Sehatkah Air di Ranu Kumbolo (Semeru)??

IMG_1463.JPG

p1100266.jpg

P E N T I N G  B U A T  P A R A  P E N D A K I
Jalur pendakian ke Gunung Semeru yang resmi dan wajib dipatuhi oleh semua pendaki adalah : Ranupani – Ranu Kumbolo – Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang – Blok Jambangan – Kalimati pergi – pulang. Semua pendaki DILARANG KERAS untuk mendaki DI LUAR JALUR PENDAKIAN YANG RESMI tersebut.

Kalaupun ada jalur pendakian yang lainnya, itu adalah JALUR KHUSUS UNTUK EVAKUASI TIM SAR TNBTS dengan TIM SAR LAINNYA.

Lamanya perjalanan pendakian Gunung Semeru adalah :

1. Ranupani – Ranu Kumbolo akan memakan waktu  5 jam perjalanan normal.
2. Ranu Kumbolo – Puncak Tanjakan Cinta memakan waktu 15–60 menit.
3. Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang memakan waktu 30–60 menit.
4. Cemoro Kandang – Kalimati memakan waktu 1 – 2 jam perjalanan.

Estimasi waktu tersebut bisa bertambah, tergantung Selfie selama perjalanannya..
😀

img_8201

foto 1

img_8066

img_1839img_3362img_1875img_3476img_1924

 

img_8172

 

 

Penting untuk diketahui :

1. Dalam perjalanan pulang dari Kalimati hingga Ranupani, anda harus membawa air minum yg cukup (jangan terlalu sedikit), karena anda akan merasa selalu haus sekali..

IMG_8536.JPG

 

2. Kalau anda kekurangan atau kehabisan air, sebaiknya anda mengambil dan menambah persediaan air minum anda di mata air SUMBER MANI (antara Kalimati dengan Blok Jambangan). Air dari Sumber Mani tidak perlu dimasak dahulu, karena airnya sangat bersih dan belum tercemar, jadi bisa langsung diminum.

IMG_3381.JPG
3. Untuk saat ini tidak disarankan untuk meminum air dari Ranu Kumbolo langsung tanpa dimasak dahulu, karena khawatir airnya sudah tercemar oleh kegiatan pendakian massal yang merusak lingkungan di tahun 2012 kemarin.

Dalam perkembangannya ranu kumbolo semakin memprihatinkan. Konon ranu kumbolo bagaikan surganya pendaki mahameru, namun sekarang sudah tak lagi. Sepanjang perjalanan dari ranu pane sampai ranu kumbolo pasti kita menemukan banyak sampah, contohnya botol plastik, bungkus permen, tissue, putung rokok, dll. Paling ironis di sekitar danau ranu kumbolo banyak sekali ditemukan botol-botol plastik, tissue, dan tak kalah juga kotoran manusia. Salah melangkah dapat menimbulkan malapetaka bagi yang menginjaknya.

img_8082img_8083img_8087img_8089img_8091img_8100

IMG_1730.JPG

IMG_8008.JPG

Kalaupun mengambil air buat konsumsi, kita harus menjauh dari area perkemahan, dikarenakan air danau yang sudah mulai tercemar. mengelilingi danau kita harus hati-hati, jangan sampai keluar jalur, karena banyak ranjau (kotoran manusia) yang mengancam.

Di sekeliling danau malah banyak tissue-tisue bekas  buang air kecil atau buang air besar, dan bahkan banyak kotoran manusia juga.

Miris bukan jika melihat mereka yg SEENAKNYA mendirikan tenda di pinggir danau, memasak, gosok gigi, mandi, cuci piring, cuci baju, bahkan berwudhu..
Kenapa tidak dihiraukan himbauan dan wejangan para petugas & saver sebelum mereka berangkat (Briefing di Ranupani). Itulah kenapa saya sarankan untuk memasak terlebih dahulu Air danau sebelum kalian mengkonsumsinya..
Lakukan segala aktivitas yg mengancam kebersihan air danau (Minimal 5-10 meter dari tepian danau)

Timbun atau buatkan lobang untuk air yg telah kalian gunakan & terkontaminasi (gosok gigi, mandi, cuci piring, cuci baju, bahkan berwudhu) tersebut agar tidak langsung bercampur dengan air bersih di Ranu Kumbolo..

