The Essence Of Discovery

The Essence Of Discovery

Ini pengalaman pertama ane untuk berpetualang ke negeri orang, tanpa mengurangi rasa nasionalisme saya sebagai orang Indonesia, saya menyetujui perjalanan ini. Okay, perjalanan saya di mulai dari menjelajah ke negeri jiran – Malaysia, tepatnya di Sabah, Kota Kinabalu.

608830464_n

467814400_n

Setelah bertualang di bawah laut, menikmati keindahan kota Kinabalu dari dasar laut (red. Baca menyelam) di Tuanku Abdul Rahman Marine Park, sekarang petualangan ane berlanjut ke Trekking di Gunung Kinabalu 4.095MDPL, suatu pengalaman baru mendaki gunung di negeri orang dengan ketinggian yang lumayan buat ane sebagai pemula (baca : newbie) apalagi ane bukan seorang pendaki gunung proffesional, ini hanya hobi menikmati dan mencintai alam melalui perjalanan ke gunung – gunung, sama ajah yak? Hehehee..

Gunung Kinabalu adalah dataran tertinggi di negeri jiran, dan gunung batu granit tertinggi se-Asia tenggara. Tenang puncak Cartenz masih gunung tertinggi kok, meski sudah ada Gunung Hkakabo Razi 5.881 mdpl di Myanmar yang sudah termasuk menjadi salah satu bagian ASEAN. Keindahan gunung kinabalu membuat gue berdecak kagum, bukan berarti gunung di Indonesia gak indah yah, tapi ane senang bagaimana pihak yang berwenang menjaga gunung tersebut yang dalam hal ini di kelola oleh pemerintah Sabah sendiri, bagaimana ane gak berdecak kagum kalo sepanjang jalan di jalur pendakian itu hampir semuanya bersih, ane hanya menemukan 2 botol air mineral, 2 bungkus permen, dan 1 bungkus cookies.

994759168_n.jpg

884956160_n.jpg

Untuk ukuran Taman Nasional, gunung Kinabalu termasuk bersih bagi ane. Maklum ane lagi mau belajar konservasi di Taman Nasional, supaya apa yang menurut gue baik bisa gue terapkan di Taman Nasional yang ada di Indonesia, bukan mau sok bijak atau sok peduli, tapi kalo bukan generasi ane dan ente semua, siapa lagi yang mau peduli sama alam Indonesia? Jangan hanya bisa menikmati namun tidak mau ambil alih untuk menjaga dan melestarikan nya.

 

Okay kembali lagi ke topik, pendakian ke Gunung Kinabalu. Pagi itu pukul 10.00 waktu setempat Ane sudah tiba di Pos Timpohon, dimana pos Timpohon adalah pos pertama untuk melakukan registrasi ulang. Di Pos ini kita akan diberikan intruksi dari trekking guide gunung Kinabalu tentang peraturan, rute, dan  tanda pengenal.

475782656_n.jpg

Oiyah mendaki gunung Kinabalu itu wajib memakai Trekking Guide (pemandu wisata khusus pendaki), biaya registrasi sudah termasuk dengan biaya Trekking Guide, Penginapan, dan Makan full board (selama pendakian).

Yuhuuu, jangan kaget bahwa mendaki Gunung Kinabalu gak perlu bawa tenda atau bawa bekal makanan berat, karna semua sudah di sediakan.

Bagaimana tidak, kalo di atas ketinggian 3.272mdpl terdapat beberapa penginapan dan restaurant yang mancil bingit..

895991808_n.jpg

Pendakian di mulai, hari itu cuaca sangat baik dan gue pun mulai disuguhkan dengan tangga – tangga kayu yang lumayan bikin dengkul mau copot.

695146496_n.jpg

Jalur nya cukup terjal, bebatuan dan lebih banyak tangga. Hutan tropis yang tidak terlalu padat bikin angin berasa lebih kencang, itulah sebab nya mendaki Gunung Kinabalu terkenal banget dengan angin yang sangat kencang. Maklum saja Sabah di kenal dengan sebutan “The Land Below The Wind” cari artinya di google yah :p

959962624_n.jpg

Pos ke 2 ada Pondok Kandis, dan takjub ketika ane melihat Pos/selther yang di buat untuk tempat pemberhentiannya itu keren banget, ada kamar mandi plus WC , tempat sampah kemudian ada juga tempat pengisian air minum yang berasal dari mata air Gunung Kinabalu. Bersih terawat dan tidak ada satupun coretan, bahkan di pos tersebut diberikan informasi tentang flora dan fauna yang berada disekitar pos tersebut serta di pasang juga peta dan rute yang akan dilalui untuk perjalanan berikutnya.

kinabalu4.JPG

Sekali lagi, bukan tidak bangga dengan Gunung di Indonesia, tapi bukan kah jauh lebih baik kalo Indonesia bisa menerapkan hal yang sama?

Atau setidaknya orang – orang yang mengaku suka mendaki gunung, coba deh terapin untuk gak corat – coret atau buang sampah sembarangan?  This is IMHO loh yah 🙂

646596362_n.jpg

398360693_n.jpg

555487232_n.jpg

Jalur ke puncak sangat terjal, ga ada ampun dan bikin dengkul bener-bener mau copot hehehe.. apalagi ditambah oksigen makin menipis, tentu saja bikin ane masih susah bernafas.. tapi tekad sudah bulat, buat ane “menyerah adalah pilihan terakhir” dan akhirnya selangkah demi selangkah, di tengah udara 1 derajat pagi itu, tepat pukul 7 pagi ane sampai di Tanah tertinggi di negeri jiran tersebut… Bangga banget rasanya.. apalagi saat itu ane adalah satu – satu nya pendaki dari Indonesia, ane berhasil mengibarkan bendera negara gue di negri orang..

