Menikmati Pesona Bromo bersama G4D4Adventure – Stop Dreaming Start Traveling

019834880_n

Indonesia memiliki berbagai macam wisata mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata budaya hingga wisata keagamaan. Salah satu wisata alam yang terkenal di Indonesia adalah gunung Bromo.

Gunung Bromo merupakan gunung api aktif yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori  pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

IMG_20170601_055827_HDR-01IMG_1737-01971689984_n

Gunung ini memiliki ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut. Meskipun gunung Bromo tidak setinggi gunung api lainnya namun Bromo memiliki pemandangan yang sangat mempesona dan mampu menghipnotis para wisatawan untuk berkunjung ke gunung ini.

Gunung Bromo menawarkan pemandangan sunrise  yang sangat indah dari puncak penanjakan. lokasi dari puncak penanjakan ini berada di sebelah barat gunung Bromo dan merupakan puncak tertinggi di sebelah barat Bromo. Selain menikmati Sunrise di puncak penanjakan, wisatawan juga dapat menikmati objek wisata lainnya seperti Kawah Bromo. Wisatawan dapat mengunakan kuda atau berjalan kaki untuk dapat menikmati kawah tersebut. Destinasi wisata selanjutnya  yang dapat wisatawan kunjungi adalah Padang Savana atau yang dikenal dengan Bukit Teletubbies.

IMG_1737_1487080145424IMG_1733-01IMG_1682DCIM102MEDIADCIM102MEDIA

Bukit ini berada di sebelah timur gunung Bromo, tepatnya di Kawasan Jemplang. Untuk berkunjung ke lokasi ini biasanya jeep sudah menawarkan paket kunjungan lengkap di sekitar kawasan gunung Bromo, sehingga para wisatawan dapat dengan mudah berkeliling kawasan bukit Teletubbies. Setelah itu wisatawan juga dapat mengunjungi Pasir Berbisik, mengapa dinamakan Pasir Berbisik? Karena adanya suara isik-isik yang ditimbulkan oleh tiupan angin yang menerpa  permukaan pasir halus yang bergelombang.

IMG_1787IMG_2198DCIM102MEDIAIMG_20170601_095131-01IMG_20170601_094335-01received_1930027140589196-01IMG_1699

Selain dapat menikmati wisata alam, Bromo juga menawarkan wisata budaya dan wisata keagamaan yaitu Pura Poten. Pura ini merupakan pusat ibadah bagi Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu dan sebagai lokasi acara adat seperti perayaan upacara Kasada Bromo. Kasada Bromo merupakan wujud persembahan kepada sang Hyang Widhi yang bertujuan untuk memperoleh berkah, menjauhkan malapetaka, dan wujud syukur atas karunia yang di berikan Tuhan. Biasanya upacara ini diadakan setiap bulan kasada hari ke- 14 pada penanggalan Jawa. Pelaksanaan upacara Kasada tentu sangat dinantikan oleh wisatawan yang datang untuk tour travel Bromo..

 

665627136_n

🙈🙈🙈🙈

📣
Ke BROMO takut Mahal?
Nih ada paket Hemat dari

TOUR BROMO SUNRISE 🌄 .
Pilihan Titik temu:
🔄 Titiktemu 1 : Kota Malang, Desa Tumpang
🔄 Titiktemu 2 : Kota Batu, Surabaya/ Bandara Juanda (Dikenakan Biaya Tambahan)

Fasilitas:
Private Trip=Privasi terjaga, tidak digabung peserta lain, waktu lebih bebas, lebih nyaman, barang bawaan lebih aman. Harga bahkan lebih murah dari Open trip
Transportasi PP dari Titik temu (Bbm + Sopir)
Jeep Bromo.
Tiket masuk wisata.
Driver guide.
Free parkir.
Masker Anti Debu
Bebas naik dan foto diatas atap Jeep, rasakan sensasinya naik diatas atap.
Rundown Interary bebas dilapangan.
First Aid Kit / P3k.
.
Destinasi Terlengkap:
1⃣ View Point sunrise: Penanjakan 1/2/3, Semua memiliki khas view tersendiri (Opsional)
2⃣ Love Hill (Bukit Cinta)
3⃣ Perbukitan Widodaren
4⃣ Bromo Kawah🔸Pura Poten🔹G.Batok
5⃣ Pasirberbisik🔹 Watu Singo
6⃣ Savana🔸Bukit Teletubbies
7⃣ Pohon jodoh / Akasia