 

img_8006

Menurut Parnginoto jangke sanimbela sebutan terkenalnya pak ingot Petugas pengelola TNBTS “kebanyakan pengunjung mahameru bukan pecinta alam hanya ikut-ikutan, dan juga karena dampak film, rata-rata tidak betanggung jawab untuk alam. Dari pihak Taman Nasional pun tidak bosan-bosannya mengingatkan sampah harus dibawa turun”.

Air danau Kumbolo mungkin kelihatan tampak bersih. Tetapi jika dilihat lebih dekat, saat tanah danau sedikit ditekan dan airnya mulai beriak, maka minyak-minyak itu akan tampak jelas. Air yang berminyak tersebut merupakan salah satu indikator telah terjadi pencemaran air. Pencemaran air dapat diakibatkan karena seseorang mencuci langsung di danau sehingga air bekas cucian bercampur dengan air danau, melakukan aktifitas mandi (shampoan, gosok gigi, pakai sabun,dll.), dan membuang sampah plastik ke danau.

Memang, kebanyakan sampah botol dan bungkus plastik tidak dibuang sembarangan, tetapi bekas sobekan kecil plastik jajan, plastik segel botol dan sobekan plastik kecil yang lain sering tidak diindahkan, berserakan ditanah. Sampah tisu memang bisa terdegradasi tetapi kandungan klorine didalamnya juga berbahaya bagi lingkungan.

Sebenarnya pengelola TNBTS telah melarang aktifitas yang berpotensi mengotori danau dan kawasan sekitarnya. Dan diwajibkan bagi siapa pun untuk membawa turun kembali sampah sisa bungkus makanan yang mereka bawa. Meskipun begitu, masih sering dijumpai pendaki yang melakukan kebodohan tersebut.

Kebodohan pendaki tersebut akan merugikan ekosistem hayati lingkungan sekitar. Untuk itu, setiap pendaki, siapa pun yang berniat mendaki, selain harus memiliki fisik, mental, dan persiapan yang matang juga harus dibekali wawasan terhadap lingkungan. Agar turut serta menjaga kelestarian alam. Jika ditemukan ada seseorang melakukan hal seperti itu, tugas kita untuk mengingatkan. Jika ditemukan sampah berserakan, tugas kita untuk mengambilnya.

Animo masyarakat yang tinggi untuk berbondong-bondong mendaki gunung Semeru tentunya bagus meningkatkan potensi dan kesejahateraan masyarakat sekitar Gunung Semeru. Namun, pihak pengelola Kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus juga memperketat pengawasan terhadap keselamatan pendaki dan Lingkungan. Terbukti, Ranu Kumbolo mulai tercemar.

Anda termasuk pendaki yg seperti apa guys?? yang seenaknya saja atau yang masih mau menghargai Alam dan pendaki lainnya?

IMG_3392.JPG

* Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Segala macam bentuk Vandalisme..

Jangan pernah mengambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap diam pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati keindahan Gunung dan Tanah-tanah tinggi di Indonesia..

IMG_20150215_102341Photos by :

Yusi Ariyanti, Triyono F, Tantri S, Muchsin, & Fajar Achmadi

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-

Advertisements

Aku, Kamu dan Mahameru part 2

Sejuk pandang matamu, manis senyumu..
Membuat Kalimati yg tadinya dingin menjadi Hangat..
Setiap kuinggat terik siang di Cemoro kandang, datanglah gelisah rindu yg menyiksa diri.
Yaaa..
Aku sadar jatuh hati pada sweeperku di pendakian ala Open trip kala itu..
Indahnya mayapada ingin aku arungi hanya bersamamu..
Karna kusadar hanya senyummu yang mampu membuatku malu..
Hanya rayuanmu yang mampu membuatku tersipu hingga pipi ini memerah..
Cintaku suci hanya untukmu, sesuci tirta Ranukumbolo dan Sumbermani yg pernah kita teguk bersama..
Tingginya harapku bersanding denganmu seperti tingginya Mahameru yang menjulang di langit biru..
“Kini Tak bosan kau katakan cinta, kau katakan rindu bila tak bertemu..”
Terima kasih Mahameru!