216719872_n.jpg

Terimakasih Tuhan 🙂

 

Ada satu tulisan yang ane baca dan ane seneng banget, itu bisa jadi pedoman buat hidup ane tentang alam, tulisan nya begini

“Live your life each day as you would climb a mountain. An occasional glance towards the summit keeps the goal in mind, but many beautiful scenes are to be observed from each new vantage point. Climb slowly, steadily and enjoying each passing moment and the view from the summit will prove to be astonishing. God Bless :)”

Kira – kira seperti itu lah, dan itulah mendaki gunung.. Ente bukan Cuma cari puncak tapi ente harus bisa menikmati setiap perjalanan nya guys..

 

-Salam Lestari-

 

 

 

 

Advertisements

Menikmati Pesona Bromo bersama G4D4Adventure – Stop Dreaming Start Traveling

019834880_n

Indonesia memiliki berbagai macam wisata mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata budaya hingga wisata keagamaan. Salah satu wisata alam yang terkenal di Indonesia adalah gunung Bromo.

Gunung Bromo merupakan gunung api aktif yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori  pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

IMG_20170601_055827_HDR-01IMG_1737-01971689984_n

Gunung ini memiliki ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut. Meskipun gunung Bromo tidak setinggi gunung api lainnya namun Bromo memiliki pemandangan yang sangat mempesona dan mampu menghipnotis para wisatawan untuk berkunjung ke gunung ini.

Gunung Bromo menawarkan pemandangan sunrise  yang sangat indah dari puncak penanjakan. lokasi dari puncak penanjakan ini berada di sebelah barat gunung Bromo dan merupakan puncak tertinggi di sebelah barat Bromo. Selain menikmati Sunrise di puncak penanjakan, wisatawan juga dapat menikmati objek wisata lainnya seperti Kawah Bromo. Wisatawan dapat mengunakan kuda atau berjalan kaki untuk dapat menikmati kawah tersebut. Destinasi wisata selanjutnya  yang dapat wisatawan kunjungi adalah Padang Savana atau yang dikenal dengan Bukit Teletubbies.

IMG_1737_1487080145424IMG_1733-01IMG_1682DCIM102MEDIADCIM102MEDIA

Bukit ini berada di sebelah timur gunung Bromo, tepatnya di Kawasan Jemplang. Untuk berkunjung ke lokasi ini biasanya jeep sudah menawarkan paket kunjungan lengkap di sekitar kawasan gunung Bromo, sehingga para wisatawan dapat dengan mudah berkeliling kawasan bukit Teletubbies. Setelah itu wisatawan juga dapat mengunjungi Pasir Berbisik, mengapa dinamakan Pasir Berbisik? Karena adanya suara isik-isik yang ditimbulkan oleh tiupan angin yang menerpa  permukaan pasir halus yang bergelombang.

IMG_1787IMG_2198DCIM102MEDIAIMG_20170601_095131-01IMG_20170601_094335-01received_1930027140589196-01IMG_1699

Selain dapat menikmati wisata alam, Bromo juga menawarkan wisata budaya dan wisata keagamaan yaitu Pura Poten. Pura ini merupakan pusat ibadah bagi Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu dan sebagai lokasi acara adat seperti perayaan upacara Kasada Bromo. Kasada Bromo merupakan wujud persembahan kepada sang Hyang Widhi yang bertujuan untuk memperoleh berkah, menjauhkan malapetaka, dan wujud syukur atas karunia yang di berikan Tuhan. Biasanya upacara ini diadakan setiap bulan kasada hari ke- 14 pada penanggalan Jawa. Pelaksanaan upacara Kasada tentu sangat dinantikan oleh wisatawan yang datang untuk tour travel Bromo..

 

665627136_n

🙈🙈🙈🙈

📣
Ke BROMO takut Mahal?
Nih ada paket Hemat dari

TOUR BROMO SUNRISE 🌄 .
Pilihan Titik temu:
🔄 Titiktemu 1 : Kota Malang, Desa Tumpang
🔄 Titiktemu 2 : Kota Batu, Surabaya/ Bandara Juanda (Dikenakan Biaya Tambahan)

Fasilitas:
Private Trip=Privasi terjaga, tidak digabung peserta lain, waktu lebih bebas, lebih nyaman, barang bawaan lebih aman. Harga bahkan lebih murah dari Open trip
Transportasi PP dari Titik temu (Bbm + Sopir)
Jeep Bromo.
Tiket masuk wisata.
Driver guide.
Free parkir.
Masker Anti Debu
Bebas naik dan foto diatas atap Jeep, rasakan sensasinya naik diatas atap.
Rundown Interary bebas dilapangan.
First Aid Kit / P3k.
.
Destinasi Terlengkap:
1⃣ View Point sunrise: Penanjakan 1/2/3, Semua memiliki khas view tersendiri (Opsional)
2⃣ Love Hill (Bukit Cinta)
3⃣ Perbukitan Widodaren
4⃣ Bromo Kawah🔸Pura Poten🔹G.Batok
5⃣ Pasirberbisik🔹 Watu Singo
6⃣ Savana🔸Bukit Teletubbies
7⃣ Pohon jodoh / Akasia

Harga Paket Private Trip:
Rp 300.000/Orang (Jumlah 6 pax)
Rp.350.000/Orang (Jumlah 5 pax)
Rp 450.000/Orang (Jumlah 4 pax)
Rp.550.000/Orang (Jumlah 3 pax)
Rp 800.000/Orang (Jumlah 2 pax)

 

CONTACT RESERVASI :
FAJAR ACHMADI
Call / WhatsApp : +6282245923265
instagram : @fajar_achmadi & @g4d4adventure

#g4d4adventure Jagonya TOUR HEMAT..