Harga Paket Private Trip:
Rp 300.000/Orang (Jumlah 6 pax)
Rp.350.000/Orang (Jumlah 5 pax)
Rp 450.000/Orang (Jumlah 4 pax)
Rp.550.000/Orang (Jumlah 3 pax)
Rp 800.000/Orang (Jumlah 2 pax)

 

CONTACT RESERVASI :
FAJAR ACHMADI
Call / WhatsApp : +6282245923265
instagram : @fajar_achmadi & @g4d4adventure

#g4d4adventure Jagonya TOUR HEMAT..

FASILITAS LENGKAP Harga BERSAHABAT..

Stop Dreaming Start Traveling
Sampai ketemu Di Explore Bromo ya..
Advertisements

Wisata Bromo Bersama G4D4 Adventure

Gunung Bromo | Siapa yang tidak mengenal keelokan tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada sendiri berada di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 m dpl memang sangat mempesona bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, dengan didukung oleh beberapa tempat wisata yang ada di sekitarnya menjadikan gunung ini sebagai tempat wisata yang unik dan asik. Wisata Gunung Bromo sendiri banyak dibilang oleh banyak kalangan sebagai Iconnya Jawa Timur, memang secara fisik gunung ini tidaklah sebesar gunung – gunung lain di Jawa Timur, seperti gunung Semeru, gunung Argopuro, gunung Arjuno dan gunung – gunung lainya, tetapi pesonanya yang indah sudah menggema tidak hanya di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.

Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dan nama Gunung Bromo sendiri konon berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dari Dewa menurut keyakinan agama Hindu.  Agama Hindu sendiri adalah keyakinan yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar tempat wisata di Jawa Timur ini. Penduduk sekitar gunung Bromo banyak dikenal dengan nama suku Tengger yaitu suku dari ras suku Jawa yang merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit.

img_6232

Untuk menikmati pemandangan dari gunung Bromo sendiri biasanya para wisatawan akan menuju ke View Point terlebih dahulu, View Point merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk melihat matahari terbit dan keindahan gunung Bromo dari ketinggian. Ada lima tempat yang bisa di gunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo melalui puncak bukit, diantaranya Pananjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit KingKong dan Puncak B29. tetapi untuk Puncak B29 tempatnya agak jauh dari keempat view point yang lainya, dan tempat ini merupakan tempat yang baru dikembangkan untuk dijadikan view point.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung Bromo tidak pernah lepas dengan cerita legenda dari Joko Seger dan Roro Anteng, cerita ini berkembang turun – temurun sampai sekarang. konon legenda ini merupakan legenda terbentuknya kawah gunung Bromo, gunung Batok dan lautan pasir yang ada di sekitar kaldera Bromo, sejarah singkatnya adalah sebagai berikut.

Pada jaman dahulu, disaat kerajaan Majapahit mengalami gejolak karena adanya banyak serangan yang mengancam kerajaan, penduduk majapahit kebingungan untuk mencari tempat yang aman. ditengah jalan akhirnya mereka berpencar menjadi dua kelompok, yang satu ke penggunungan disekitar Bromo dengan pemimpin rombongan adalah Raja dan Permaisuri dan yang satunya ke Pulau Bali.

Setelah beberapa dekade penduduk yang tinggal di kawasan Bromo mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, sampai akhirnya lahirlah seorang bayi dari pasangan Raja dan Permaisuri yang diberi nama Roro Anteng. dan tak jauh dari tempat sang Raja dan Permaisuri tinggal juga lahir seorang bayi laki – laki dari keturunan Brahmana yang diberi nama Joko Seger.

