itu artinya seribu. Air terjun seribu. Dari namanya saja ini sudah keren banget. Gak bisa bayangin gimana dinginnya sekarang di sana. Tapi yang pasti kesegaran di surga dunia ini akan membuat kita terpesona.
5. Grojogan Sewu Tawangmangu
Grojogan Sewu Tawangmangu merupakan tempat wisata di Solo kategori wisata alam yang paling terkenal. Berada di sisi barat Gunung Lawu, Grojogan Sewu Tawangmangu adalah sebuah air terjun yang sangat indah dan menyimpan jutaan misteri. Lokasi air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu tidaklah jauh dari kota Solo, hanya sekitar 37 KM di sebelah timur kota Solo, tepatnya di Kabupaten Karanganyar. Harga tiket masuk Grojogan Sewu Tawangmangu adalah 18,000 Rupiah per orang. Murah kan? Murah dong untuk wisata seindah ini.
Grojogan-Sewu-Tawangmangu

Sumber : anekatempatwisata.com

 

6. Taman Balekambang

Taman Balekambang adalah tempat wisata di Solo yang sering digunakan untuk mengisi waktu liburan. Taman Balekambang yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani ini memiliki luas sekitar 10 hektar. Taman Balekambang dibagi menjadi dua bagian, yaitu Taman Air Partini yang digunakan untuk permainan perahu, dan Hutan Partinah yang mempunyai koleksi berbagai jenis tanaman langka. Taman Balekambang mulai difungsikan sebagai taman rekreasi dan edukasi sejak tahun 2008. Lokasi taman ini kebetulan masih satu tempat dengan grojogan sewu yaitu tawangmangu. Taman ini asyik dipakai buat nyantai bareng keluarg ataupun untuk jomblo yang ingin wifi gratis. Cocok nih untuk bersenang – senang di dumay sambil lihat pemandangan keren di sana. Kali aja ketemu jodoh. hihihihihihi..

balekambang1.jpg

Sumber : jejak-bocahilang.com

6. Tugu Lilin

Masih lokasi yang bersejrah. Kali ini saya akan menyambangi sebuah tugu berbentuk lilin. Sudah tahu kan filososfi lilin? Dia akan menerangi orang – orang yang ada disekitarnya. Ah so sweet bingit.
Tugu Lilin adalah sebuah monumen peringatan 25 tahun berdirinya Boedi Oetomo. Dengan bentuk uniknya yang menyerupai sebuah lilin menyala, Tugu Lilin melambangkan pengabdian dan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang berapi-api memperjuangkan kemerdekaan. Dengan bentuknya yang unik, Tugu Lilin yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo sangat cocok untuk wisatawan yang ingin berfoto-foto di tempat unik yang ada di Solo.

7. Museum Manusia Purba Sangiran
 
Setelah lokasi sejarah. Sekarang kita kembali lagi jaman sebelum sejarah alias masa prasejarah. Masa dimana manusia belum seperti sekarang ini. Indonesia merupakan lokasi paling banyak ditemukannya fosil manusia purba. Khususnya di pulau jawa. Salah satunya Solo. Museum Manusia Purba Sangiran adalah sebuah museum unik yang mempunyai koleksi berupa fosil-fosil manusia purba. Fosil manusia purba ini ada yang berumur lebih dari 2 juta tahun, hingga yang berumur 200,000 tahun. Dengan lebih dari 13,000 koleksi fosil manusia purba, Museum Manusia Purba Sangiran adalah museum manusia purba yang paling lengkap di Asia. Selain itu, Museum Manusia Purba Sangiran juga mempunyai koleksi lain berupa fosil hewan, tumbuhan, batu, dan alat-alat yang digunakan manusia purba.
sangiran

Sumber : telusurindonesia.com

sangiran6

Sumber : telusurindonesia.com

8. Pandawa Water World Solo

Saya tahu di indonesia banyak konsep water world yang menarik. namun, ada yang menarik dengan Pandawa Water World Solo Baru.  tempat ini merupakan sebuah wahana wisata air yang sudah menjadi salah satu tempat wisata di Solo yang terkenal. Berlokasi di Solo Baru, Pandawa Water World Solo Baru menawarkan pengalaman bermain air yang menyenangkan bagi keluarga anda dengan fasilitas lengkap sehingga cocok untuk semua umur. Harga tiket masuk Pandawa Water World Solo Baru adalah 50,000 Rupiah pada hari Senin sampai dengan Jumat, dan 100,000 Rupiah pada hari Sabtu, dan Minggu.

pandawa1.jpg

Sumber : telusurindonesia.com

9. Taman Sriwedari
Taman Sriwedari adalah sebuah taman di Kecamatan Lawiyan yang indentik dengan unsur sejarah. Dahulu kala, Taman Sriwedari dibuat untuk tempat rekreasi keluarga kerajaan. Sekarang ini, Taman Sriwedari adalah salah satu tempat wisata di Solo yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, di lokasi ini juga terdapat Gedung Wayang Orang Sriwedari yang mempertunjukan kesenian wayang dengan tema cerita Mahabarata dan Ramayana.
93295298.jpg

Sumber : panoramio.com

10. Air Terjun Jumog
Tujuan terakhir setelah berkeliling kota solo yaitu Air Terjon Jumog. Biar seger ayo mandi  di Air Terjun Jumog. Lokasinya memang agak keluar Solo nih.
Gak apa – apa. Lanjutkan.
Air Terjun Jumog adalah alternatif tempat wisata alam yang terkenal di daerah Solo, Jawa Tengah. Air Terjun Jumog tidak kalah indah dari air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu. Berjarak sekitar 40 KM dari kota Solo, Air Terjun Jumog menawarkan wisata alam dengan panorama indah dan harga yang murah. Cukup dengan 5,000 Rupiah saja anda sudah dapat menikmati keindahan Air Terjun Jumog dan bermain air di bawah air terjun tersebut.
air-terjun-jumog-1170x776.jpg

Sumber : blog.airyrooms.com

* Satu hal yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Vandalisme..

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat yang kalian kunjungi..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita, biarkan mereka juga menikmati Kepingan Tanah Surga di Indonesia nantinya..

IMG_20150215_102341

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-

Backpacker Seru & Nyaman ke Daerah Istimewa bersama DOcar

Awalnya, rencana yang ingin saya wujudkan bulan September tahun ini adalah pergi melancong ke Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja) untuk bertemu kawan lama saya disana, lalu bersama-sama mengunjungi berbagai objek wisata menarik di Jogja.
Tantri dan Hendra Dopo adalah teman saya tersebut, awalnya kami bertemu di Gunung Semeru bulan april lalu. Di ketinggian 3676mdpl darisanalah kami mulai akrab, bahkan bisa dianggap kami telah menjadi saudara sekarang. Kami bertiga sesama penggemar hiking & traveling, kesamaan inilah yang membuat kami semakin akrab. Meski masing-masing tinggal di Kota yang berbeda, bahkan beda Pulau.
Di Indonesia Timur, Mbak Tantri tinggal bersama kakanya di Denpasar, sedangkan Hendra Dopo tinggal di Balikpapan, dan saya sendiri dari Malang.
Karena jarak dan domisili kami yang berpencar itulah, saya anggap Jogja adalah titik temu yang tepat untuk kami bertiga..
foto 1.JPG
Img_456131Img_456135Img_456142
Menurut saya pribadi, Yogyakarta merupakan kota yang sangat indah dan istimewa di Indonesia. Tak kalah bagusnya dengan objek wisata beberapa kota besar di Indonesia, jogja juga memiliki berbagai tempat wisata yang amat menarik untuk dikunjungi oleh semua orang, baik warga lokal maupun asing dengan harga yang cukup murah.
Salah satu tempat yang paling populer dan sangat ingin kami nikmati selama di Jogja adalah Jl. Malioboro, yang sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara.
Di jalan tersebut beraneka kuliner khas Jogja, kota yang sering dijuluki “kota Gudeg” oleh orang pribumi  ini memiliki kekayaan kuliner yang beragam dan tempat yang amat menarik untuk dikunjungi. Selain itu  banyak budaya menarik yang disuguhkan oleh kota ini, sehingga tak salah jika memang kota ini dijuluki “City of Culture” of Indonesia.
Wajar saja jika dulunya Yogyakarta dijadikan ibukota, dan menjadi Daerah Istimewa. Karena kota yang satu ini memang memiliki kemajuan yang lebih baik dibanding yang lain, baik dari segi pendidikan, kreativitas masyarakat, keindahan kota, dan lain sebagainya. Dan soal wisata tak perlu diragukan lagi, banyak wisatawan yang berdatangan kesana, baik wisatawan lokal maupun asing.
Jogja bukan hanya sebagai kota wisata yang menyenangkan, tetapi juga sebagai sentra pendidikan yang sangat bagus di Indonesia, wajar saja jika Yogyakarta juga dijuluki dengan sebutan kota pendidikan. Kota yang satu ini memang berbeda dengan kota lainnya di Indonesia, suasana tenang, alam yang indah, masyarakat yang sangat ramah, dan kuliner yang lezat, dan itulah sekiranya daya tarik utama dari sebuah kota bernama Jogjakarta.

 

Hendak jalan-jalan kemana selama di Jogjakarta?

1. Malioboro

 
1
Malioboro
Malioboro merupakan salah satu nama jalan dari tiga jalan di Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Ada banyak obyek bersejarah yang tersedia di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja, serta berbagai kemenarikan lainnya.
  1. Pasar Beringharjo
  2. Kasongan
  3. Pasar Seni Gabusan
  4. Pantai Baron – Desa Kemadang, Kec. Tanjungsari, Kab Gunungkidul
  5. Pantai Samas – Des. Parangtritis, Kec. Kretek, Kab. Bantul
  6. Air Terjun Gedangan – Bantul
  7. Air Terjun Goa Cerme – Bantul
  8. Air Terjun Jogan – Gunung Kidul

2. Pantai Parangtritis – Desa Parangtritis, Kec. Kretek, Kab. Bantul

 
parangtritisparangtritis2
Pantai Parangtritis
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk.

Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.