FASILITAS LENGKAP Harga BERSAHABAT..

Stop Dreaming Start Traveling
Sampai ketemu Di Explore Bromo ya..

Buat mereka yang Selalu Tanya “Traveling Itu Untuk Apa, Sih?” Coba pahami “Quotes” berikut ini.

“Traveling itu, untuk apa sih? Buang uang, tenaga terkuras, apa coba yang kita dapatkan dari traveling?”

Nyatanya, banyak orang yang berpendapat seperti itu pada awalnya, tapi  kecanduan setelah mencobanya. Ya, traveling itu candu bagi pencintanya, bagi mereka yang telah merasakan ‘travelgasm‘ dan ‘kotak kebahagiaan‘-nya saat traveling. Nah, buat kamu yang masih terus nanya, “traveling itu untuk apa”, kamu perlu baca beberapa ‘travel quote’ ini:

1. Kalau kamu masih berpikir Jakarta itu Indonesia versi mini, kamu butuh luangkan waktu untuk ‘piknik’ keluar dari kotak ‘ibukota’

IMG_3419.JPG

Dulu saya pikir Indonesia itu Jakarta. Pemahaman saya tentang Indonesia itu absurd…. Setelah saya keliling Indonesia, saya paham betul bahwa tidak mungkin Jakarta jadi tolok ukur untuk menggambarkan Indonesia karena sangat tidak mewakili Indonesia secara keseluruhan.
-Pandji Pragiwaksono, Komika Profesional-

2. Nggak perlu takut kesepian kalau solo traveling, selama kamu punya niat ‘memulai percakapan’, tiap orang di jalan adalah teman dan saudaramu

IMG_2930-01.jpg

Memang benar bahwa “you’ll never be alone in traveling”. Jadi, nggak usah takut solo traveling!
-Trinity Naked Traveler, Penulis-

3. Pada dasarnya traveling itu memang senang-senang kok, senang-senang yang bermanfaat kalau kita mau ‘peka’ pada sekitar

img_2148

Traveling bukan tentang sejauh apa kita pergi, tapi tentang sebanyak apa pelajaran hidup yang kita dapat
-Shabara Wicaksono, Editor Phinemo.com-

4. Tiap orang punya ‘kotak kebahagiannya’ masing-masing bukan? Tapi, mencoba hal baru saat traveling juga penting. Siapa tahu kamu menemukan ‘kotak kebahagiaan’ baru

Saya lebih senang menunggu sunset dibanding sunrise, selain karena warna sunset lebih mewah dibanding sunrise, saya pun tidak perlu bangun subuh untuk menunggu langit berubah warna. Namun saat mengunjungi Bromo, sulit untuk melewatkan momen matahari terbit
-Marisckha Prudence, Travel Blogger-

5. Sejauh apapun kita melangkah, kita punya tempat tepat untuk berkata “Aku pulang”. Tempat yang akan menyambut hangat kepulangan kita

Saya sudah travel lebih dari 90 kota di dunia selama perjalanan hidup saya, tapi Indonesia tetap paling indah
-Ridwan Kamil, Walikota Bandung-

6. Alam yang indah dan orang yang tepat. Perpaduan sempurna menghasilkan kenangan indah, setuju?

IMG_20161122_051316.jpg

Alam dan manusia, dua subjek mengapa saya traveling
-Danar Tri Atmojo, Travel Photographer-

7. Pejamkan mata dan dengarkan lagu ini, rindumu pada alam akan makin tak tertahan

Ketika aku daki dari gunung ke gunung di sana kutemui kejanggalan makna, Banyak pepohonan merintih kepedihan dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
-Ritta Ruby Harlan dalam Lagu Pendaki Gunung-

8. Alam Indonesia yang indah itu sudah bukan rahasia lagi. Tapi bukan itu pesona Indonesia sesungguhnya di mata orang luar

img_20161123_131759_hdr-01

Kau tahu apa yang membuat Indonesia memesona? Orang-orangnya
-Joshi Daniel, Travel Photographer-

9. Video/foto traveling tak melulu harus pemandangan, kan? Menjadikan manusia sebagai ‘pemanis’nya tak akan pernah salah, percayalah

IMG_20161121_101401_HDR.jpg

Video-video pemandangan alam yang indah memang menyejukkan mata, tetapi juga bisa menjadi hampa dan kurang berbicara apa-apa, terkadang saya merasa perlu menyisipkan manusia di dalamnya
-Febian Nurrahman, Travel Videographer-

10. Traveling itu memang paling nikmat setelah bergulat dengan padatnya rutinitas sehari-hari!

img_0579

Seriously, it will not be that fun If you just go traveling, do some fun out there, and then return to your daily life once the holiday is over – without do anything in particular afterwards.