Sweeperku, Calon Suamiku

Agak geli juga kalo diingat-ingat.. Tapi inilah kenyataan yang aku dapat dari pendakian ala Open trip kemarin.. Selama 4 Hari 3 Malam aku ditemani seorang Sweeper dan juga teman serombongan asal balikpapan saat itu. Start dari Stasiun Kota Malang, berlanjut ke Tumpang untuk oper Jeep dan kemudian ke Ranupani tak ada sesuatu yang menarik!!

Img_456141Img_456138Img_456139

Img_456124

Hingga akhirnya tepat pukul 16.20 kami yg memulai berjalan dari Ranupani menuju Ranukumbolo mulai larut dalam suasana hangat kekeluargaan ditengah dinginnya jalur..

Step by step, derap kaki terus melangkah.. Tanjakan, Jurang yang dalam, embun dari kabut yang mulai turun serta hembus angin senja menemani perjalanan kami menuju ranukumbolo saat itu..

Damn!! Dislocation!!

Baru 120 menit kami berjalan.. Pos 1 menjadi saksi ketidak berdayaanku saat itu.. Kakiku terkilir!!

“Mana Sudah tasmu aku bawakan, kamu bawa yang enteng aja..” Logat khas Tanah Borneo itu masih teringat jelas..
Tawaran sweeper hebatku.. Terbayang seperti tawaran ngajak nikah waktu itu.. hahahahahaha..

Alhamdulillah aku masih bisa melanjutkan perjalanan menuju Ranukumbolo, meski memang kami datang terlambat disana.. 😀

Img_456133Img_456134

Hari pertama, hari kedua, kami lewati penuh cita.. kaki yg sakit seakaan tidak jadi masalah buatku.. tak menjadikanku patah semangat untuk menuju Cemorokandang, Jambangan dan Kalimati..

Riuh tetangga tenda ditemani kabut setelah hujan sore tadi menyambut, kutengok arloji yang sudah menunjukkan pukul 23.00. Inilah malam penentuan untuk menuju MAHAMERU.. Dilema menerpaku kala itu.. Ingin rasanya aku ikut ke atas sana, menemani dan selalu dekat dengan sweeperku..  bercerita hal yang tak penting di jalur.. hehehehe 😀

KAKIKUUUUU.. Tak mungkin juga aku paksakan untuk melangkah menuju 3676 mdlp dengan tanjakan serta kemiringan tanahnya yang semakin memperparah keadaanku.

Aku tak mau menyusahkan teman-temanku, aku juga tak mau cuma gara-gara aku mereka gagal untuk yang kedua kalinya mencapai puncak MAHAMERU!!

Img_456128Img_456136

Setelah membantu teman setenda, menyiapkan sarapan malam untuk mereka menuju puncak, akhirnya mereka berangkat juga menuju MAHAMERU.. Sedih memang tak bisa ikut mereka ke tanah tertinggi itu.. Next time (Mantap kusebut itu dalam hati)!!

foto 2

Cahaya mentari pagi sudah tembus ke tenda, mata ini mulai terbuka.. kumulai pagi ini dengan memasak dan bercanda dengan dua orang teman sependakian yang memang sengaja tidak ikut ke puncak.. Alih-alih menyiapkan makanan untuk mereka yang turun dari puncak, tapi kenapa kok seperti ada rasa khawatir yang berlebih.. Sampe jam 11.30 mereka kok belum turun..  Ada apa dengan mereka?? bagaimana dengan Sweeperku??

Kalo dia kenapa-kenapa ntar aku jalan turunnya ma siapa?? siap yang nemenin aku ngobrol di jalur?? siapa yang ambilin minum ama coklat stik dikeril?? 😦

Apaan sih.. pikiranku kok jadi parno gini..

Img_456130Img_456135Img_456131

Alhamdulilah.. Samar-samar akhirnya mereka terlihat juga dari balik rimbunan Bunga Senduro. Kawan-kawanku terlihat kelelahan.. Tanpa basi-basa lagi, kusuguhkan minum dan makan yg sudah aku persiapkan sebelumnya..

Seneng bingit liat mereka lahap (antara laper ato doyan)..

Meski tak jarang mereka menggodaku dengan foto-foto mereka di puncak.. foto kebanggan mereka.. Bikin Mupeng sih..