Setelah mereka tumbuh dewasa, kedua anak tadi saling jatuh cinta, tetapi dalam perjalanan kisah cinta mereka ada seorang raksasa yang mencoba untuk memisahkan mereka berdua, dengan cara melamar Roro Anteng dengan cara paksa, tetapi Roro Anteng tidak bersedia dan menolak dengan cara halus, yaitu dengan meminta syarat untuk membuatkan sebuah danau di atas Gunung Bromo dengan waktu hanya satu malam. Syarat tadi diterima dan pada proses pengerjaan danau tersebut sudah hampir selesai, Raksasa tadi digagalkan dengan tipu muslihat Roro Anteng. Raksasa tadi mengamuk dan melemparkan batok kelapa yang digunakan untuk menggalih danau tadi. dan konon batok kelapa tadi membesar sehingga membentuk gunung Batok, sementara danau tadi berubah menjadi sebuah kawah gunung.

Itulah legenda singkat mengenai asal muasal terbentuknya Gunung Bromo yang merupakan icon wisata di Jawa Timur.

Rute Perjalanan Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada. kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila Anda berasal dari luar Jawa Timur, Anda bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bandara atau Stasiun Kereta Api. kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

img_1168

img_1173

img_2930img_2045

dscn0225

1. Jalur dari Kabupaten Lumajang

Apabila Anda melewati jalur dari kabupaten Lumajang, Anda bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan senduro, dari sini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. apabila sampai di Jemplang Anda sudah bisa melihat pemandangan gunung Bromo dari kejauhan.

2. Jalur dari Malang

Untuk jalur yang melawati Malang, Anda bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang – Kab. Malang, dari sini perjalanan Anda akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang savana gunung Bromo

3. Jalur dari Pasuruan

Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui apabila Anda akan mengunjungi gunung Bromo, Perjalanan Anda bisa dimulai dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini Anda dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, Anda terus menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

4. Jalur dari Probolinggo

Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, Anda akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo. apabila Anda memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan Anda akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo. kemudia Anda akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi anda yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini Anda bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaipura.

Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan Anda diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Gunung Bromo

Destinasi wisata yang ada di gunung Bromo kebanyakan adalah wisata alam pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang akan membuat Anda terpesona dengan keindahan alam Bromo, bisanya para wisatawan yang datang untuk berwisata ke gunung Bromo akan memulai tour mereka pada malam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan sarana transportasi Jeep Hardtop atau Motor. kenapa demikian ? karena apabila Anda memulai tour pada jam – jam itu, Anda akan dapat menyaksikan keindahan Sun Rise  dari puncak bukit. adapun tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jawa Timur ini adalah sebagai berikut :

1. View Point

Seperti yang telah kita ulas sebelumnya bahwasanya View Point merupakan tempat yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo dari ketinggian, selain itu wisatawan juga bisa melihat matahari terbit saat pagi hari. Ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi yaitu Pananjakan, Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.

bromo-6.jpg

img_6768

img_6234

2. Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah ± 800 meter sangatlah unik, untuk dapat mengunjungi kawah gunung Bromo wisatawan biasanya melakukanya dengan menaiki kuda atau berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250. pemandangan dipuncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pemandangan pegunungan tengger dan gunung Batok yang membentuk garis – garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

wisata-bromo.jpg

img_8248img_8253

img_83691wisata-gunung-bromo-jawa-timurimg_3007img_1770img_1779dscn0215img_1754dscn0164img_1743img_1662img_1689img_1705img_1693img_8364

 img_1925img_1762img_1705img_1729img_1733img_1734img_1691img_1738img_1737tour-bromo-indonesiaberkoda

3. Padang Savana ( Bukit Teletubbies )

Padang savana merupakan sebuah hamparan rumput yang sangat luas dengan luas sekitar 10 Km persegi, tempat ini disebut juga bukit Teletubbies, sausana yang nyaman dan sejuk akan Anda rasakan apabila mengunjungi tempat ini, letak dari wisata ini berada di selatan kawah gunung  Bromo, tepatnya di kawasan jemplang. Anda akan menemukan keunikan dari gunung Bromo apabila mengunjungi tempat ini.

img_8263img_8265img_8271img_8275img_8276

img_2058img_2081img_2198img_2117

img_2122img_2148

img_2154

img_2154img_2163img_2189img_2191img_2169img_2165

savannavee

4. Lautan Pasir ( Pasir Berbisik )

Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis – garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir. tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

dscn0227

 