Resiko Kematian Pendaki Senior Jauh Lebih Tinggi Dari Pendaki Pemula

Into Thin Air versus The Climb

 

everestbooks-xlarge.jpg

 

10 mei 1996 adalah saat-saat yang paling kritis dalam hidup saya, kenang Sandy Hill Pittman. Meski ia selamat dari tragedi paling dramatis dalam pendakian gunung everest, tetapi trauma psikologisnya tidaklah hilang dalam waktu yang singkat.

everest_now_then_duo1asnow-blind-ambition-sandy-hill-pittman-vf

cpg-lfdwwaa2abd-jpg-mediumeverest__hill2aeverest_graphic1a

 

Bergabung dengan Mountain Madness Expedition dengan leader Scott Fischer (salah satu korban tewas) ia menjadi salah satu yang terkuat dari delapan klien yang dibawa oleh Scott. Tapi penulis tidak akan mengupas siapa profil Sandy ini. Penulis hanya mencoba melakukan deskripsi ulang berkaitan dengan kronologis tragedi everest 1996 dari dua manuskrip sejarah pendakian era 90-an (Into thin air dan The climb).

scott-140428-0004_1024__wm10691982.jpgscott_memorial_2

Satu hal yang menjadi titik berat adalah kegagalan manajemen resiko dari leader, sehingga tragedi mei 1996 ini terjadi dan menyebabkan total delapan orang menjadi korban. Seperti apa pentingnya manajemen resiko? tapi sebelum membahas itu kita lihat sisi teknis targedi 10 mei 1996 yang terjadi di zona merah everest antara jalur hillary step camp darurat di southeast ridge (8500 meter).

hillarystep2

07-rime-ice-on-climbers-summiting-670

Jhon krakauer dalam bukunya Into Thin Air: A Personal Account of the Mt. Everest Disaster secara cukup jelas mempermasalahkan Anatoli Boukreev karena tidak menggunakan tabung oksigennya dan justru memberikan kepada rekannya Neal Beidleman dalam perjalanan summit attack, sebagai tindakan yang menyebabkan ia harus segera kembali ke camp terakhir di south col untuk refresh dan menghangatkan badan lebih cepat dari kliennya. Disamping itu secara cukup subjektif Jhon menyalahkan terjadinya hambatan pendaki di hillary step dan the balcony sehingga waktu pendakian banyak terbuang dan akhirnya mayoritas pendaki baik dari team Scott (Montain Madness) ataupun Rob Hall (Adventure Consultants baru bisa mencapai puncak everest (8850m) lewat pukul 3 siang (kecuali Jhon,Anatoli dan Andy Harris) yang mencapai puncak everest pada pukul 1:12 p.m.

Dalam buku lain yang menjadi counter dari Into Thin Air, yaitu The Climb: tragic ambitions on Everest. Boukreev, Anatoli; G. Weston Dewalt (1997) dikupas secara jelas alasan-alasan yang menjadikan anatoli tidak menggunakan tabung oksigen di atas sana.

Penulis pribadi sebagai seorang praktisi petualangan memahami apa yang dilakukan Anatoli. Bukankah Anatoli pula yang mengevakuasi Sandy Hill Pittman, Charlotte Fox dan Tim Madsen secara bersamaan di tengah badai hebat di camp V /South Col (7900m) dan terpaksa meninggalkan Yasuko Namba (pendaki wanita jepang) karena kondisinya yang sudah sangat dekat dengan kematian?.Yang pada waktu kemudian menjadi sebuah kontroversi seperti juga Anatoli pernah katakan,

 I,m expressed profound regret at her lonely death, saying that she was just a little 90-pound woman, and that someone should have dragged her back to camp so she could at least die among her companions.

Pada ekspedisi selanjutnya bersama Team Indonesia Everest Expedition, Anatoli berhasil menemukan jasad Yasuko Namba di atas ketinggian 8000 meter dan menguburkannya secara sederhana dan beberapa hari setelah pendakian tersebut, ia meminta maaf kepada sang suami Yasuko karena telah gagal untuk menyelamatkan nyawanya.

36843469_1449901624rob-halls-team2

Sedangkan berkaitan dengan hambatan di hillary step, menurut saya Jhon Krakauer cenderung mementingkan teamnya (Adventure Consultants), padahal pada saat yang sama, team yang lain (Mountain Madness) juga berada pada tempat yang sama. Jika mau bercermin pada tahun 2003 dalam acara ulang tahun ke-50 everest, faktanya terdapat 100 pendaki di hillary step dan juga terjadi bottlenecks disana, tetapi semua bisa ke puncak dan kembali dengan selamat bukan?

Pada akhirnya objektivitas into thin air terjun perlahan dan berada dibawah the climb setelah majalah New Scientist mengangkat artikel hasil penelitian Kent Moore,dkk yang membuktikan bahwa faktanya badai hebat yang sangat buruk pada 11 mei 1996 itu mengakibatkan anjloknya kadar oksigen menjadi hanya 14% dari 30% biasanya kadar oksigen di ketinggian lebih dari 24.000 kaki. Dan sekarang orang lebih bijak menyikapi bahwa into thin air adalah curahan hati Jhon Krakauer seorang sedangkan the climb adalah sebuah narasi investigatif Weston Dewalt sebagai co-author.

Terkesan menjadi salah alamat ketika kritikan Jhon dilemparkan kepada Anatoli dalam into thin air. Idealnya ia (Jhon) lebih fokus untuk membahas sisi responsibilitas Mike Groom sebagai guide dari Adventure Consultants’ dimana Jhon ikut serta. Dan adalah sebuah kewajaran jika Anatoli diatas sana memprioritaskan untk menyelamatkan anggotanya sendiri (Mountain Madness). Dan ini sekaligus menjelaskan alasan mengapa Anatoli meninggalkan Yasuko Namba dan membiarkannya mati kedinginan. Dan saya pribadi berpendapat di titik inilah buku Into Thin Air mengalami pergeseran penilaian objektif menuju subjektif. Disamping pula ketika Anatoli menyalip Jhon yang sudah tidak memakai tabung oksigen sewaktu turun menuju south col pada pukul 2:30 p.m.

aa44_d022_00528r_2040-0everest2-xlargepuncak-everest

Dalam salah satu kalimat pada surat resmi yang dikirim Anatoli pada tanggal 31 juli 1996 kepada Mark Bryant, Editor Majalah Outside disebutkan bahwa

My decisions and actions were based upon more than twenty years of high altitude climbing experience. In my career I have summited Mount Everest three times.

