Taman Nasional Alas Purwo: Hutan Hujan Kuno di Semenanjung Paling Timur Jawa

” Jangan meninggalkan apa-apa kecuali jejak kaki , jangan ambil apa-apa kecuali foto! “

Ini adalah bagian dari kode petualang yang ditulis di atas salah satu pintu masuk ke Taman Nasional Alas Purwo , yang mengirimkan pesan yang kuat kepada siapa pun memasuki daerah untuk memperhatikan dan melestarikan salah satu hadiah terbesar alam kepada umat manusia . Meliputi area seluas 43.420 hektar, Alas Purwo Park terletak di Semenanjung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi , di ujung tenggara – sebagian besar Jawa Timur , di semenanjung langsung menghadap pulau Bali .

Taman Nasional Alas Purwo terdiri dari mangrove , savana , hutan hujan dataran rendah dan pantai karang – berpohon . Taman Nasional Alas Purwo dianggap memiliki hutan hujan tropis paling alami dan salah satu yang tertua di Indonesia . Ribuan migrasi burung mengunjungi hutan murni setiap tahun dan penyu datang untuk bertelur di pantai terpencil .

Alas Purwo juga merupakan rumah dari beberapa spesies langka dan terancam punah yang mencakup banteng Jawa atau banteng ( Bos javanicus ) , Ajag atau Asiatic anjing liar ( Cuon alpinus ) , Silvered Lutung , Merak Hijau , Merah ayam hutan , Olive Ridley penyu , sisik kura-kura dan penyu hijau . The s hutan juga tempat tinggal untuk kancil ( muntiachus muncjak ) , kera ekor panjang , lutung monyet , surili ( cervus timorensis ) , Kangkareng burung ( antracoceros coronatus ) , Rangkong burung atau burung enggang ( Buceros undulatus ) , dan masih banyak lagi .

Taman Nasional Alas Purwo (13)

Taman nasional ini dipenuhi dengan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun yang memiliki diameter rata-rata 30cm dan tumbuh hingga ketinggian 10-15 meter . Pada tahun 2002 , ada sekitar 580 jenis vegetasi yang telah diidentifikasi . Di antara beberapa ini adalah sawo kecik ( Manilkara kauki ) , nyamplung ( Calophyllum inophyllum ) , ketapang ( Terminalia cattapa ) , dan Kepuh ( stercullia foetida ) .

Dalam bahasa Jawa , Alas Purwo secara harfiah berarti ” Hutan Kuno atau Hutan Premordial ” . Menurut legenda setempat , Alas Purwo adalah situs di mana bumi pertama kali muncul dari laut . Banyak mencari pencerahan spiritual dan mistik berkumpul di sini selama bulan Suro , Tahun Baru Jawa . Peziarah ini datang untuk bermeditasi di gua-gua seperti Gua Istana ( Palace gua ) , Gua Putri ( Princess Gua ) , Gua Padepokan ( gua rumah perakitan ) , dan juga Gua Macan ( Tiger gua ) . Pura Giri Selokah , sebuah kuil Hindu di taman , juga menarik banyak peziarah , terutama selama ritual Hindu takut Pagerwesi .

Pengikut mistisisme Jawa juga percaya bahwa roh-roh mendiami pohon, batu , sungai dan mata air . Dalam ilmu Jawa , atau mistik Jawa , yang dikatakan memiliki kemampuan mengambil bentuk binatang liar . Jadi , bagi pengikut mistik Jawa , karena kekayaan flora dan fauna di Alas Purwo membuat area tempat ini sangat dihormati .

Salam Rimba

#G4D4Adventure

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s