Tips Berwisata Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo memang butuh persiapan sebelumnya, untuk itu kali ini twisata akan membagikan tips untuk berwisata ke gunung Bromo, agar nantinya wisata Anda dapat berjalan menyenangkan. Adapun tips untuk berwisata ke Gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Pilih Waktu Yang Tepat

Mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini membutuhkan ketepatan waktu dan sesuaikan dengan rencana Anda, apabila Anda mengunjungi Bromo pada waktu musim kemarau, Anda dapat menyaksikan matahari terbit dengan sangat sempurna, tetapi kondisi pemandangan dari padang savana yang kurang begitu bagus, hal ini disebabkan rumput – rumput di padang savana yang mengering. Dan apabila Anda berkunjung pada musim penghujan, Anda akan kehilangan pemandangan Sunrise, tetapi keindahan padang savana yang menghijau akan dapat Anda nikmati dengan sempurna. jadi Anda dapat memprioritaskan kondisi yang bagaimana yang Anda inginkan untuk berwisata ke gunung Bromo..

2. Jagalah Kondisi Fisik

Kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik, hal ini dikarenakan suhu cuaca di gunung Bromo yang sangat dingin, jangan sampai pada saat Anda sedang asik berwisata di Bromo, kondisi fisik Anda menurun,  sehingga dapat mengurangi keceriaan Anda menikmati keindahan Bromo.

3. Persiapkan Perlengkapan Pribadi

Sebelum Anda berangkat berwisata ke tempat wisata di Jawa Timur ini, ada baiknya Anda mempersiapkan perlengkapan – perlengkapan pribadi seperti jaket, kaos tangan, kaos kaki dan masker. tetapi bagi anda yang tidak sempat menyiapkanya, didaerah sekitar Bromo banyak sekali penjual dan penyewaan perlengkapan – perlengkapan yang disebutkan. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan perlengkapan pendukung seperti kamere atau video shooting tripot dan juga makanan ringan.

4. Pesanlah Akomodasi Jauh – Jauh Hari

Dengan Anda memesan akomodasi jauh – jauh hari, Anda tidak akan kebingungan lagi pada waktu hari H nya, apalagi pada musim liburan, kebanyakan akomodasi dan penginapan yang tersedia sudah terbooking, dan kalaupun ada harganya akan lebih mahal.

Itulah ulasan mengenai Wisata Gunung Bromo semoga ulasan tadi bisa bermanfaat bagi Anda yang akan mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur ini.

 

Salam lestari, Kami dari G4D4 ADVENTURE Tour n Guide ingin mengajak agan-agan yang ingin merasakan indahnya Gn. Bromo

PERSYARATAN
-Peserta sehat rohani dan Jasmani

PEMESANAN
Pemesanan paket pendakian paling lambat H-10 dengan uang muka 50% di transfer melalui rekening BRI

INFO
Ring me : +62 82245923265
Ping me :  54239032
[Fajar Achmadi]
e-mail : g4d4adventure@gmail.com

CJXVqiXUYAEZUzC.jpg

 

 

Surat Buat SoeHokGie

Herman Lantang, kita dan para penggiat alam bebas mengenalnya sebagai salah satu pendiri Mapala UI dan pernah menjabat sebagai ketuanya pada tahun 1972 – 1974. Dia adalah sahabat dari Soe Hoek Gie yang pernah menjadi inspirator gerakan demo long march mahasiswa UI untuk menggulingkan pemerintahan Soekarno pasca G30 S dan semasa Tritura.

www.belantaraindonesia.org

Herman Lantang adalah mantan mahasiswa jurusan Antropologi di FSUI dan juga mantan ketua senat Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 60 an.

Belakangan ini, perhatian Herman banyak tertumpah ke buku yang sedang digarapnya yang membahas 85 gunung di Pulau Jawa, termasuk gunung – gunung kecil macam Gunung Sanggabuana di Karawang Jawa Barat.

Persahabatan pun menjadi nilai yang sangat mahal baginya. Setiap kenangan terukir dalam pikirannya hingga terbesit dan menuliskan sebuah surat untuk sahabatnya.

Walaupun persahabatannya dengan Soe Hok-Gie hanya berlangsung kurang dari 6 tahun, yaitu sampai akhir hayatnya, tetapi Herman telah saling membina dalam nilai – nilai dasar hidup yaitu Takut akan Tuhan dan mencintai Tuhan serta ciptaan – Nya.