  1. Pantai Indrayanti – Desa Sidoharjo, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul
  2. Pantai Pok Tunggal – Desa Tepus, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul
  3. Pantai Sepanjang – Timur Pantai Kukup, Kab. Gunungkidul
  4. Pantai Ngobaran – Desa Kanigoro, Kec. Saptosari, Kab. Gunungkidul
  5. Pantai Sadeng – Kec. Girisubo, Kab. Gunungkidul
  6. Pantai Glagah – Kab. Kulon Progo
  7. Pantai Wediombo – Desa Jepitu, Kec. Girisubo, Kab. Gunungkidul
  8. Candi Kalasan adalah Peninggalan Budha yang Tertua di Yogyakarta – Desa Kalibening, Kec. Kalasan, Kab. Sleman
  9. Candi Gembirowati – Desa Girijati, Kec. Panggang, Kab. Gunungkidul

 

 

3. Candi Prambanan – Desa Tlogo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman

 
prambanan-temple-5
Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan salah satu candi tercantik di dunia, dan terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta, 40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.
  1. Kraton Ratu Boko, memiliki Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian – Desa Dawung, Kec. Prambanan, Kab Sleman
  2. Candi Ijo, Candi ini Letaknya paling tinggi di Yogyakarta – Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman
  3. Candi Abang – Desa Jogotirto, Kec. Berbah, Kab. Sleman
  4. Candi Gampingan – Desa Sitimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul
  5. Candi Sari – Desa Candisari, Kec. Kalasan, Kab. Sleman
  6. Candi Kedulan – Desa Kedulani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman
  7. Candi Sambisari – Desa Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman
  8. Candi Sorogedug – Dusun Sorogedug, Desa Madurejo, Kec Prambanan, Kab. Sleman
  9. Candi Kimpulan – Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman

4. Taman Sari

 
147578-1000xauto-mitos-tamansari-taman-sari-water-castle
Taman Sari
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.
Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
  1. Candi Banyunibo – Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman
  2. Candi Morangan – Desa Morangan, Kec. Ngemplak, Kab. Sleman
  3. Candi Risan – Dusun Candirejo, desa Risan, Kec. semin, Kab. Gunungkidul,
  4. Situs Mantup – Dusun Mantup, Desa Baturetno, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul
  5. Situs Payak – Dusun Payak, Desa Srimulyo, Kec. Piyungan, Kab. Bantul
  6. Situs Mangir – Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kec. Pajangan, Kab. Bantul
  7. Situs Arca Bugisan – Dusun Bugisan, Desa Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman
  8. Situs Arca Gupolo – Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman
  9. Situs Gua Sentono – Desa Jogotirto, Kec. Berbah
5. Keraton Yogyakarta
 
Indonesia - Java - Yogyakarta - Kraton (Kraton Ngayogyakarta Had
Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

  1. Kebun Binatang Gembira Loka
  2. Candi Klodangan – Dusun Klodangan, Desa Sendangtirto, Kec. Berbah, Kab. Sleman
  3. Monumen Jogja Kembali
  4. Goa Selarong
  5. Gua Rancang Koncono
  6. Gua Cerme
  7. Museum Sonobudoyo
  8. Pemakaman Imogiri
  9. Kerajinan kulit Manding Bantul
6. Goa Jomblang
cahaya-surga-goa-jomblangjomblang-cave
Goa Jomblang

Jika anda menyukai petualangan atau tantangan maka Goa Jomblang yang berada di Kabupaten Gunungkidul ini patut anda coba untuk explore. Goa Jomblang yang merupakan goa vertikal ini mempunyai hutan purba yang rapat didalamnya. Namun yang menjadi daya tarik utama adalah menelusur, melihat serta mengabadikan cahaya yang turun secara tegak lurus menembus kegelapan goa, yang sering disebut “Cahaya Surga”.

Akses menuju Goa Jomblang dari pusat kota jogjakarta memakan waktu sekitar 1 jam dengan jarak sekitar 50 kilometer. Anda bisa memilih menggunakan angkutan umum atau menggunakan kendaraan pribadi.

Letak Goa Jomblang

Goa Jomblang ini terletak pada perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari gombong jawa tengah hingga kawasan karst Pegunungan sewu, Pacitan Jawa Timur. Goa vertikal yang bertipe collapse doline ini terbentuk karena ribuan tahun yang lalu tanah beserta vegetasi yang ada diatasnya ambles ke dasar bumi akibat dari proses geologi.

Akibat dari peristiwa alam tersebut akhirnya membentuk “sinkhole” atau sumuran menganga, namun masyarakat sekitar menyebutnya “luweng”. Diameter luweng jomblang ini mempunyai diameter 50 meter.

Cara Masuk Luweng Jomblang

Untuk mengexplore goa jomblang ini selain dibutuhkan keberanian dan nyali yang extra, harus disertai juga dengan penguasaan Single Rope Technique (SRT) atau biasa disebut tali tunggal. Selain itu kegiatan caving di Goa Jomblang ini juga wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar keamanan caving dan anda juga wajib didampingi oleh ahli penelusur goa yang sudah berpengalaman.

Peralatan dan perlengkapan yang wajib digunakan untuk menjelajah Goa Jomblang adalah coverall, sepatu boot, helm, headlamp dan SRT set yang terdiri dari seat harness, chest harness, ascender / croll, auto descender, footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang serta cowstail pendek.

 

foto 3

foto 2

foto 4

Goa jomblang ini terhubung dengan dua goa vertikal lainnya yang bernama goa grubug. Untuk memasukinya terdapat 4 jalur, bagi pemula disarankan untuk memilih jalur VIP, karena jalur yang pendek dan mudah. Namun jalur VIP ini tidak langsung menuju blank spot, melainkan harus menyusuri slope yang curam dulu sekitar 15 meter, setelah itu baru turun lewat tali sekitar 20 meter. Mungkin perjuangan untuk sampai ke dasar goa terasa berat, namun jika anda sudah berhasil menapakkan kaki di dasar goa, niscaya perjangan anda tersebut terbayar kontan dengan pemandangan alam indah.

Itulah beberapa objek wisata yang ingin kami sambangi selama di Jogja. Untuk mewujudkan kegiatan wisata tersebut, satu hal yang paling penting untuk saya lakukan dari sekarang adalah memesan mobil untuk kemudahan perjalanan. Tanpa kendaraan sewa, kelancaran berwisata dapat dipastikan tidak selancar saya menata urutan tempat tujuan. Apalagi, saya termasuk orang yang tidak lincah dalam naik turun kendaraan umum. Bukan maksud hati hendak mengatakan tidak suka naik angkutan umum, tapi sungguh saya bukan orang yang tangguh dan tegar di jalanan. Menyewa mobil adalah salah satu cara yang paling tepat untuk mempermudah perjalanan..

Namun, beberapa problematika sering muncul ketika akan menyewa mobil. Perkara menyewa mobil terkadang memang menjadi tidak mudah karena butuh waktu dan tenaga ekstra untuk memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan. Tak jarang harus rela untuk mengunjungi rental mobil dari satu tempat ke tempat lainnya. Belum lagi masalah harga sewa, harus membandingkan harga dari beberapa tempat rental untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan budget.

Terkadang pula saya tidak mengetahui kondisi mobil yang akan disewa. Bahkan juga tidak pernah mengetahui siapa pengemudi yang akan mengantarkan selama perjalanan. Semuanya harus dipikirkan secara matang agar mobil sewaan memenuhi kelayakan yang ada.

banner-ad-3.jpg
docar.png
Syukur Alhamdulillah, sejak awal bulan Juli lalu saya mendapat informasi dari seorang kawan bahwa kini sudah ada alternatif lain dalam hal sewa menyewa mobil. Yakni aplikasi DOcar

Lagi, teknologi komunikasi telah mempermudah kehidupan. Setelah berbagai aplikasi kebutuhan sehari-hari lainnya, kini hadir aplikasi sewa mobil online. Luar biasa!

DOcar  adalah e-marketplace yang bekerja sama dengan rental-rental mobil di Indonesia untuk menawarkan jasa sewa mobil kepada calon pelanggan. DOcar mempertemukan partner-partner penyedia jasa sewa mobil yang ingin memasarkan jasa sewa mobil dan calon penyewa mobil yang ingin mendapatkan mobil sesuai pilihan.

PT. DOcar Indonesia sebagai perusahaan induk DOcar telah berkecimpung di bidang IT sejak tahun 2011. Setelah berada di bidang IT khususnya dunia online internet selama lima tahun, DOcar melihat peluang bisnis di sektor jasa sewa mobil Solo Jogja Semarang. Banyak di antara pelaku jasa sewa mobil kurang memperhatikan kemudahan calon pelanggan untuk mendapatkan mobil sewaan yang benar-benar mereka inginkan.

DOcar yang menyadari perkembangan pesat penggunaan aplikasi mempunyai inisiatif untuk mencarikan solusi antara pelaku jasa sewa mobil calon pelanggan. Dilandasi keinginan DOcar  untuk membantu penyewa mobil mendapatkan mobil pilihan, membantu rental mobil memasarkan produk-produk jasa sewa mobil, serta mendukung pariwisata Indonesia, DOcar mengajak para pelaku usaha sewa mobil untuk bernaung dalam satu e-marketplace dengan nama DOcar.

Pemilihan nama DOcar sebagai e-marketplace pelaku usaha rental mobil bukan hanya sekadar jargon. Penggagas DOcar mengajak pelanggan, utamanya wisatawan, untuk memilih mobil sewaan sebagai sarana transportasi yang praktis dan andal. “Lakukan aktivitas Anda dengan menggunakan mobil.” (DO your activities with CAR), demikian visi dari DOcar.

Alasan lainnya, DOcar memiliki kemiripan ejaan dengan “dokar”, salah satu warisan budaya Jawa berbentuk alat transportasi tradisional. Menurut penuturan masyarakat Jawa, istilah “dokar” diyakini berasal dari bahasa Inggris dogcart (kereta pembawa anjing pemburu). Di era modern ini, dokar telah bergeser fungsinya menjadi alat transportasi wisata turis untuk berkeliling kota. Fungsi tersebut mengilhami DOcar yang ingin turut berkontribusi terhadap pariwisata Indonesia sebagai salah satu visi DOcar.