Dari sini cukup terlihat jika pikiran seorang expert akan berada jauh didepan bahkan sebelum tragedi terjadi dan spontanitas seorang guide ketika memutuskan turun dari puncak dan meninggalkan klien yang berjalan terlalu pelan pun menjadi faktor penting dalam penyelamatan saat kemudian.

Dalam kalimat yang lain dalam surat yang sama disebutkan

I have considered what might have happened had I not made a rapid descent. My opinion: Given the weather conditions and the lack of visibility that developed, I think it likely I would have died with the client climbers that in the early hours of May 11, I was able to find and bring to Camp IV, or I would have had to have left them on the mountain to go for help in Camp IV where, as was in the reality of events that unfolded, there was nobody able or willing to conduct rescue efforts.

Jelaslah sudah bahwa pertimbangan seorang leader (guide) dalam setiap ekspedisi sangat vital bagi nyawa para klien yang dibawanya. Oleh karena itu hidup mati nya mayoritas klien dalam sebuah eskspedisi di ketinggian sangat erat dengan kualitas leader dan kebesaran hati klien yang tidak perlu memaksakan ke puncak jika leader (guide) berkata tidak.

Sayang, klarifikasi Anatoli yang cukup santun pada surat resmi nya itu tidak dibalas dengan hal yang sama oleh Jhon Krakauer dalam surat resmi nya tanggal 24 agustus 1996 yang juga ditujukan kepada redaksi majalah Outside. Pada akhir surat balasannya dengan cukup emosional Jhon Krakauer menyatakan

Many of us who were on Everest last May made mistakes. As I indicated in my article, my own actions may have contributed to the deaths of two of my teammates. Anatoli is an extraordinary Himalayan climber, and I don’t doubt that his intentions were good on summit day. What troubles me, though, is Anatoli’s utter refusal to acknowledge the possibility that he made even a single poor decision. Not once has he ever indicated to me that maybe, just maybe, it wasn’t the smartest choice to climb without gas or go down ahead of his clients. Anatoli doggedly insists that he would make the same decisions all over again–in his opinion, he was the only person on the mountain who did everything right. The rest of us fucked up big-time, but not Anatoli.

Sayang memang, akhirnya Anatoli pun harus tewas dalam pendakian marathon nya di akhir tahun 1997 di Annapurna (8078m), Simone Moro yang menjadi partner Anatoli pada pendakian alpine style tersebut meyakini kalau longsoran salju lah penyebab utama hilangnya Anatoli dan beberapa minggu kemudian dinyatakan tewas.

Arti Kebersamaan?
Anatoli, Bashkirov dan Vinogradsky adalah sebuah contoh sukses dari kerjasama dalam sebuah team yang melahirkan prestasi-prestasi di atas ketinggian. Kebersamaan yang mereka lakukan tidak semata-mata hanya untuk kepuasan pribadi atau golongan saja. Meski mereka semua adalah satu kampung (Russia) tapi prestasi yang mereka raih tidak lagi berlevel kampung dan duniapun mengakuinya, bahkan dalam masa-masa sulit akhir tahun 1997 ketika Anatoli dinyatakan hilang di Annapurna.

annapurnaboukreev2cherny2

Jika kita mau mencermatinya maka akan banyak manfaat yang bisa kita ambil dari perseteruan dua karya besar Into Thin Air dan The Climb berkaitan dengan tragedi everest 1996 yang lebih menjadi berbau politis dan penuh publisitas daripada sisi pendakiannya itu sendiri. Tetapi sangat disayangkan semangat dan kemauan bangsa kita dalam membaca masih belum menggembirakan. Lebih banyak hanya nyaman membaca artikel-artikel yang ada daripada membaca sumber-sumber artikel tersebut, sehingga dunia penerbitan buku di Indonesia menjadi terpuruk karenanya. Sayang sekali. 

 

 

 

Wisata Bromo Bersama G4D4 Adventure

Gunung Bromo | Siapa yang tidak mengenal keelokan tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada sendiri berada di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 m dpl memang sangat mempesona bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, dengan didukung oleh beberapa tempat wisata yang ada di sekitarnya menjadikan gunung ini sebagai tempat wisata yang unik dan asik. Wisata Gunung Bromo sendiri banyak dibilang oleh banyak kalangan sebagai Iconnya Jawa Timur, memang secara fisik gunung ini tidaklah sebesar gunung – gunung lain di Jawa Timur, seperti gunung Semeru, gunung Argopuro, gunung Arjuno dan gunung – gunung lainya, tetapi pesonanya yang indah sudah menggema tidak hanya di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.

Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dan nama Gunung Bromo sendiri konon berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dari Dewa menurut keyakinan agama Hindu.  Agama Hindu sendiri adalah keyakinan yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar tempat wisata di Jawa Timur ini. Penduduk sekitar gunung Bromo banyak dikenal dengan nama suku Tengger yaitu suku dari ras suku Jawa yang merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit.

img_6232

Untuk menikmati pemandangan dari gunung Bromo sendiri biasanya para wisatawan akan menuju ke View Point terlebih dahulu, View Point merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk melihat matahari terbit dan keindahan gunung Bromo dari ketinggian. Ada lima tempat yang bisa di gunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo melalui puncak bukit, diantaranya Pananjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit KingKong dan Puncak B29. tetapi untuk Puncak B29 tempatnya agak jauh dari keempat view point yang lainya, dan tempat ini merupakan tempat yang baru dikembangkan untuk dijadikan view point.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung Bromo tidak pernah lepas dengan cerita legenda dari Joko Seger dan Roro Anteng, cerita ini berkembang turun – temurun sampai sekarang. konon legenda ini merupakan legenda terbentuknya kawah gunung Bromo, gunung Batok dan lautan pasir yang ada di sekitar kaldera Bromo, sejarah singkatnya adalah sebagai berikut.

Pada jaman dahulu, disaat kerajaan Majapahit mengalami gejolak karena adanya banyak serangan yang mengancam kerajaan, penduduk majapahit kebingungan untuk mencari tempat yang aman. ditengah jalan akhirnya mereka berpencar menjadi dua kelompok, yang satu ke penggunungan disekitar Bromo dengan pemimpin rombongan adalah Raja dan Permaisuri dan yang satunya ke Pulau Bali.

Setelah beberapa dekade penduduk yang tinggal di kawasan Bromo mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, sampai akhirnya lahirlah seorang bayi dari pasangan Raja dan Permaisuri yang diberi nama Roro Anteng. dan tak jauh dari tempat sang Raja dan Permaisuri tinggal juga lahir seorang bayi laki – laki dari keturunan Brahmana yang diberi nama Joko Seger.

Setelah mereka tumbuh dewasa, kedua anak tadi saling jatuh cinta, tetapi dalam perjalanan kisah cinta mereka ada seorang raksasa yang mencoba untuk memisahkan mereka berdua, dengan cara melamar Roro Anteng dengan cara paksa, tetapi Roro Anteng tidak bersedia dan menolak dengan cara halus, yaitu dengan meminta syarat untuk membuatkan sebuah danau di atas Gunung Bromo dengan waktu hanya satu malam. Syarat tadi diterima dan pada proses pengerjaan danau tersebut sudah hampir selesai, Raksasa tadi digagalkan dengan tipu muslihat Roro Anteng. Raksasa tadi mengamuk dan melemparkan batok kelapa yang digunakan untuk menggalih danau tadi. dan konon batok kelapa tadi membesar sehingga membentuk gunung Batok, sementara danau tadi berubah menjadi sebuah kawah gunung.

Itulah legenda singkat mengenai asal muasal terbentuknya Gunung Bromo yang merupakan icon wisata di Jawa Timur.

Rute Perjalanan Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada. kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila Anda berasal dari luar Jawa Timur, Anda bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bandara atau Stasiun Kereta Api. kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

img_1168

img_1173

img_2930img_2045

dscn0225

1. Jalur dari Kabupaten Lumajang

Apabila Anda melewati jalur dari kabupaten Lumajang, Anda bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan senduro, dari sini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. apabila sampai di Jemplang Anda sudah bisa melihat pemandangan gunung Bromo dari kejauhan.

2. Jalur dari Malang

Untuk jalur yang melawati Malang, Anda bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang – Kab. Malang, dari sini perjalanan Anda akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang savana gunung Bromo

3. Jalur dari Pasuruan

Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui apabila Anda akan mengunjungi gunung Bromo, Perjalanan Anda bisa dimulai dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini Anda dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, Anda terus menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

4. Jalur dari Probolinggo

Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, Anda akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo. apabila Anda memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan Anda akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo. kemudia Anda akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi anda yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini Anda bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaipura.

Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan Anda diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Gunung Bromo

Destinasi wisata yang ada di gunung Bromo kebanyakan adalah wisata alam pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang akan membuat Anda terpesona dengan keindahan alam Bromo, bisanya para wisatawan yang datang untuk berwisata ke gunung Bromo akan memulai tour mereka pada malam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan sarana transportasi Jeep Hardtop atau Motor. kenapa demikian ? karena apabila Anda memulai tour pada jam – jam itu, Anda akan dapat menyaksikan keindahan Sun Rise  dari puncak bukit. adapun tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jawa Timur ini adalah sebagai berikut :

1. View Point

Seperti yang telah kita ulas sebelumnya bahwasanya View Point merupakan tempat yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo dari ketinggian, selain itu wisatawan juga bisa melihat matahari terbit saat pagi hari. Ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi yaitu Pananjakan, Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.

bromo-6.jpg

img_6768

img_6234

2. Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah ± 800 meter sangatlah unik, untuk dapat mengunjungi kawah gunung Bromo wisatawan biasanya melakukanya dengan menaiki kuda atau berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250. pemandangan dipuncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pemandangan pegunungan tengger dan gunung Batok yang membentuk garis – garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

wisata-bromo.jpg

img_8248img_8253

img_83691wisata-gunung-bromo-jawa-timurimg_3007img_1770img_1779dscn0215img_1754dscn0164img_1743img_1662img_1689img_1705img_1693img_8364

 img_1925img_1762img_1705img_1729img_1733img_1734img_1691img_1738img_1737tour-bromo-indonesiaberkoda