Adapun Nilai – nilai Dasar dalam kehidupan ini sangat mempengaruhi Gaya Hidupnya- “My way of Life”, dan melalui tulisan, pemikiran dan teladan yang diberikan Soe Hok Gie semasa hidupnya.

Soe yang baik,

Gak terasa ya udah 44 tahun lu berangkat tinggalin kita, ternyata gue sekarang udah menjelang umur 74, Soe. Jadi udah tua, tapi gue yakin Tuhan masih makai gue, Tuhan punya maksud memberi gue umur panjang, gak kayak lu dipanggil cepat. Dan, lu juga memberi dampak yang hebat buat orang – orang.

Gak terasa Soe, sorry gue sih niatnya masih pingin napak tilas ke Semeru, pasti masih bisa, walaupun gue sekarang udah patah kaki, pakai dua tongkat, udah stroke. Tapi gue yakin gue bisa, cuma satu, kondisi gak memungkinkan, gue harus terbang ke Malang dan pakai mobil ke arah Ranu Pane, baru gue jalan, bisa.

Berapa lama pun gue bisa naik turun Semeru, gue yakin bisa. Tapi kondisi gak memungkinkan, jadi terpaksa untuk tahun ini kita gak tapak tilas tapi datang ke tempat nisan lu, di Taman Prasasti, untuk ngumpul dan ngenang akan kebesaran Tuhan.

Gua prihatin Soe, Mapala UI sekarang gak memperingati ultah Mapala tanggal 12 yang lalu. Dan juga Mapala tidak buat acara untuk peringatan kepergian kalian 16 Desember. Tapi, that’s life ! Itu lah hidup, yang penting kita teman – teman lu masih tetap mengenang lu dan menjadi kenang – kenangan indah. Dan, menjadi satu pelajaran buat kita semua akan kebesaran Tuhan.

Di Taman Prasasti udah keren banget Soe, yang aslinya lu cuma punya nisan, “Nobody Knows The Trouble I’ve Seen” ( Negro Spiritual Song ). Yang lainnya udah dipugar secara keren untuk umum, tamannya bagus, tempatnya bagus, tenang.

Gue kemari tadi pagi, Joyce berangkat ke Cikini. Joyce bini gua, lu gak tahu kan gua akhirnya kawin juga?, dia jaga kemenakannya Retno Momoto, bininya Benny Mamoto yang tahun 1970 pernah ikut tapak tilas ke Semeru.

Gue sendirian di sini, tapi gua senang ditemanin teman – teman pecinta alam yang mengagumi lu, sialan! Emosi lagi kumat!, terima kasih Soe, ( menangis, suara tertahan beberapa detik ), lu menjadi teladan ( nangis lagi ) buat generasi penerus ( nangis ) walau lu udah gak ada, tapi pemikiran lu menjadi panutan orang – orang ( suara terbata – bata ).

Gua sedih, soal peristiwa Semeru, ada orang yang masukin ke

Facebook

dan orang – orang yang gak ngerti kita, gak ngerti persahabatan kita, mancing – mancing supaya gua panas, sebab kelemahan gue dari dulu kan gitu, cepet marah dan panas. Tapi puji Tuhan, gue dikaruniakan kebijaksanaan makin tua dan kesabaran dan gue belajar untuk jadi humble.

Gue sampai sekarang masih punya niat untuk datang ke Semeru, malah dengan Joyce punya niat untuk ke puncak Cartenz, itu bisa. Eh by the way, itu rumah kita mau dijual, dan kalau sudah laku bakal pindah ke Curug Nangka di Bogor.

Di situ gua akan dirikan perpustakaan, Benny Mamoto almarhum punya buku banyak kayak lu kan, buku – buku terlarang, Lenin, Mau Tse Tung, Bung Karno, Tan Malaka, kayak buku lu, untuk perpustakaan umum. Sayang, buku lu yang di Yayasan Mandalawangi gak jelas entah kemana.

Oke, itu aja, ya semacam berkeluh kesah. Kayak lu kan biasa begitu sama gue. Ok Gie, sampai ketemu di sana. Tungguin gue ya,,

Bye...

Sahabatmu,
Herman Onesimus Lantang-