Hipotermia

20140528_192317
ilustrasi
Ane sedih banget denger berita tentang kematian, aduh serem banget kata-katanya, denger berita tentang meninggalnya seorang remaja cewe berusia 16 tahun di Gunung Gede. Iya, meninggal di gunung. Sedih. 😥
Dengan berita begitu, makin nambah lagi daftar orang-orang yang meninggal di gunung, yang ketauan sama media. Yang belum ketauan mungkin masih lebih banyak.
Ane menyoroti meninggalnya Shizuko Rizmadani, remaja cewe tadi yang meninggal di Gunung Gede, gunung yang kata kebanyakan pendaki yang gue temui adalah gunung yang paling cocok buat pemula kayak almarhumah. Tapi nyatanya? Gak boleh banget deh nyepelein gunung.
Paling bikin sedih, Shizuko meninggal karena diduga HIPOTERMIA.  Sumpah, Ane cuma bisa nahan nangis. :(((
Again, semoga Shizuko diterima di sisiNya. Yang tenang di sana ya dek. :'(( #PrayForShizuko
***
IMG-20131225-WA0002_zpsafe8efbf
Dulu, pernah denger lagunya Gita Gutawa yang Parasit ndak sih? Nah, ada salah satu liriknya: “hipotermia di kutub utara”
Jadi hipotermia ada hubungannya sama sesuatu yang dingin. Bisa tatapan yang dingin, hati yang dingin, bisa juga pacar yang semakin dingin. Halah.
Pertama-tama, apa sih Hipotermia (Hypothermia) itu?
Pada dasarnya, hypo (rendah), thermia (panas), bisa diartikan sebagai suhu di bawah panas rata-rata tubuh. Suhu tubuh yang jadi abnormal. Gampangnya, hipotermia bisa diartikan kita mengalami kedinginan yang hebat. Tapi memang, kedinginan gak serta merta bisa dibilang hipotermia karena ukuran hipotermia adalah merosotnya suhu tubuh karena kehilangan panas yang begitu cepat. Kategori Hipotermia dimulai ketika suhu tubuh kita udah mulai berada di bawah 35 derajat Celcius.
Suhu di gunung bahkan bisa mencapai 0 derajat Celcius. Wajar banget kan kalau banyak kasus hipotermia di gunung?
Penyebab Hipotermia
 
Udah jelas dong, penyebabnya karena dingin. Suhu antara minus 1 derajat sampai 10 derajat celcius. Kehilangan panas tubuh. Karena kita lagi ngebahas gunung ya pasti salah satu penyebabnya adalah manjat gunung pas lagi musim hujan atau musim kemarau.Gunung itu dingin loh. Pake banget. Kalau musim hujan, meskipun gunung jadi lebih ‘hangat’ dari musim kemarau, tapi semisal keujanan dan badan tetap basah, itu juga bikin panas tubuh perlahan menghilang. Apalagi di musim kemarau. Biarpun siangnya panas, malamnya bisa dingin luar biasa. Pagi-pagi bahkan kita bisa liat embun yang udah berubah jadi batu es.

Tapi perlu diinget, Hipotermia ini bukan serangan utama yang bikin meninggal, kalau ditangani dengan bener, bisa aja diatasi. Yang ngekor di belakang hipotermia ini yang parah, yaitu, hipoglisemia, alias kurangnya gula darah, yang berefek bikin badan makin drop karena kehilangan energi.

Ciri-ciri Hipotermia
 
1. Biasanya diawali dengan tangan dan kaki yang mulai berasa dingin dan kebas
2. Menggigil gak kelar-kelar
3. Gemeteran, gerakan jadi super pelan, mau gerak aja jadi males karena super dingin, bahkan sampe tangan/kaki gak bisa digerakkin, bahkan napas aja kadang jadi beraaaaat banget
4. Gak bisa mikir dengan baik, ya gimana mau mikir yekan, yang ada cuma gimana caranya dingin ini bisa hilang
Kalau nemu temen yang lagi dalam kondisi begitu, plis banget segera ditolongin yak!
20140529_065731
P3H – Pertolongan Pertama Pada Hipotermia
 
1. Kalau masih dalam tahap hipotermia ringan, ajak teman kamu ke tempat kering, buat api unggun lalu nongkrong bersama doi di sana. Ajak ngobrol, ajak curhat, biar makin anget dan lupa sama dingin.
2. Ganti baju yang kering, baju basah tentunya bakal bikin kondisi temen kamu makin parah. Pakai jaket yang tebel-tebel atau berbahan dasar polar yang anget. Tutupi semua titik-titik vital yang gampang jadi dingin kayak telapak tangan, punggung, telapak kaki, kuping, dan leher.
Oiya, jangan pakai jeans. Selain bikin berat dan gak bisa bebas gerak, celana atau apapun yang berbahan dasar jeans JUSTRU gampang nyerap dingin. Percaya deh.
3. Kasih minum-minuman hangat kayak teh, jahe seduh, susu, asal jangan bir. Yakali. Emang sih, minum-minuman keras bisa bikin efek hangat sama badan kita, tapi juga bikin kita gak sadar diri. Kelamaan gak sadar, tau-tau udah di surga kan gak lucu juga.Hipotermia biasanya komplikasi juga sama dehidrasi, jadi ada bagusnya juga kasih minum air gula anget atau oralit, yang penting dijaga tetep anget biar gak kehilangan cairan tubuh. Soalnya begitu kena hipotermia, cairan tubuh pasti bakal berkurang secara otomatis buat menghangatkan tubuh kita sendiri.