Keunggulan DOcar

sdrrw.png

Layanan sewa mobil DOcar mudah diakses, fleksibel, mampu menampilkan harga termurah, dan meliputi banyak varian mobil. Dibandingkan dengan layanan serupa, DOcar benar-benar mendata setiap mobil sewaan secara detail. DOcar menyediakan informasi lengkap mulai dari kondisi umum mobil hingga plat nomor mobil. Hanya DOcar yang bisa menjamin Anda mendapatkan mobil sewaan pilihan Anda.

Wilayah operasional DOcar untuk saat ini adalah wilayah Solo dan sekitarnya, Jogja dan sekitarnya, serta Semarang dan sekitarnya. DOcar akan terus memperluas wilayah operasional. Ini adalah salah satu visi DOcar untuk dapat menghadirkan layanan sewa mobil online DOcar di seluruh Indonesia. DOcar yakin dapat menghadirkan layanan sewa mobil online yang mudah, tepat, dan lebih terjangkau.

 

Dilihat dari segi kualitas, aplikasi DOcar ini jelas sangat membantu dalam hal sewa menyewa kendaraan. Cara penggunaannya pun sangatlah mudah, cepat, dan aman.

Saya percaya,  aplikasi wajib traveling ini punya beragam manfaat untuk memudahkan perjalanan, mulai dari mengetahui posisi mobil sewa terdekat, memilih titik penjemputan, pengantaran, waktu pesanan, dan tipe mobil, dll.

Demi manfaat itulah saya bersegera memasang aplikasi DOcar di gadget saya. Semudah itukah? Mari kita lihat.

Berikut adalah proses pemesanan yang saya lakukan melalui aplikasi  DOcar.

Pertama, buka dulu aplikasinya, selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini:

Screenshot_2016-08-02-10-21-20
Screenshot_2016-08-02-10-21-42
Screenshot_2016-08-02-10-22-08
Screenshot_2016-08-02-10-23-43
Screenshot_2016-08-02-10-24-07
Nah, mudah sekali, bukan?
Ya, mudah dan cepat, itulah yang saya rasakan ketika melakukan proses pemesanan. Semoga saja, rencana jalan-jalan di Jogja nanti pun bisa terlaksana dengan mudah, semudah menggunakan aplikasi DOcar.
Mau ikut saya #CityTour di Jogja? Ayo merapat..
=====
DOcar
Keterangan lebih lanjut mengenai DOcar dapat menghubungi Customer Service melalui nomor +62271-735789 atau email ke : support@docar.co.id yang dapat membantu setiap saat.Website: https://www.docar.co.id/
Facebook: http://www.facebook.com/docar.idDOcar  (Andorid Apps): https://play.google.com/store/apps/details?id=com.DOcar

* Satu hal yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Vandalisme..

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat yang kalian kunjungi..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita, biarkan mereka juga menikmati Kepingan Tanah Surga di Indonesia nantinya..

IMG_20150215_102341

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-

Aku, Kamu dan Mahameru part 2

Sejuk pandang matamu, manis senyumu..
Membuat Kalimati yg tadinya dingin menjadi Hangat..
Setiap kuinggat terik siang di Cemoro kandang, datanglah gelisah rindu yg menyiksa diri.
Yaaa..
Aku sadar jatuh hati pada sweeperku di pendakian ala Open trip kala itu..
Indahnya mayapada ingin aku arungi hanya bersamamu..
Karna kusadar hanya senyummu yang mampu membuatku malu..
Hanya rayuanmu yang mampu membuatku tersipu hingga pipi ini memerah..
Cintaku suci hanya untukmu, sesuci tirta Ranukumbolo dan Sumbermani yg pernah kita teguk bersama..
Tingginya harapku bersanding denganmu seperti tingginya Mahameru yang menjulang di langit biru..
“Kini Tak bosan kau katakan cinta, kau katakan rindu bila tak bertemu..”
Terima kasih Mahameru!

Sweeperku, Calon Suamiku

Agak geli juga kalo diingat-ingat.. Tapi inilah kenyataan yang aku dapat dari pendakian ala Open trip kemarin.. Selama 4 Hari 3 Malam aku ditemani seorang Sweeper dan juga teman serombongan asal balikpapan saat itu. Start dari Stasiun Kota Malang, berlanjut ke Tumpang untuk oper Jeep dan kemudian ke Ranupani tak ada sesuatu yang menarik!!

Img_456141Img_456138Img_456139

Img_456124

Hingga akhirnya tepat pukul 16.20 kami yg memulai berjalan dari Ranupani menuju Ranukumbolo mulai larut dalam suasana hangat kekeluargaan ditengah dinginnya jalur..

Step by step, derap kaki terus melangkah.. Tanjakan, Jurang yang dalam, embun dari kabut yang mulai turun serta hembus angin senja menemani perjalanan kami menuju ranukumbolo saat itu..

Damn!! Dislocation!!

Baru 120 menit kami berjalan.. Pos 1 menjadi saksi ketidak berdayaanku saat itu.. Kakiku terkilir!!

“Mana Sudah tasmu aku bawakan, kamu bawa yang enteng aja..” Logat khas Tanah Borneo itu masih teringat jelas..
Tawaran sweeper hebatku.. Terbayang seperti tawaran ngajak nikah waktu itu.. hahahahahaha..

Alhamdulillah aku masih bisa melanjutkan perjalanan menuju Ranukumbolo, meski memang kami datang terlambat disana.. 😀

Img_456133Img_456134

Hari pertama, hari kedua, kami lewati penuh cita.. kaki yg sakit seakaan tidak jadi masalah buatku.. tak menjadikanku patah semangat untuk menuju Cemorokandang, Jambangan dan Kalimati..

Riuh tetangga tenda ditemani kabut setelah hujan sore tadi menyambut, kutengok arloji yang sudah menunjukkan pukul 23.00. Inilah malam penentuan untuk menuju MAHAMERU.. Dilema menerpaku kala itu.. Ingin rasanya aku ikut ke atas sana, menemani dan selalu dekat dengan sweeperku..  bercerita hal yang tak penting di jalur.. hehehehe 😀

KAKIKUUUUU.. Tak mungkin juga aku paksakan untuk melangkah menuju 3676 mdlp dengan tanjakan serta kemiringan tanahnya yang semakin memperparah keadaanku.

Aku tak mau menyusahkan teman-temanku, aku juga tak mau cuma gara-gara aku mereka gagal untuk yang kedua kalinya mencapai puncak MAHAMERU!!

Img_456128Img_456136

Setelah membantu teman setenda, menyiapkan sarapan malam untuk mereka menuju puncak, akhirnya mereka berangkat juga menuju MAHAMERU.. Sedih memang tak bisa ikut mereka ke tanah tertinggi itu.. Next time (Mantap kusebut itu dalam hati)!!

foto 2

Cahaya mentari pagi sudah tembus ke tenda, mata ini mulai terbuka.. kumulai pagi ini dengan memasak dan bercanda dengan dua orang teman sependakian yang memang sengaja tidak ikut ke puncak.. Alih-alih menyiapkan makanan untuk mereka yang turun dari puncak, tapi kenapa kok seperti ada rasa khawatir yang berlebih.. Sampe jam 11.30 mereka kok belum turun..  Ada apa dengan mereka?? bagaimana dengan Sweeperku??

Kalo dia kenapa-kenapa ntar aku jalan turunnya ma siapa?? siap yang nemenin aku ngobrol di jalur?? siapa yang ambilin minum ama coklat stik dikeril?? 😦

Apaan sih.. pikiranku kok jadi parno gini..

Img_456130Img_456135Img_456131

Alhamdulilah.. Samar-samar akhirnya mereka terlihat juga dari balik rimbunan Bunga Senduro. Kawan-kawanku terlihat kelelahan.. Tanpa basi-basa lagi, kusuguhkan minum dan makan yg sudah aku persiapkan sebelumnya..

Seneng bingit liat mereka lahap (antara laper ato doyan)..

Meski tak jarang mereka menggodaku dengan foto-foto mereka di puncak.. foto kebanggan mereka.. Bikin Mupeng sih..

Tapi next time!! next time aku pasti bisa berdiri disana!!
Hari itu sebenarnya jadwal kami turun menuju ranukumbolo ialah pukul 13.00

Berhubung keterlambatan dan energi kawan-kawan yang sudah terkuras, akhirnya diputuskan bersama untuk camp lagi di Kalimati semalam..

Img_456143

Yeyeyeyeye… lalalalalala.. DUA Malam di Kalimati.. bahagianya aku.. 😀

Bikin Kopi ama coklat panas, Makan malam bersama, suap-suapan, inilah indahnya Open trip!

Saling bertukar cerita yang gak penting, saling ledek ala penggiat alam bercampur dan membuat suasana menjadi hangat dalam dingin kalimati saat itu.

ac11098ec3bfdedd8f49b25c73629009foto 1foto 3

Keesokan harinya kami turun menuju Ranukumbolo, tak ada halangan berarti saat kami turun.. bahkan kami sempat bertemu dengan pendaki unik di tengak jalur Cemoro Kandang menuju Jambangan.. Pendaki dengan kostum serba pink.. bergambar tokoh kartun “Hello Kitty” Suatu suguhan yang memanjakan mata.. hahahahha..

foto 11

Sedih memang berpisah dengan mereka setelah pendakian ini.. aku harus kembali ke Denpasar saat itu, mereka pula kembali ke kota mereka.. Surabaya, Jakarta, Malang dan Balikpapan..

Meski setelah Open trip aku dan kawan-kawan serta Sweeperku masih berkomunikasi, tapi masih saja aku rindu dengan suasana saat kami berada di  MAHAMERU. Hampir tiap malam obrolan kami berlanjut di grup WA yang kami buat setelah trip selesai.. Kami masih sering menceritakan keseruan perjalanan kemarin & sekedaer basa-basi atas keseharian kami masing-masing..
Kami seperti dipersatukan dalam satu ikatan yang dengan bangga aku sebut KELUARGA..Bahkan tak jarang Sweeperku juga masih berkomunikasi denganku via Japri..

