Pengabdian Kepada Tuhan YME. Dengan mendaki Gunung

Mendaki Gunung, Pengabdian Kepada Yang Maha Kuasa. Sering kita mengetahui, turunnya populasi Edelweiss yang mengkhawatirkan di Alun – Alun Suryakencana dan di beberapa gunung di Indonesia, rusaknya alam gunung karena tingkat pendakian yang membludak, terasa mengusik nurani bagi pecinta alam sebenarnya.

20140529_065731 20140529_065952 IMG-20140529-01381

www.belantaraindonesia.org


Mungkin entah karena banyaknya promosi tentang kegiatan alam bebas terutama pendakian gunung baik lewat jambore, film, gathering, dan lain sebagainya yang tanpa panduan dasar konservasi yang baik, beberapa kabar buruk tersebut menghampiri kita. Seperti kata mendiang Norman Edwin, “Mau kemana pecinta alam indonesia?”.

Banyak yang terbius, euforia, memetik Edelweiss sebagai lambang ( semu ) keabadian cinta ( “mendingan lu pada nikah sana, biar tau apa arti kasih sayang” _Basuki T. Purnama ( Ahok ), 2013 )

Menaklukkan gunung sebagai simbol kegagahan dan kejantanan, memamerkan cerita. Lupakah kita pada kata – kata mendiang Idhan Dhanvantari Lubis :

Aku tidak pernah berniat menaklukkan gunung!
Mendaki gunung hanyalah bagian kecil dari pengabdian…
… pengabdianku kepada Yang Maha Kuasa! “

Idhan Lubis, 10 Maret 1969

Ya, mendaki gunung adalah pengabdian kepada Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu wajib ada suatu pemahaman dasar pada pribadi – pribadi yang akan melakukan pendakian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s