4. Juga makan-makanan yang bener. Duh, kebanyakan pendaki (termasuk gue) demenannya bawa mie instan sik kalo manjat. Hmm, mulai sekarang selain bawa mie instan kalau bisa beli nasi jadi juga yak. Biar ada energi ekstra dan menjaga kalori tubuh. Nugget juga gampang kok dibawa. Sop-sopan juga gampang. Bisa lah ditambah menu makanannya buat manjat.
5. Istirahat yang cukup. Kalau udah capek banget bergerak, berhenti aja dulu. Tapi tetep, usahakan cari tempat yang kering itu tadi yak.
6. Kalau udah hypo yang mayan parah, jangan lupa peperin minyak kayu putih yak. Minyak kayu putih. Atau minyak gandapura (tambahan dari abang nauvel via twitter). Jangan balsem, pengalaman gue, kalau dipeperin balsem malah jadi dingin, katanya balsem itu mengandung menthol.7. Penanganan paling efektif adalah kasih panas secara langsung. Bukan, bukan dengan disirim air panas. Bisa melepuh badan orang dong. Udah macem KDRT ntar. Tapi, bisa ngompres langsung pake botol atau kompres air panas di sekitar ketek, perut, dada, dan selangkangan.

8. Kalau udah sampe parah banget, bugilin anaknya. Iya, bugilin. Dan kamu juga harus bugil. Lah? Kok bisa?
Soalnya, itu satu-satunya cara buat mentransfer panas tubuh kamu ke temen kamu yang hypo. Jadi, temen kamu yang udah bugil itu dimasukin ke sleeping bag dan kamu juga harus masuk di dalamnya. Peluk dia sampe badannya jadi hangat.
Kalau udah keterlaluan hyponya, mau gak mau harus posisi sandwich. Maksudnya, yang bugil tiga orang. Jadi si temen kamu yang hypo ini, harus ada ditengah-tengah kamu dan temen kamu yang lainnya. Biar makin cepet transfer panasnya.
Ih, tapi kan. Tapi kan….
Gak ada tapi-tapian, ketimbang temen kamu lewat!
Pencegahan Hipotermia
 
Sedia payung sebelum hujan itu selalu berlaku dalam kondisi apapun. Pencegahan emang selalu lebih baik ketimbang mengobati. Obat biayanya lebih mahal, cyin!
1. Karena udah sadar lagi mau manjat gunung, bawa perlengkapan yang super komplit! Apa aja? Paling penting adalah, bawa baju ganti yang memadai, apalagi pas manjat di musim hujan.
2. Bergerak bareng-bareng dalam tim. Jadi kalau ada apa-apa bisa langsung ketauan.
3. Aklimatisasi (penyesuaian tubuh terhadap lingkungan), caranya ini yang gue masih agak gaib. Biasanya tubuh kita sendiri yang paling tau pas kita udah mulai kedinginan kita harus gimana, pas kepanasan, kita harus gimana.Cara Aklimatisasi >> Di gunung ada desa terakhirnya kan? Percayalah kalau di gunung pasti ada desa terakhir (maksa), Nah pendaki wajib kalo bisa, nginep sini semalam. Sehari semalam juga boleh. Apalagi mandi pakai air di desa terakhir. Tubuh langsung adaptasi sama cuaca. Kalau pendaki indonesia mau menggunung ke Himalaya, cari tahu info desa terakhir di Himalaya itu ketinggian berapa? Kalau lalu simulasi dulu nginep di ketinggian segitu. Contoh kalau ke Aconcagua nginepnya di Arjuna-welirang. 3-7 hari.

4. Jaga kondisi tubuh segimana pun caranya biar tetep kering dan anget. Dikit-dikit peluk pacar atau gebetan kalau perlu. Tapi harus main cantik, biar gak digebuk sama jomblo-jomblo di luar sana (termasuk gue)
4. Posisi tidur di tenda
Inget ya, dingin itu nyerang pertama kali ke titik-titik berikut ini: telapak tangan, punggung, telapak kaki, kuping, dan leher, pastikan ketutup rapet. Pake kaos kaki tebel, sarung tangan, kupluk, jaket, sleeping bag, sarung, apa aja yang bisa bikin anget pas waktu tidur.
Bisa juga sama tidur empet-empetan, peluk-pelukan, atau tindih-tindihan (yakali), cara ini ampuh lho biar gak dingin. Asal jangan pake modus aja. Ngahahhaa. empet-empetan atau peluk-pelukan sama temen, kita bisa ngerasain hangat yang keluar dari dalam tubuh kita. Biasa dipake kok sama kalangan pendaki, apalagi kalo kondisinya lagi dingin-dinginnya. Sante aja, kan bobonya pakai sleeping bag dan juga jaket tebel.
Jangan lupa liat sistem udara di tenda, kalau tendanya kayak tenda gue yang ada bolongannya di pinggir-pinggir ya, mau gak mau ditutupin. Jangan lupa juga bikin saluran air di sekitar tenda sebelum tidur, biar gak tergenang air pas ujan deres.
Mungkin segitu aja dari gue mengenai hipotermia. Kalau tiba-tiba ada sesepuh yang lebih ngerti tentang hal ini kebetulan mampir kemari, boleh dong ditambahin kalau ada kekurangan dan kesilapan.
Inget, harus tetap sehat. Tetap enerjik. Dan tetep kering supaya bisa naik gunung lagi!
Naik gunung seru kok! Serius deh! Asal peralatan lengkap, tetap positif, dan persiapan prima! Oiya, jangan lupa juga pengetahuan survival di gunung dikit-dikit serta latihan fisik sebelum manjat. Penting banget pokoknya!#G4D4Adventure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s