3. Padang Savana ( Bukit Teletubbies )

Padang savana merupakan sebuah hamparan rumput yang sangat luas dengan luas sekitar 10 Km persegi, tempat ini disebut juga bukit Teletubbies, sausana yang nyaman dan sejuk akan Anda rasakan apabila mengunjungi tempat ini, letak dari wisata ini berada di selatan kawah gunung  Bromo, tepatnya di kawasan jemplang. Anda akan menemukan keunikan dari gunung Bromo apabila mengunjungi tempat ini.

img_8263img_8265img_8271img_8275img_8276

img_2058img_2081img_2198img_2117

img_2122img_2148

img_2154

img_2154img_2163img_2189img_2191img_2169img_2165

savannavee

4. Lautan Pasir ( Pasir Berbisik )

Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis – garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir. tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

dscn0227

 

Tips Berwisata Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo memang butuh persiapan sebelumnya, untuk itu kali ini twisata akan membagikan tips untuk berwisata ke gunung Bromo, agar nantinya wisata Anda dapat berjalan menyenangkan. Adapun tips untuk berwisata ke Gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Pilih Waktu Yang Tepat

Mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini membutuhkan ketepatan waktu dan sesuaikan dengan rencana Anda, apabila Anda mengunjungi Bromo pada waktu musim kemarau, Anda dapat menyaksikan matahari terbit dengan sangat sempurna, tetapi kondisi pemandangan dari padang savana yang kurang begitu bagus, hal ini disebabkan rumput – rumput di padang savana yang mengering. Dan apabila Anda berkunjung pada musim penghujan, Anda akan kehilangan pemandangan Sunrise, tetapi keindahan padang savana yang menghijau akan dapat Anda nikmati dengan sempurna. jadi Anda dapat memprioritaskan kondisi yang bagaimana yang Anda inginkan untuk berwisata ke gunung Bromo..

2. Jagalah Kondisi Fisik

Kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik, hal ini dikarenakan suhu cuaca di gunung Bromo yang sangat dingin, jangan sampai pada saat Anda sedang asik berwisata di Bromo, kondisi fisik Anda menurun,  sehingga dapat mengurangi keceriaan Anda menikmati keindahan Bromo.

3. Persiapkan Perlengkapan Pribadi

Sebelum Anda berangkat berwisata ke tempat wisata di Jawa Timur ini, ada baiknya Anda mempersiapkan perlengkapan – perlengkapan pribadi seperti jaket, kaos tangan, kaos kaki dan masker. tetapi bagi anda yang tidak sempat menyiapkanya, didaerah sekitar Bromo banyak sekali penjual dan penyewaan perlengkapan – perlengkapan yang disebutkan. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan perlengkapan pendukung seperti kamere atau video shooting tripot dan juga makanan ringan.

4. Pesanlah Akomodasi Jauh – Jauh Hari

Dengan Anda memesan akomodasi jauh – jauh hari, Anda tidak akan kebingungan lagi pada waktu hari H nya, apalagi pada musim liburan, kebanyakan akomodasi dan penginapan yang tersedia sudah terbooking, dan kalaupun ada harganya akan lebih mahal.

Itulah ulasan mengenai Wisata Gunung Bromo semoga ulasan tadi bisa bermanfaat bagi Anda yang akan mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur ini.

 

Salam lestari, Kami dari G4D4 ADVENTURE Tour n Guide ingin mengajak agan-agan yang ingin merasakan indahnya Gn. Bromo

PERSYARATAN
-Peserta sehat rohani dan Jasmani

PEMESANAN
Pemesanan paket pendakian paling lambat H-10 dengan uang muka 50% di transfer melalui rekening BRI

INFO
Ring me : +62 82245923265
Ping me :  54239032
[Fajar Achmadi]
e-mail : g4d4adventure@gmail.com

CJXVqiXUYAEZUzC.jpg

 

 

Sehatkah Air di Ranu Kumbolo (Semeru)??

IMG_1463.JPG

p1100266.jpg

P E N T I N G  B U A T  P A R A  P E N D A K I
Jalur pendakian ke Gunung Semeru yang resmi dan wajib dipatuhi oleh semua pendaki adalah : Ranupani – Ranu Kumbolo – Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang – Blok Jambangan – Kalimati pergi – pulang. Semua pendaki DILARANG KERAS untuk mendaki DI LUAR JALUR PENDAKIAN YANG RESMI tersebut.

Kalaupun ada jalur pendakian yang lainnya, itu adalah JALUR KHUSUS UNTUK EVAKUASI TIM SAR TNBTS dengan TIM SAR LAINNYA.

Lamanya perjalanan pendakian Gunung Semeru adalah :

1. Ranupani – Ranu Kumbolo akan memakan waktu  5 jam perjalanan normal.
2. Ranu Kumbolo – Puncak Tanjakan Cinta memakan waktu 15–60 menit.
3. Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang memakan waktu 30–60 menit.
4. Cemoro Kandang – Kalimati memakan waktu 1 – 2 jam perjalanan.

Estimasi waktu tersebut bisa bertambah, tergantung Selfie selama perjalanannya..
😀

img_8201

foto 1

img_8066

img_1839img_3362img_1875img_3476img_1924

 

img_8172

 

 

Penting untuk diketahui :

1. Dalam perjalanan pulang dari Kalimati hingga Ranupani, anda harus membawa air minum yg cukup (jangan terlalu sedikit), karena anda akan merasa selalu haus sekali..

IMG_8536.JPG

 

2. Kalau anda kekurangan atau kehabisan air, sebaiknya anda mengambil dan menambah persediaan air minum anda di mata air SUMBER MANI (antara Kalimati dengan Blok Jambangan). Air dari Sumber Mani tidak perlu dimasak dahulu, karena airnya sangat bersih dan belum tercemar, jadi bisa langsung diminum.