Bagaimana kelanjutan kisah kita berdua.. Ada yang penasaran nih sepertinya?? Bentaran ya.. aku nguncir rambut Annabelle’ku dulu.. hehehehehe.. 😀

Img_456140Img_456137

Alhamdulillah tepat Hari Kamis 16 Juni pukul 20.16 WITA / 19.16 WIB kami resmi Pacaran..

Tak sengaja pula kami dapet angka unik 20.16-16-06-2016 semoga kedepannya sang sweeper bersama keluarga segera nyebrang laut untuk maminangku.. hihihihihihi..
Amin..

Percayalah.. Tak ada hal yang mustahil, meskipun gagal dalam pencapain puncak.. Tapi aku mendapat ganti yg lebih Indah..

Terima Kasih Tuhan..

Terima Kasih Mahameru..

Terima Kasih Teman-teman..

Terima Kasih G4d4 Adventure!!

*BigHug

Img_456129

Img_456132

*) Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati indahnya Indonesia kelak..

IMG_20150215_102341Photos by : Fajar Achmadi, hendra Dopo, Tantri Septiani

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-TS-

Aku, Kamu dan Mahameru part 1

Alam memang diciptakan oleh Tuhan untuk kita pergunakan dengan sebaik-baiknya, apalagi menjaganya sangat wajib sekali buat kita yang merasa sebagai makhluk yang numpang dibumi yang indah ini. Ibaratkan kalau kamu numpang dirumah orang lain terus ngerusak barang-barang yang ada dirumah orang itu. Apa kamu gak ngerasa malu numpang gitu?? harusnya bantuin beresin rumah ke, cuci piring ke, lap genteng pun juga boleh dicoba kalau emang kotor dan si pemilik menggijinkan.

Tapi ini malah merusak fasilitas yang ada dirumah orang itu, yang udah baik memberikan tumpangan. Gak mungkin kan kamu punya pikiran yang serendah itu? Gak punya malu banget kalau ada orang yang kaya gitu.!!

Yah ibaratkan begitulah BUMI, kita sebagai manusia udah numpang di bumi Tuhan yang isinya banyak beranekaragam makhluk hidup yang bisa kita manfaatkan. Tapi masih banyak orang gila yang malah merusak sebagian dari muka bumi ini. Hanya untuk kesenangan semata, yang aku kira hanya sementara..
Tapi tak jarang juga ada beberapa orang yang melestarikan alam ini dibalik merajalelanya perusakan alam di dunia ini. Apalagi banyak pecinta-pecinta alam yang sering mendaki gunung untuk sekedar menanam sebatang pohon agar tumbuh dipegunungan, selain mereka sengaja mendaki gunung untuk melihat keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Saya sendiri sudah suka mendaki gunung sejak duduk di bangku SMA, beberapa trek gunung sudah saya lalui. Namun akhirnya vacuum cukup lama dalam dunia pendakian..
Suatu hari terlintas keinginanku kembali menuju atap-atap Bumi, rasanya ingin kembali melihat lautan awan, serta menikmati sejuknya dan bersihnya udara di gunung.
MAHAMERU menjadi gunung pilihanku saat itu, selain karena Puncak tertinggi di Tanah Jawa, Mahameru yg begitu Famous (bukan korban film 5cm), disebut-sebut sebagai Puncak Para Dewa.

Jujur saja saya termasuk orang yang tidak suka diatur ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat. Saya juga tipe orang yang tidak suka menunggu-nunggu seseorang yang serba lambat dalam mengerjakan segala sesuatu. Lebih baik bagi saya untuk pergi seorang diri, tidak terikat dengan orang lain, dan bisa mendapatkan momen-momen terbaik yang bisa saya abadikan di memori handphone ketika traveling.

foto 8

Oleh karena itu setiap ada teman yang mengajak untuk ikut open trip, dengan tegas saya langsung menolaknya. Walaupun harga dari open trip terkadang menggiurkan dan menggoda iman serta tempat yang dijadikan destinasi cukup menarik, tetap saja saya dengan lantang menolaknya.

Namun akhirnya, karena saking banyaknya ajakan teman-teman supaya ikut dan bergabung dengan mereka membuat hati saya goyah. Open trip yang pertama kali saya ikuti adalah perjalanan ke Mahameru. Perlahan tapi pasti semua perlengkapan telah siap, tiket perjalanan juga sudah ditangan.

Siapa sangka, dan tak seperti ekpekstasi awal,  Open trip ternyata cukup menyenangkan!

1. Harga yang bersahabat

foto 3(1)

Sebenarnya inilah yang dicari pejalan zaman sekarang. Tidak hanya tempat eksotik yang dikunjungi, tetapi juga tentang harga bersahabat. Selain itu, mengikuti  Open trip dapat membuat kita berhemat dalam waktu, transportasi, dan penginapan. Ibarat kata sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui.

Bayangkan, hanya dengan uang sebesar 650.000 rupiah sudah termasuk makan, transport, alat pendakian dan memasak, asuransi, dan surat perizinan untuk mendaki ke Semeru!

Selain itu kemudahan dari open trip adalah, kita bisa bebas menentukan paket yang kita mau. Tentunya harga paket yang murah dan mahal akan berbeda dari segi pelayanan dan kenikmatan traveling.

2. Bertemu teman baru

4e98277d3514021601d8d038aea2919aeb4c4efd69e63ecb2076177679de1136(1)Img_456136

Img_456139.JPG

Melakukan perjalanan dengan orang yang belum kita kenal terkadang terasa canggung. Itulah yang saya alami ketika pertama kali mengikuti open trip. Seperti biasa orang yang ikut open trip pasti akan selalu bersama dengan teman satu timnya, termasuk saya.

Tapi apa gunanya bila kita pergi bersama tidak bersosialisasi dengan orang baru? Itulah poin saya. Hanya bermodalkan tongsis dan kamera serta senyuman yang ramah, saya mencoba mendekati mereka untuk mengobrol.

Siapa sangka dari foto selfie bareng suasana yang tadinya dingin menjadi ramai? Berkenalan dengan orang baru tentunya membantu kita untuk menambah teman, koneksi bisnis, atau mungkin jodoh.

3. Belajar sabar kepada orang lain

a00862ca3d201c1b7e9cc4c3e320b6426034fb9e7ad30651e8c9f2eb38af585e

Pergi dengan banyak orang yang memiliki perbedaan sifat dengan kita mungkin tidak mengenakkan. Bayangkan ketika semua sudah siap berangkat, kita harus menunggu seseorang yang belum siap dengan perlengkapannya atau harus sabar menunggu antrian untuk masuk kamar mandi atau mungkin sekadar mengantri untuk mengambil makan malam.

Ketika ikut open trip, kita belajar menekan ego kita masing-masing. Berhubung kita pergi bersama dengan orang banyak, alangkah baiknya untuk saling mengingatkan antar teman ketika ada yang terlambat. Dengan saling mengingatkan tentunya perjalanan akan berjalan lancar dan akan lebih menyenangkan bukan?

4. Melatih kedisiplinan

Img_456144.JPG

Mengikuti open trip berarti kita mengikuti jadwal yang sudah diberikan oleh pihak penyelenggara tur. Dalam sebuah open trip, jadwal yang diberikan biasanya cukup padat. Maklum kita akan mengunjungi beberapa tempat dalam waktu yang singkat.

Eh ada yang pasang alarm nggak? Kalo nggak ada biar saya yang pasang,” kata teman setenda saat itu.

Awas jangan telat bangun lho! Nanti ditinggal!” seru yang lain.

Memang kita akan kelelahan mengikuti jadwal yang diberikan. Tapi anggap saja ini sebagai hadiah bagi kita dalam mengunjungi spot yang menarik. Jadi tidak usah mengeluh harus bangun di pagi buta untuk mengejar sunrise di gunung dengan medan yang cukup berat atau melihat sunrise di balik bukit dan danau yang bersamaan dengan turunnya kabut tipis. Yang pasti pengalaman ini akan jauh lebih berharga dari rasa lelah yang kamu rasakan setelah melihat pemandangan yang indah di tempat tersebut.

5. Semakin mengenal Indonesia

Img_456142

foto 21

foto 30foto 18

Disadari atau tidak, bertemu dengan teman baru yang berbeda  daerah akan membuat kita menemukan ide baru untuk mengadakan trip ke tempat lain. Itulah yang terjadi dengan saya dan teman-teman baru dalam rombongan open trip kala itu.

Bertemu dengan teman dari Jakarta, Surabaya, Malang dan Balikpapan, membuat kami berencana melakukan trip bersama kembali. Asyik bukan? Dari yang tidak kenal, menjadi kenal dan lebih akrab. Atau mungkin setelah mengikuti  Open trip, akan banyak referensi-referensi baru untuk dikunjungi..

Sebenarnya ada satu lagi point plus dari Open trip yang aku ikuti kali ini..

Penasaran??

-TS-

Tegarlah Kalian para Pengais Berlian Kuning di Surga Indonesia

Gunung Ijen adalah sebuah Gunung Berapi aktif yang terletak di daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.443 m dan telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936).

Sedangkan Kawah Ijen sendiri adalah sebuah Danau kawah yang bersifat asam, yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur.

Sumber artikel: wikipedia indonesia

Api seperti yang diketahui warnanya pasti merah, lantas bagaimana jika Anda ingin melihat sebuah api yang warnanya berbeda, tidak merah melainkan berwarna biru dan keluar dari sebuah kawah gunung. Dapatkah dibayangkan Anda berdiri dan menyaksikan fenomena itu dengan kepala Anda sendiri, momen keajaiban alam yang tiada taranya. Teramat spesial untuk dilewatkan karena di dunia hanya ada dua fenomena yang terjadi seperti ini dan salah satunya ada di Indonesia.

Salah satu Surga Indonesia itu Adalah kawah biru atau blue fire, fenomena alam yang unik dan hanya dapat dilihat di Kawah Ijen – Banyuwangi saja. Saking indahnya fenomena ini bahkan mengalahkan popularitas matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari pertama di Jawa. Tak hanya itu, banyak wisatawan dari berbagai negara rela datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen.