Tapi next time!! next time aku pasti bisa berdiri disana!!
Hari itu sebenarnya jadwal kami turun menuju ranukumbolo ialah pukul 13.00

Berhubung keterlambatan dan energi kawan-kawan yang sudah terkuras, akhirnya diputuskan bersama untuk camp lagi di Kalimati semalam..

Img_456143

Yeyeyeyeye… lalalalalala.. DUA Malam di Kalimati.. bahagianya aku.. 😀

Bikin Kopi ama coklat panas, Makan malam bersama, suap-suapan, inilah indahnya Open trip!

Saling bertukar cerita yang gak penting, saling ledek ala penggiat alam bercampur dan membuat suasana menjadi hangat dalam dingin kalimati saat itu.

ac11098ec3bfdedd8f49b25c73629009foto 1foto 3

Keesokan harinya kami turun menuju Ranukumbolo, tak ada halangan berarti saat kami turun.. bahkan kami sempat bertemu dengan pendaki unik di tengak jalur Cemoro Kandang menuju Jambangan.. Pendaki dengan kostum serba pink.. bergambar tokoh kartun “Hello Kitty” Suatu suguhan yang memanjakan mata.. hahahahha..

foto 11

Sedih memang berpisah dengan mereka setelah pendakian ini.. aku harus kembali ke Denpasar saat itu, mereka pula kembali ke kota mereka.. Surabaya, Jakarta, Malang dan Balikpapan..

Meski setelah Open trip aku dan kawan-kawan serta Sweeperku masih berkomunikasi, tapi masih saja aku rindu dengan suasana saat kami berada di  MAHAMERU. Hampir tiap malam obrolan kami berlanjut di grup WA yang kami buat setelah trip selesai.. Kami masih sering menceritakan keseruan perjalanan kemarin & sekedaer basa-basi atas keseharian kami masing-masing..
Kami seperti dipersatukan dalam satu ikatan yang dengan bangga aku sebut KELUARGA..Bahkan tak jarang Sweeperku juga masih berkomunikasi denganku via Japri..

Bagaimana kelanjutan kisah kita berdua.. Ada yang penasaran nih sepertinya?? Bentaran ya.. aku nguncir rambut Annabelle’ku dulu.. hehehehehe.. 😀

Img_456140Img_456137

Alhamdulillah tepat Hari Kamis 16 Juni pukul 20.16 WITA / 19.16 WIB kami resmi Pacaran..

Tak sengaja pula kami dapet angka unik 20.16-16-06-2016 semoga kedepannya sang sweeper bersama keluarga segera nyebrang laut untuk maminangku.. hihihihihihi..
Amin..

Percayalah.. Tak ada hal yang mustahil, meskipun gagal dalam pencapain puncak.. Tapi aku mendapat ganti yg lebih Indah..

Terima Kasih Tuhan..

Terima Kasih Mahameru..

Terima Kasih Teman-teman..

Terima Kasih G4d4 Adventure!!

*BigHug

Img_456129

Img_456132

*) Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati indahnya Indonesia kelak..

IMG_20150215_102341Photos by : Fajar Achmadi, hendra Dopo, Tantri Septiani

#G4D4Adventure

#SalamLestari

-TS-

Aku, Kamu dan Mahameru part 1

Alam memang diciptakan oleh Tuhan untuk kita pergunakan dengan sebaik-baiknya, apalagi menjaganya sangat wajib sekali buat kita yang merasa sebagai makhluk yang numpang dibumi yang indah ini. Ibaratkan kalau kamu numpang dirumah orang lain terus ngerusak barang-barang yang ada dirumah orang itu. Apa kamu gak ngerasa malu numpang gitu?? harusnya bantuin beresin rumah ke, cuci piring ke, lap genteng pun juga boleh dicoba kalau emang kotor dan si pemilik menggijinkan.

Tapi ini malah merusak fasilitas yang ada dirumah orang itu, yang udah baik memberikan tumpangan. Gak mungkin kan kamu punya pikiran yang serendah itu? Gak punya malu banget kalau ada orang yang kaya gitu.!!