IMG_3381.JPG
3. Untuk saat ini tidak disarankan untuk meminum air dari Ranu Kumbolo langsung tanpa dimasak dahulu, karena khawatir airnya sudah tercemar oleh kegiatan pendakian massal yang merusak lingkungan di tahun 2012 kemarin.

Dalam perkembangannya ranu kumbolo semakin memprihatinkan. Konon ranu kumbolo bagaikan surganya pendaki mahameru, namun sekarang sudah tak lagi. Sepanjang perjalanan dari ranu pane sampai ranu kumbolo pasti kita menemukan banyak sampah, contohnya botol plastik, bungkus permen, tissue, putung rokok, dll. Paling ironis di sekitar danau ranu kumbolo banyak sekali ditemukan botol-botol plastik, tissue, dan tak kalah juga kotoran manusia. Salah melangkah dapat menimbulkan malapetaka bagi yang menginjaknya.

img_8082img_8083img_8087img_8089img_8091img_8100

IMG_1730.JPG

IMG_8008.JPG

Kalaupun mengambil air buat konsumsi, kita harus menjauh dari area perkemahan, dikarenakan air danau yang sudah mulai tercemar. mengelilingi danau kita harus hati-hati, jangan sampai keluar jalur, karena banyak ranjau (kotoran manusia) yang mengancam.

Di sekeliling danau malah banyak tissue-tisue bekas  buang air kecil atau buang air besar, dan bahkan banyak kotoran manusia juga.

Miris bukan jika melihat mereka yg SEENAKNYA mendirikan tenda di pinggir danau, memasak, gosok gigi, mandi, cuci piring, cuci baju, bahkan berwudhu..
Kenapa tidak dihiraukan himbauan dan wejangan para petugas & saver sebelum mereka berangkat (Briefing di Ranupani). Itulah kenapa saya sarankan untuk memasak terlebih dahulu Air danau sebelum kalian mengkonsumsinya..
Lakukan segala aktivitas yg mengancam kebersihan air danau (Minimal 5-10 meter dari tepian danau)

Timbun atau buatkan lobang untuk air yg telah kalian gunakan & terkontaminasi (gosok gigi, mandi, cuci piring, cuci baju, bahkan berwudhu) tersebut agar tidak langsung bercampur dengan air bersih di Ranu Kumbolo..

 

img_8006

Menurut Parnginoto jangke sanimbela sebutan terkenalnya pak ingot Petugas pengelola TNBTS “kebanyakan pengunjung mahameru bukan pecinta alam hanya ikut-ikutan, dan juga karena dampak film, rata-rata tidak betanggung jawab untuk alam. Dari pihak Taman Nasional pun tidak bosan-bosannya mengingatkan sampah harus dibawa turun”.

Air danau Kumbolo mungkin kelihatan tampak bersih. Tetapi jika dilihat lebih dekat, saat tanah danau sedikit ditekan dan airnya mulai beriak, maka minyak-minyak itu akan tampak jelas. Air yang berminyak tersebut merupakan salah satu indikator telah terjadi pencemaran air. Pencemaran air dapat diakibatkan karena seseorang mencuci langsung di danau sehingga air bekas cucian bercampur dengan air danau, melakukan aktifitas mandi (shampoan, gosok gigi, pakai sabun,dll.), dan membuang sampah plastik ke danau.

Memang, kebanyakan sampah botol dan bungkus plastik tidak dibuang sembarangan, tetapi bekas sobekan kecil plastik jajan, plastik segel botol dan sobekan plastik kecil yang lain sering tidak diindahkan, berserakan ditanah. Sampah tisu memang bisa terdegradasi tetapi kandungan klorine didalamnya juga berbahaya bagi lingkungan.

Sebenarnya pengelola TNBTS telah melarang aktifitas yang berpotensi mengotori danau dan kawasan sekitarnya. Dan diwajibkan bagi siapa pun untuk membawa turun kembali sampah sisa bungkus makanan yang mereka bawa. Meskipun begitu, masih sering dijumpai pendaki yang melakukan kebodohan tersebut.

Kebodohan pendaki tersebut akan merugikan ekosistem hayati lingkungan sekitar. Untuk itu, setiap pendaki, siapa pun yang berniat mendaki, selain harus memiliki fisik, mental, dan persiapan yang matang juga harus dibekali wawasan terhadap lingkungan. Agar turut serta menjaga kelestarian alam. Jika ditemukan ada seseorang melakukan hal seperti itu, tugas kita untuk mengingatkan. Jika ditemukan sampah berserakan, tugas kita untuk mengambilnya.

Animo masyarakat yang tinggi untuk berbondong-bondong mendaki gunung Semeru tentunya bagus meningkatkan potensi dan kesejahateraan masyarakat sekitar Gunung Semeru. Namun, pihak pengelola Kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus juga memperketat pengawasan terhadap keselamatan pendaki dan Lingkungan. Terbukti, Ranu Kumbolo mulai tercemar.

Anda termasuk pendaki yg seperti apa guys?? yang seenaknya saja atau yang masih mau menghargai Alam dan pendaki lainnya?

IMG_3392.JPG

* Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Segala macam bentuk Vandalisme..

Jangan pernah mengambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap diam pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati keindahan Gunung dan Tanah-tanah tinggi di Indonesia..

IMG_20150215_102341Photos by :

Yusi Ariyanti, Triyono F, Tantri S, Muchsin, & Fajar Achmadi

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-