 

 

_DSC0052cp2

ttt

1Sumber: http://survival491m.blogspot.com

Sumber: http://alfinbanyuwangi.blogspot.com

P1050419

 

DSC00805

 

 

 

 

DSC00810

 

DSC00813

 

P1050409

P1050407

P1050408

P1050422

P1050425

DSC_3981 DSC_3985

 

252018DSC_3938

DSC_3914231924

Kawah Ijen memang sebuah objek wisata yang merupakan tempat untuk melepas lelah, mengaplikasikan bakat fotografi dan untuk bersenang-senang, tapi tak kau tengok orang-orang yang mengenakan pakaian lusuh, dengan senyumnya yang tak pernah redup dan tak hentinya menyapa setiap pengunjung yang sedang mendaki? Dapat kita lihat wajahnya yang memancarkan aroma keletihan yang luar biasa, fisiknya yang kurus karena beban kewajiban yang harus ia kerjakan,berjuta tetesan keringat yang mengiringi langkah kemana ia membawa banyak sekali Mutiara Kuning dari lembah Ijen yang merupakan sebuah “Berlian” agar dapat menyambung hidup keluarga yang tlah menunggunya untuk kembali kerumah.

Kehidupan sosial penambang belerang sangat terjaga dengan baik.

Para penambang berangkat dan pulang bekerja bersama-sama dalam setiap aktivitasnya sebagai penambang.  Rasa sosial yang tinggi ditunjukkan dengan adanya sebuah kepedulian dan rasa kehilangan, jika salah satu teman mereka tidak bekerja. Adanya kebiasaan bercanda bersama saat penambangan membuat mereka terikat pada suatu ikatan emosional yang tinggi.

Menurut saya pribadi, Sebenarnya mereka adalah objek utama wisata, salah satu alasan kuat mengapa ada banyak sekali turis datang mengunjungi daerah wisata ini. Sosok orang yang patut kita perhatikan dan teladani semangat yang mereka miliki seakan tak pernah termakan zaman. Keramahan, kepedulian, serta kegigihan yang patut kita contoh untuk bersama-sama membangun negeri ini agar lebih pantas untuk dikatakan sebagai negara yang Merdeka!

Orang-orang yang sehari-harinya bermandi keringat itu adalah kumpulan penambang belerang tradisional yang dimiliki oleh Bondowoso tercinta. Mereka adalah seseorang yang pantas dikatakan sebagai orang-orang yang kuat dan hebat, tidak semua yang dikatakan hebat adalah orang yang memiliki pengetahuan yang luas, berpendidikan, sarjana dan berprestasi, tetapi orang hebat adalah orang yang tegar dan tetap semangat menjalani hidup yang pahit ini dengan senyuman, dan orang hebat adalah seseorang yang mampu bangkit ditengah keterpurukan yang melanda hidupnya. Mengapa demikian? Bayangkan saja, Beban yang diangkut masing-masing penambang belerang beratnya mencapai 85-100 kg. Beban ini luar biasa berat buat kebanyakan orang, apalagi belerang diangkut melalui dinding kaldera yang curam dan 800 m menuruni gunung sejauh 3 km. Terlebih, Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata 25 ribu rupiah per harinya. Seorang pemikul biasanya hanya mampu membawa turun satu kali setiap harinya, karena beratnya pekerjaan.

Bukan hanya itu, mereka dengan beraninya mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Disana asapnya cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang tanpa kenal lelah. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning. Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui jalan setapak.

Selain harus melewati jalan-jalan yang curam, kandungan asap yang dikeluarkan dari belerang nyaris membahayakan, dapat mengakibatkan rasa mual, pusing juga dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru karena asap yang dikeluarkan dari kawah dimana tempat bebatuan  belerang berada dan karena terlalu sering menghirup asap tersebut tanpa menggunakan masker.

Menurut informasi yang saya dapatkan, Senyawa organik yang terkandung dalam belerang sangat penting. Yaitu meliputi, Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida.

Begitu berat bukan? Pekerjaan yang mereka tekuni selama ini sesungguhnya adalah salah satu jenis pekerjaan maut.

 

 

21 17

Pekerjaan melelahkan dan berbahaya ini juga dilakukan sejak jam 3 pagi sampai jam 3 sore dengan harga perkilo ± 600 rupiah. Sehingga apabila mereka sanggup membawa beban rata – rata 70 kg perpikulan dengan 3 pikul yang artinya 3 kali pulang pergi maka mereka hanya mendapat 126 ribu per-hari. Namun, hari kerja mereka rata – rata adalah 2 hari kerja dan 1 hari libur. Sebagai tambahan pendapatan mereka seringkali menjual souvenir patung cetakan dari belerang murni mereka dengan harga 5ribu perbiji. Juga seringkali mereka bertindak materilistis dengan meminta bayaran 10 ribu per-pose apabila mereka dipotret utuh ketika bekerja. Memang mungkin bila dihitung kasar pekerjaan marabahaya ini begitu menggiurkan namun,berdasarkan pengamatan, memang pendapatan mereka cukup besar, akan tetapi mengapa rata-rata para penambang belerang hidup secara sederhana dan mengalami kesulitan ekonomi?

Secara logika, mereka tergolong masyarakat “bagian bawah” mungkin karena beberapa faktor. Salah satunya disebabkan oleh SDM yang rendah. Karena, mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil masih belum mampu berpikir secara kritis. Misalnya, mereka sebagai penambang belerang masih belum mampu mengolah pendapatan yang mereka terima dengan sebaik mungkin. Dan mereka tergolong masyarakat yang “konsumtif”. Mungkin beberapa dari mereka tak memiliki pemikiran untuk menyimpan sebagian pendapatan yang mereka terima sebagai tabungan. Hal ini dikarenakan masyarakat disana memiliki pola pemikiran yang sederhana. Dengan pola pemikiranan yang demikian, kehidupan seseorang tak akan pernah maju meskipun pendapatan yang mereka peroleh besar sekalipun.

Faktor lainnya yaitu, Pendidikan yang rendah (masih terkait dengan pola pemikiran yang sederhana). Contohnya, Di kawasan Kawah Ijen, terutama mereka yang bertempat tinggal di lereng Gunung Ijen, lebih memilih untuk bekerja sebagai penambang belerang. Pilihan ini diambil karena untuk menjadi penambang belerang tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi, melainkan hanya kerja keras dan kekuatan fisik.

Faktor yang mempengaruhi berikutnya, yaitu dengan di naikkannya harga belerang menjadi 600 rupiah perkilogramnya, keputusan ini tidak banyak membantu para penambang dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, apalagi bagi mereka yang  memiliki anak dalam jumlah yang banyak serta para penambang yang memang sudah berusia lanjut dan tidak kuat lagi mengangkat beban yang terlalu berat, akhirnya para penambang yang tergolong manula ini mengangkut belerang semampunya tanpa adanya target hasil. Keadaan ini juga yang membuat kehidupan ekonomi para penambang menjadi sangat minim.

Kondisi penambang belerang memang semakin memprihatinkan, yang mana ekonomi mereka semakin sulit dikarenakan semakin mahalnya barang-barang kebutuhan pokok yang harus dibeli semakin mahal. Sehingga masyarakat yang berpenghasilan rendah termasuk penambang belerang akan semakin terpuruk kondisinya. Kenaikan harga kebutuhan hidup dikhawatirkan berdampak kepada kehidupan para penambang belerang khususnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dan jika tidak dirumuskan kebijakan yang memihak rakyat kecil maka akan memunculkan dampak sosial yang sangat besar di masyarakat seperti peningkatan jumlah kemiskinan, meningkatnya jumlah pengangguran dan masalah-masalah sosial lainnya.

Bukan hanya itu, pada tahun 2009, para penampung belerang mereka yaitu perusahaan gula di Banyuwangi mayoritas sudah mulai mengurangi pembelian mereka akan belerang kawah ijen, ini dikarenakan mengimpor belerang dari Singapura lebih murah. Jadi bila hal ini dibiarkan terus menerus maka kemungkinan tahun-tahun berikutnya kita bisa saja tidak melihat aktivitas para penambang Belerang ini. Walau memang aktivitas ini sejatinya kurang beradab.

DSC0081356 IMG-20141019-WA0199IMG-20141019-WA0194DSC_3967

Bahkan ada beberapa masalah yang dialami oleh para penambang belerang di daerah sana, antara lain yaitu Kegiatan penambangan ternyata sempat menimbulkan kontroversi. Akibat keuntungan yang menjanjikan, sempat juga dipaksakan sebuah proyek pembuatan pipa saluran yang dapat langsung menuju tempat olahan di pinggir jalan raya. Namun, karena desakan beberapa LSM lingkungan setempat yang merasa keberatan akan kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi dari pembangunan tersebut, akhirnya proyek itu tidak jadi dilaksanakan. Bisa dibayangkan memang bila proyek tersebut benar terjadi, berapa banyak daerah yang akan tergerus, belum lagi dampak hilangnya mata pencaharian para penambang tradisional yang sudah puluhan tahun menambang di Gunung Ijen.

Hal ini yang menjadi beberapa kendala bagi para penambang dan membuat kondisi perekonomian mereka masuk dalam kategori rendah. Belum lagi dampak dalam diri penambang belerang sendiri, yakni kerusakan paru-paru akibat gas yang dikeluarkan oleh kawah dimana tempat bebatuan  belerang berada.

Meski demikian, masih dapat kita lihat bersama senyum keikhlasan yang terpancar dari raut wajah mereka yang sebenarnya menyimpan berbagai masalah kehidupan yang suatu saat nanti mampu membuat mata pencaharian yang sudah mereka tekuni bertahun-tahun perlahan pupus dan hilang. Pekerjaan yang sangat berbahaya dan cukup mematikan ini hanyalah satu-satunya yang membantu mereka untuk tetap bertahan hidup dan menghidupi keluarganya.

Lalu, untuk menambah penghasilan, mereka juga banyak yang menawarkan jasa mengantar hingga ke lokasi pertambangan. Dengan demikian, jangan sebut mereka matrealistis atau pamrih dalam menolong para wisatawan. Karena untuk bisa mencapai Kawah Ijen dan lokasi tambang belerang, dari puncak kita masih harus berjalan sekitar satu kilometer dengan trek yang sangat sulit juga batuan kering yang terjal. Kita harus sangat memperhatikan setiap langkah kaki yang diambil karena sangat berbahaya bagi penambang yang masih di bawah apabila ada batu yang jatuh akibat salah langkah.Jadi,kita sudah tau bukan alasannya? Menjadi seorang guide tidaklah mudah, apalagi dengan lokasi yang sangat membahayakan seperti itu, belum lagi para penambang harus extra hati-hati dalam memandu dan membawa para wisatawan, karena itu sudah menyangkut nyawa seseorang, salah satu langkah saja  sudah fatal akibatnya.

Mereka bagaikan budak ekonomi di era Globalisasi seperti saat ini, tenaga yang mereka keluarkan tak sebanding dengan apa yang mereka terima. Setiap keringat yang mengucur dari tubuhnya, tak sebanding dengan nikmatnya setiap makanan yang ia telan. Sungguh miris kehidupan para penambang belerang seperti mereka ini. Saya akhirnya mengerti mengapa para penambang tersebut selalu meminta sebatang rokok kepada beberapa pengunjung, karena ternyata satu kilogram belerang yang mereka bawa saja tidaklah cukup untuk membeli sebatang rokok yang mereka hisap tersebut. Bahkan, dari setiap kilogram yang mereka bawa, dengan keringat deras yang mengucur, dari setiap kilogram yang melukai punggung kecil mereka ada perjuangan untuk bisa bertahan hidup, dari setiap kilogram yang meremukkan tulang mereka yang ringkih ada seuntas senyum dan harapan bahwa mereka akan pulang dengan membawa uang untuk membeli beras kepada istri yang menunggu di rumah.

Maka dari itu, ayo kita jangan sampai lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini,

Mereka yang sudah tua saja masih semangat, kenapa kita tidak??

 

*Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya Informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah Kebersihannya dan hindari segala bentuk Vandalisme..

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati termakan usianya sendiri.

Jaga Indonesia dan Semesta ini untuk cucu kita nanti, agar kelak mereka juga bisa menikmati apa yang namanya Paradise of Indonesia itu..

IMG_20150215_102341

Photos by : Anton Gamaliel & Fajar Achmadi #G4D4Adventure

#SalamLestari

#‎CeritaUntukIndonesia

-FA-

Rinduku Tertinggal di Shelter Akhir

Ini adalah perjalanan saya yang ke sekian kalinya ke Semeru, atap tertinggi pulau Jawa. Rencana pendakian berawal dari kemauan dan desakan salah satu teman. Dia sangat tertarik untuk kesana, setelah sebelumnya melihat foto-foto saya via social media dan blog pribadi saya.. Kita yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari saya sendiri (Malang), Suryadi (Balikpapan), Bejo (Bontang), Pak Ruslan (Makassar), Mbak Yanti (Surabaya), Maulana (Balikpapan), Hamid (Bogor) langsung berdiskusi, dan diputuskan tanggal 15 Agustus 2015 kami akan jalan. Kami juga mencoba mengajak teman-teman lain yang mau ikut. Hasilnya sekitar 7 orang yang mau jalan dan mereka semua baru pertama kalinya ke Semeru. Saya dipercayakan untuk mengatur semua persiapan dan perlengkapan dengan dalil sebagai orang yang sudah sering menginjakan kaki disana..

15 Agustus 2015

MALANG

7 orang dari kami, memulai perjalanan hari itu dari Stasiun Kota Malang. Tepat pukul 08.00 WIB. kami bergerak menuju Tumpang, suatu desa kecil di kab. Malang. Dari sana, kami berganti kendaraan menggunakan Jeep berpenggerak 4×4 untuk menuju pos perizinan, yaitu pos Ranupani. Untuk menuju Ranupani,
Hari itu kami bertemu 2 orang teman baru, yaitu bule dari Prancis! Haha . Mereka berdua bernama Clo & Marie. Rupanya mereka kebingungan karena tidak ada satupun orang yang mereka jumpai dapat berbahasa Inggris. Kalo kami, yah lumayan lah, buktinya kami bisa bercakap-cakap dengan mereka. Haha 

 

RANUPANI

Perjalanan menuju Ranupani, kita akan melewati perkebunan penduduk. Kita juga akan melewati hutan, tetapi ada jalan aspal di dalamnya. Di tengah-tengah perjalanan, kita juga akan melihat savana Bromo dari atas. Semua pemandangan ini indah sekali, yang disayangkan hari itu, langit menggantung banyak sekali awan, sehingga cuaca menjadi sedikit mendung.

Sekitar pk 14.00 WIB, kami sampai di pos perijinan Ranupani. Kabut sangat tebal menyelimuti kami & beberapa kali hujan turun rintik-rintik. Pelajaran pertama yang saya dapatkan adalah “Jangan pernah sekalipun meremehkan cuaca di gunung”. Meskipun saat itu bulan Agustus, yang seharusnya matahari bersinar terik, tetapi di ketinggian 2.162 mdpl, hal tersebut tidak berlaku.

IMG_3236

img_0119

Di sekitar pos Ranupani, terdapat beberapa warung kecil yang menjual makanan. ada satu warung favorit saya.. namanya warung “Langit” mungkin karena warung itulah yang paling dekat dengan langit.. hihihihihi   

Di sana dijual nasi rawon, soto, pecel & beberapa makanan lainnya. Harganya, tentu saja mengejutkan, karena untuk seporsi nasi rawon, dengan irisan daging, dan kuah lezat yang panas kita hanya harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 12.000,-. Menurut saya sih termasuk murah.

Pk 15.00 WIB, kami memulai perjalanan. Harap-harap cemas tanpa tahu medan-nya seperti apa, saya pede2 aja membawa tas carrier 80lt full barang bawaan & logistik. Harapan kawan-kawan saya bisa segera sampai di Ranukumbolo & menyaksikan dengan mata kepala sendiri keindahan danau yang membuat banyak orang terobsesi ke sana. Harapan mereka sepertinya kandas saat melewati & merasakan dahsyatnya trek menuju Ranukumbolo. Pk 17.00 WIB, langit mulai gelap, matahari yang sedari siang terhalang pekatnya kabut, sudah tidak bisa diharapkan untuk memberikan kami penerangan. Dalam waktu yang bersamaan, hujan pun mulai turun.  Di tengah perjalanan, saya sempat kedinginan, suhu yang menurun, disertai tetesan air hujan membuat jaket kami basah. Beruntung kami semua sudah siap dengan raincoat dan flysheet yang bisa dibuka di tengah jalur pendakian tanpa mendirikan tenda…

  • TIPS untuk teman2 pendaki, jika ingin mendaki gunung di atas 3.000 mdpl, saya sarankan gunakanlah sepatu yang nyaman. Bersol karet, sehingga tidak licin. Kalau ada, gunakanlah sepatu gunung. Jangan memakai jaket dengan bahan tebal. Selain ribet, kalau basah, justru membuat badan kita semakin dingin. Cobalah menggunakan jaket tipe windbreaker & waterproof. Cukup pakai 1-2 lapis pakaian, percayalah bahwa perjalananmu akan lebih nyaman, daripada menggunakan jaket tebal, karena seiring pendakian, asalkan kita bergerak terus, suhu tubuh akan naik dengan sendirinya.

Kembali ke perjalanan, beberapa kali kami terpaksa beristirahat untuk menaruh barang bawaan & sekedar melemaskan otot pundak. Saya pribadi sudah biasa merasakan trek menanjak dari pos Landengan Dewo & Waturejeng hingga mencapai Ranukumbolo. Halangan terbesar kawan-kawan saya bukan pada kaki, melainkan tas carrier & nafas yang tersengal-sengal akibat udara tipis gunung di malam hari. Sedangkan Halangan terbesar saya, tas carrier double milik teman wanita yang sebelumnya hampir menyerah ditengah jalur.. memang bukan pertama kalinya saya menjadi porter dadakan..

Untuk kalian para pembaca, pastikan nggak akan mencoba perjalanan Ranupani-Ranukumbolo di malam hari. Mengapa? percayalah hampir semua pemandangan indah di sana hilang, kita berebut oksigen dengan tumbuhan yang ada disana.. (masih inget pelajaran IPA saat SD khan bagaimana cara/proses tumbuhan bernafas?), semua indera mulai, penciuman, perasa, pendengaran kita dipakai dan harus tetap fokus..

Sekitar pk 23.00 WIB, akhirnya kami sampai di Ranukumbolo Terdengar suara “woosh.. woosh….”, yaitu suara angin kencang yang berasal dari arah danau. Nggak pake lama, kami segera mendirikan tenda, begitu satu tenda berdiri, teman-teman saya yang kedinginan langsung masuk & menghangatkan tubuh..

Malam itu, kami bersyukur, akhirnya kami sampai di Ranukumbolo dengan selamat setelah menghabiskan 8 jam perjalanan akibat hujan & jalanan yang licin.

  • Satu lagi TIPS pendakian di trek Ranupani-Ranukumbolo, perhatikan Team-mu, jangan sampai terpisah, terutama jika melakukan pendakian malam hari. Sudah banyak cerita para pendaki yang tersesat di tengah-tengah hutan ini. Seandainya terpaksa harus dibagi menjadi tim yang berbeda, hal ini bisa saja disebabkan kecepatan masing2 orang yang berbeda, usahakan jangan sampai ada tim yang tidak memiliki tour guide/penunjuk jalan.

Puji syukur saya naikkan pada Allah malam itu, karena perlindungan-Nya nyata untuk team kami. Sebelum tidur, kami menikmati susu coklat & makan nasi beserta kornet goreng. Lumayan nikmat lah, meskipun nasi-nya kurang matang. Hehehehe..

 

16 Agustus 2015

RANU KUMBOLO

Hari itu saya terbangun pk 05.00 WIB, sayup-sayup terdengar celoteh dari tenda sebelah. Rupanya beberapa teman saya mulai terbangun satu persatu. 2 orang di antara kami mulai mengisi air di botol-botol yang sudah kosong. Sumber air terdekat tentu saja berasal dari danau. Saran saya, refill-lah sepagi mungkin ketika orang-orang belum terbangun dan beraktifitas. Air masih jernih, belum tercampur limbah dari para pendaki..

Dingin pagi itu terasa sekali. Saya berteriak memanggil teman dan bertanya, “Mataharinya keluar nggak?”  Alhamdulillah Kami berhasil merasakan suhu dibawah 0 derajat celcius dan takjubnya melihat matahari membelah 2 bukit kembar di sana! Bulan agusatus adalah posisi paling pas untuk SUNRISE di Ranukumbolo.. Kalau sulit ngebayangin-nya, bayangin aja gambar standar anak kecil, matahari persis di antara 2 bukit. 

Demi mengusir hawa dingin (yang memang beneran dingin), saya diajak teman mencicipi yang namanya tanjakan cinta. Menurut mitos, kalau kita bisa melewati tanjakan cinta sambil membayangkan orang yang kita cintai tanpa menoleh sedikitpun ke belakang, kita bakal bisa bersatu dengan orang yang kita cintai itu! Jujur, saya sendiri sih nggak percaya, dan yang pasti bakal nyesel banget kalo nggak noleh, karena pemandangan Ranu Kumbolo dari arah tanjakan cinta keren banget!

img_3396

dsc_0765dsc_0770

IMG_7886.JPG

 

dsc_0108

 

dsc_0106

Siang hari, sekitar pk 10.00 WIB, kami segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan menuju pos camping berikutnya, yaitu Kalimati. Sekali lagi saya harus melewati tanjakan cinta! Dari bawah, tanjakan cinta terlihat tidak terlalu terjal. Apalagi kalau hanya lihat di foto, tapi jangan berkomentar sebelum merasakan sendiri. Hahaha 😀 Mendaki tanjakan cinta dengan membawa tas carrier sebesar & seberat itu benar-benar sebuah tantangan buat kami. Apalagi setiap ada tanjakan, nafas boleh dibilang hampir habis. Memang benar, untuk mencapai Semeru, dibutuhkan stamina yang sangat kuat..

ORO-ORO OMBO

Setelah berhasil melewati tanjakan cinta, kami berhenti sebentar untuk mengatur nafas. Trek berikutnya adalah Oro-oro Ombo. Sebuah padang hijau yang sangat luas, berada di tengah kerumunan bukit-bukit. Di awal-awal musim pergantian musim penghujan menuju kemarau, seperti misalnya bulan Mei, kita akan disuguhi pemandangan indah dari hamparan tanaman Verbenna Brazilliensis Vell. Tetapi di bulan-bulan tengah, seperti Juli & Agustus, tanaman ini mulai kering. Bagi saya, oro-oro ombo adalah trek bonus di sepanjang perjalanan Ranupani-Semeru. Trek-nya datar & tidak ada tanjakan sama sekali..

img_8066

 

IMG_7897.JPG

CEMORO KANDANG

Setelah melewati padang verbenna, kami memasuki pos berikutnya, yaitu pos Cemoro Kandang. Disebut demikian karena memang trek berikut ini kami benar-benar melewati hutan cemara. Kami menjumpai banyak pohon yang tumbang, sepertinya akibat disambar petir. Jangan pernah meremehkan trek cemoro kandang dan jangan mengharapkan akan menjumpai turunan di pos ini, karena kami benar-benar terus menanjak, menanjak dan menanjak. Hahaha 

Melewati pos cemoro kandang ini, meskipun hari belum sore benar, masih sekitar pk 13.30 WIB, tapi kabut tipis mulai turun, alhasil udara mulai terasa dingin. Kami mengerahkan seluruh tenaga, demi secepatnya mencapai pos Kalimati.

dsc_0795dsc_0796

 

JAMBANGAN

Setelah berpuas ria dengan tanjakan demi tanjakan, akhirnya sekitar pk 16.00 WIB kami sampai di pos Jambangan. Sebuah dataran dan di sana kami bisa melihat gunung Semeru dengan jelas!!! (Di oro-oro ombo seharusnya bisa, tetapi saat itu tertutup kabut).

IMG_3419.JPG

IMG_3473

dsc_0803

 

KALIMATI

Pk 17.30 WIB, kami akhirnya sampai di pos Kalimati. Trek perjalanan dari pos Jambangan ke Kalimati relatif mudah, hanya setengah jam saja, kami sudah sampai. Sumber air terdekat yang ada di sana ada di tempat bernama Sumber Mani. 45 menit perjalanan PP untuk mencapai tempat ini. Beberapa di antara kami berangkat dan segera memenuhi botol kami yang kosong untuk perbekalan summit attack nanti malam dan tentu saja untuk memasak.

Beruntung bahwa hari itu kami mendapat shelter, yaitu semacam pos pondokan untuk para porter. Di sana kami terlindung dari angin dan tidak perlu repot-repot mendirikan tenda terlalu banyak.

Malam itu kami segera makan lalu beristirahat, kami masuk ke sleeping bag kami masing-masing sekitar pk 19.30 WIB. Berbicara tentang kenyamanan tidur selama pendakian, saya tidak mengalami kendala. Sleeping bag dan matras yang saya pakai tebal dan hangat. Teman saya menyarankan supaya memakai bantal angin, sehingga kualitas tidur pun lebih baik. Saya sendiri cukup menggunakan tas carrier sebagai sandaran kepala.

img_3333img_3340img_20161121_100811_hdrimg_20161121_101219_hdrimg_20161121_101401_hdr

 

Pk 23.00 WIB, saya dan team segera bangun dan mempersiapkan diri untuk perjalanan yang kami nanti-nantikan.
Briefing saya berikan tepat Pk 23.30 WIB. Cuaca malam itu cerah dan tidak ada angin. Teman saya berkata bahwa ini adalah kondisi yang sangat menguntungkan bagi kami. Tepat pk 00.05, kami semua berangkat. Tak lupa saya pimpin mereka untuk berdoa terlebih dahulu, menyerahkan setiap langkah kaki kami kepada Tuhan. Satu kalimat yg selalu saya katakan kepada tamu ataupun teman-teman sebelum menuju Puncak Abadi Para Dewa, “Untuk sampai ke atas dibutuhkan tekad yang kuat, kerjasama, dan kepedulian.. buang jauh-jauh ego kalian jika ingin menginjakkan kaki diatas tanah tertinggi pulau Jawa”.

17 Agustus 2015

ARCOPODO

Mendaki puncak Mahameru, kita akan selalu melewati suatu daerah yang bernama Arcopodo. Di tempat ini, trek yang dilalui cukup sulit dan menantang. Tidak terhitung berapa kali kami melewati tanjakan maut, disertai jurang di sebelah kanan-kiri kami. Jangan bercanda ketika dalam pendakian, karena nyawa taruhannya. Saling menolong dan solidaritas yang tinggi, itu yang kita perlukan. Bagi beberapa pendaki, ada 2 pilihan tempat camping. Yang pertama yaitu di Kalimati, dan yang ke-2 adalah di Arcopodo. Waktu itu ada salah stu kawan saya yang bertanya kepada ke saya, “Mengapa kita tidak menginap saja di Arcopodo? Bukankah itu lebih dekat?”

Ada 2 alasan yang saya berikan, yang pertama, tidak ada sumber air di Arcopodo, jadi dengan demikian, bila kami kehausan, kami tidak bisa mengambil air. Dan itu berarti mencobai diri sendiri. Alasan yang ke-2, trek menuju Arcapada lumayan berat, apalagi jika dilewati dengan membawa beban yang ada didalam tas carrier. Bagi saya itulah hal yang sangat masuk akal, mengingat perjalanan sebelumnya halangan terbesar kami adalah beratnya tas carrier. Jadi, silahkan memilih 🙂

DSC_0960.JPG

dsc_0287

BATAS VEGETASI / KELIK

Setelah sekitar 3 jam kami berjalan dari Kalimati, akhirnya kami melewati batas vegetasi, yaitu batas antara daerah hijau dan abu-abu di gunung Semeru ini. Dapat dilihat di google earth bahwa perbedaan warna perbatasan tersebut sangatlah mencolok.

“Gunung kalo masih warna hijau, itu berarti bukan gunung yang tinggi”. salah satu kalimat andalanku.. Selepas dari batas vegetasi, kita akan berjumpa dengan hamparan pasir dan batu. Selangkah demi selangkah kami berusaha mendaki, mendaki dan mendaki. Berikut ini beberapa tips yang ingin saya bagikan buat para pendaki,

  • Seperti yang saya bilang di catatan perjalanan hari pertama, pakailah jaket yang nyaman. Jangan terlalu tebal, lama-kelamaan itu hanya menghambat gerak tubuh kita.
  • Masing-masing orang harus membawa minum & camilan-nya masing-masing. Di perjalanan kami kemarin, sempat6 melihat pemandangan lain dari pendaki yang lainnya..  semua botol minum hanya dibawa oleh 1 orang. Hasilnya, untuk minum saja mereka harus saling tunggu.
  • Lebih mudah jika menggunakan tongkat. Kami membuat tongkat menggunakan kayu bakar yang ada di Kalimati. atau jika anda memiliki uang lebih belilah alat yg namanya Trekking Pole”
  • Atur langkah kaki baik-baik. Cerita bahwa pasir di Semeru membuat orang mundur 3 langkah ketika mereka maju 5 langkah itu bukan mitos ataupun cerita yang dibuat-buat. Jangan terburu nafsu ingin cepat sampai, tapi aturlah langkah dengan baik, demikian pula dengan nafas. Karena berdasar pengalaman saya, terburu-buru justru membuat stamina cepat hilang. Padahal perjalanan mendaki lumayan jauh (Khusus pemula :P).
  • berjalan zigzag itulah kunci kesuksesan yang sebenarnya.. memang melelahkan dan jarak tempuhnya lebih panjang, tapi percayalah hanya cara ini yang mampu menghemat stamina dan tenaga kalian..
  • Pakailah kaos kaki yang panjang melebihi mata kaki, atau Gaiter / Penutup celana untuk menutupi celah antara sepatu dengan celana, supaya kerikil tidak masuk. Pendakian akan sangat terganggu dengan kerikil yang masuk ke mata kaki.

20150721_055004

20150721_055010

dsc_0284

 

Beberapa orang dapat menyelesaikan pendakian dalam waktu yang relatif singkat, yaitu 3 jam. Tetapi bagi kami yang beberapa orang masih dibilang pemula, hal itu sebuah mimpi di awan-awan. Selangkah demi selangkah kami pertahankan tekad untuk mencapai puncak Semeru. Sekitar pk 04.00, warna langit sudah mulai berubah menjadi semburan warna oranye. Pertanda fajar segera menyingsing. Sejenak saya melayangkan pandangan ke atas, puncak tampak sangat dekat. Ternyata semua itu hanyalah tipuan mata belaka. Pk 04.30, langit sudah hampir menjadi terang, namun puncak tak kunjung tiba.. Dan disinilah cerita yang aku sebut dengan Amazinc Journey..

DCIM102MEDIAdsc_1020dsc_1021

 

“Massssssss Fajarrrrrrr..” teriak salah satu rekan saya asal Balikpapan..

sontak aku kaget dengan panggilan itu, sempat berpikir ada sesuatu hal negatif yg terjadi diatasku, tepat 10meter diatasku..

sedikit berlari kuhampiri hendra “Ada apa di??” balasku sambil berlari zigzag..
“Pak ruslan tumbang, beliau sesak nafas mas.. buruan mas.. pak rus udah kejang-kejang” teriak Suryadi.

Jantungku hampir berhenti saat melihat pak Ruslan yg sudah tergolek lemah diatas pasir bercampur batu atau jalur summit attack, tepat 400meter dibawah puncak Mahameru.

Hanya oksigen portable dan air hangat inilah penolongku,,

hampir 15 semprotan oksigen dari tabung keluar untuk menolong nyawa seniorku ini, dan air hangat dalam botol yang aku tarih di atas perutnya agar tidak terjadi kram perut nantinya..

hampir 20menit suasana tegang di jalur pendakian, beberapa pendaki yg lewat hanya menonton tanpa bisa berbuat banyak..

pak Ruslan perlahan bangkit, perlahan beranjak dari tanah, mencoba bangkit dibantu oleh Bejo..  Alhamdulillah pertolonganku tidak terlambat..

Terima kasih Ya Rabb.. Kau selamatkan nyawa senior saya, kau selamatkan nyawa guru saya..

tak kau coret catatan pendakianku dengan tinta merahmu..

Antara batas kesadaran, otak ingin sekali mencapai puncak, tetapi badan seperti berkata sudah. Tekad saya bulat harus mencapai puncak! sedangkan Semakin ke atas, trek yang dilalui semakin sulit. Kemiringan gunung bisa dibilang mencapai 45 derajat. Berjalan 1 langkah, mundur lagi 3 langkah. Perasaan saya saat itu cuma 1, putus asa. Beberapa teman terlihat beberapa meter di depan saya, mereka tampaknya tidak mau menyerah. hanya satu fokusku saat itu, pak Ruslan, Guruku, Seniorku, bapakku..

Di tengah pendakian, kami beralih haluan menuju ke jalur kanan, tampak lebih berbatu & sepertinya lebih gampang untuk dilalui. Tapi pandangan kami ternyata menipu. Bebatuan yang ada sangat rapuh untuk dijadikan pijakan. Berulang kami saya terpeleset & jatuh. Bahkan saya sempat terkena batu jatuh yang longsor akibat diinjak teman.

20150721_081335

Tanpa Basa basi, tugas sebagai sweeper aku oper ke Suryadi temanku asal banjarmasin, sedangkan aku turun membawa pak Ruslan menuju camp di kalimati..
Saya tidak mau mengambil resiko hanya untuk gengsi, hanya untuk pamer foto selfie yang sering kali dibuat acuan anak-anak kekinian..
Nyawa Pak Ruslan bukan sebuah pertaruhan gambling yg saya buat sebagai leader dan juga sweeper dalam tim ini..
biarlah saya dan pak Ruslan mengikuti upacara 17 Agustus di Kalimati atau biasa aku sebut dengan “Shelter Akhir”

IMG_3821

Kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Meski saya dan pak ruslan gagal, tekad saya nggak luntur. Saya nggak mau jadi pendaki yang ceroboh.

Mereka, kawan-kawanku yang bisa dianggap pemula berhasil menginjakkan kaki di tanah tertinggi pulau Jawa dan melangsungkan upacara 17 Agustus di puncak tertinggi pulau Jawa!
Bangga? Ya, saya bangga. Tapi kebanggaan yang ada di hati bukan tentang gengsi para pendaki terhadap sebuah ketinggian yang katanya puncak abadi para dewa. Masih teringat dengan jelas, pendakian yang lalu-lalu puncak selalu menjadi rumah singgahku. Persiapan yang saya lakukan luntur gara2 accident yg menimpa kawan dan juga senior saya asal makassar! sesak nafas, perut kram & beberapa kali hampir muntah, tapi yang saya ingat, kalian harus terus, kalian harus berhasil, sudah sampai sini, jangan menyerah.

Kalau kalian bisa mencapai puncak, bersyukurlah karena kalian diberi kekuatan! Kalau belum mencapai puncak, berbanggalah karena kamu sudah pernah merasakan yang namanya bersatu dengan alam dan berjuang dengan sahabat-sahabatmu! inilah sesungguhnya yg disebut perjalanan bukanlah ambisi untuk sebuah gundukan tanah kering hanya untuk mengambil sebuah foto selfie.. 

Terima kasih buat keluarga & teman-teman yang mendukung & berdoa buat keselamatan saya & tim. Mohon maaf, beberapa hari ke depan izinkan saya sharing banyak pengalaman yang saya dapatkan di pendakian kali ini. Pendakian ke Semeru kemarin jelas nggak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Berharga. Ya, sangat berharga. Beberapa teman meledek, ngapain naik gunung terus, hidup aja di gunung.  Ya, saya bangga karena saya mendaki sambil membawa tekad untuk mewujudkan mimpi teman-teman dan tamu saya, saya bangga bahwa saya mengusahakan banyak hal demi mencapai mimpi mereka! Meski hanya mimpi tentang gunung, tapi insha Allah dari sana justru saya maupun mereka akan belajar banyak hal tentang kehidupan..

IMG_1946IMG_2011IMG_3407IMG_3410IMG_3453

dsc_0263_2

img_9743

img_9749

Teruntuk putraku “Byan”

Rindu Ayah masih tertinggal di Shelter Akhir, Biarkan suatu saat nanti aku bisa membawa kembali Senandung padamu dan untuk para sahabat..

Senandung yang masih terngiang di telingaku.. Syahdu, mengundang rindu, yang sempat tertahan dalam kalbu..

Nampak di sana, Purnama menghangatkan malam..

Benderang dalam kelam..

Muncul layaknya bayangan yang mengisi setiap jengkal kehidupan..

Begitu berarti..

Walau tak pernah pasti,

Itu kan termiliki..

Asa itu selalu tersimpan dan membara di lubuk hati..

Suatu Malam di bawah bintang2 di jalur terlarang..
Teruntuk putraku yang sangat kusayangi, senandung itu tak kan selamanya berlagu bila kau selalu diam mengharapkannya, percayalah, untuk terus maju dan membuang semua peluh, yakin pada setiap apa yang kau impikan, hingga nanti senandungmulah yang akan berlagu untuk menyambut perwujudan mimpi-mimpimu..
Ayah akan selalu disini nak, menemani langkahmu, mengusap peluhmu, membelaimu dengan doa, menyambutmu dengan senyu terindah, memberikan bahu untukmu bersandar ketika kau lelah berlari untuk mengejar mimpi-mimpimu..

Ayah akan selalu terjaga untukmu, tertawa saat kau bercanda, menangis haru saat kau dapatkan kesempatanmu, sembari memelukmu erat..

IMG_1394IMG_1391

Ayahlah seseorang tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri..

Karena inilah cintaku.. Engkaulah kasihku “Byan”..

Saat ini bulan tak nampak, tapi bintang disini nampak memenuhi pandangan Ayah nak.. Kalo Byan ada disini pasti Byan bakal suka.. Ayah percaya bahwa Byan akan banyak berdoa & berharap pada bintang2 yg jatuh saat ini..

Ini Gunung favorit ayah, Gunung tempat ayah bekerja nak.. Bahkan Gunung ini mungkin bisa jadi tempat favorit kamu suatu saat nanti nak..
Inilah sebuah pengharapan yang tertuang ketika dingin memeluk malam, dalam hati kecilku di bukit ini.

Ditengah gelapnya jalur ini, Memoriku memutar kembali semua rentetan potret indah yang aku alami dengan “Pelangiku” Binar matanya, celotehannya, cemburunya, bawelnya, bahkan umpatan-umpatannya..

Meski memang ayah harus bekerja lebih keras lagi, tapi ayah akan selalu yakin untuk lepas dari ketidaktahuan.. karena semangatku ada disini, selalu membara dalam hati..

Terima kasih untuk pijar yang pernah kau cahayakan di perjalananku “Pelangi”..

“Everytime we fall down to the ground, we look up to the blue sky above
We wake to its blueness, as for the first time
Though the road is long and lonely and the end far away, out of sight
I can with these two arms, embrace the light
Somewhere a voice calls, in the depths of my heart
Keep dreaming your dream and dont ever let them aparts
The whispering voice we never want to forget, in each passing memory
Always there to guide you” –spirited away-
-FA-

IMG_2319

***

Jangan pernah meninggalkan Sampah Kalian di Jalur pendakian atau tempat anda bertualang..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati  seperti yang kita lakukan.. Pastikan pula mereka menikmati keindahan Indonesia..

IMG_20150215_102341

Photos by : #G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-