Yah ibaratkan begitulah BUMI, kita sebagai manusia udah numpang di bumi Tuhan yang isinya banyak beranekaragam makhluk hidup yang bisa kita manfaatkan. Tapi masih banyak orang gila yang malah merusak sebagian dari muka bumi ini. Hanya untuk kesenangan semata, yang aku kira hanya sementara..
Tapi tak jarang juga ada beberapa orang yang melestarikan alam ini dibalik merajalelanya perusakan alam di dunia ini. Apalagi banyak pecinta-pecinta alam yang sering mendaki gunung untuk sekedar menanam sebatang pohon agar tumbuh dipegunungan, selain mereka sengaja mendaki gunung untuk melihat keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Saya sendiri sudah suka mendaki gunung sejak duduk di bangku SMA, beberapa trek gunung sudah saya lalui. Namun akhirnya vacuum cukup lama dalam dunia pendakian..
Suatu hari terlintas keinginanku kembali menuju atap-atap Bumi, rasanya ingin kembali melihat lautan awan, serta menikmati sejuknya dan bersihnya udara di gunung.
MAHAMERU menjadi gunung pilihanku saat itu, selain karena Puncak tertinggi di Tanah Jawa, Mahameru yg begitu Famous (bukan korban film 5cm), disebut-sebut sebagai Puncak Para Dewa.

Jujur saja saya termasuk orang yang tidak suka diatur ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat. Saya juga tipe orang yang tidak suka menunggu-nunggu seseorang yang serba lambat dalam mengerjakan segala sesuatu. Lebih baik bagi saya untuk pergi seorang diri, tidak terikat dengan orang lain, dan bisa mendapatkan momen-momen terbaik yang bisa saya abadikan di memori handphone ketika traveling.

foto 8

Oleh karena itu setiap ada teman yang mengajak untuk ikut open trip, dengan tegas saya langsung menolaknya. Walaupun harga dari open trip terkadang menggiurkan dan menggoda iman serta tempat yang dijadikan destinasi cukup menarik, tetap saja saya dengan lantang menolaknya.

Namun akhirnya, karena saking banyaknya ajakan teman-teman supaya ikut dan bergabung dengan mereka membuat hati saya goyah. Open trip yang pertama kali saya ikuti adalah perjalanan ke Mahameru. Perlahan tapi pasti semua perlengkapan telah siap, tiket perjalanan juga sudah ditangan.

Siapa sangka, dan tak seperti ekpekstasi awal,  Open trip ternyata cukup menyenangkan!

1. Harga yang bersahabat

foto 3(1)

Sebenarnya inilah yang dicari pejalan zaman sekarang. Tidak hanya tempat eksotik yang dikunjungi, tetapi juga tentang harga bersahabat. Selain itu, mengikuti  Open trip dapat membuat kita berhemat dalam waktu, transportasi, dan penginapan. Ibarat kata sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui.

Bayangkan, hanya dengan uang sebesar 650.000 rupiah sudah termasuk makan, transport, alat pendakian dan memasak, asuransi, dan surat perizinan untuk mendaki ke Semeru!

Selain itu kemudahan dari open trip adalah, kita bisa bebas menentukan paket yang kita mau. Tentunya harga paket yang murah dan mahal akan berbeda dari segi pelayanan dan kenikmatan traveling.

2. Bertemu teman baru

4e98277d3514021601d8d038aea2919aeb4c4efd69e63ecb2076177679de1136(1)Img_456136

Img_456139.JPG

Melakukan perjalanan dengan orang yang belum kita kenal terkadang terasa canggung. Itulah yang saya alami ketika pertama kali mengikuti open trip. Seperti biasa orang yang ikut open trip pasti akan selalu bersama dengan teman satu timnya, termasuk saya.

Tapi apa gunanya bila kita pergi bersama tidak bersosialisasi dengan orang baru? Itulah poin saya. Hanya bermodalkan tongsis dan kamera serta senyuman yang ramah, saya mencoba mendekati mereka untuk mengobrol.

Siapa sangka dari foto selfie bareng suasana yang tadinya dingin menjadi ramai? Berkenalan dengan orang baru tentunya membantu kita untuk menambah teman, koneksi bisnis, atau mungkin jodoh.

3. Belajar sabar kepada orang lain

a00862ca3d201c1b7e9cc4c3e320b6426034fb9e7ad30651e8c9f2eb38af585e

Pergi dengan banyak orang yang memiliki perbedaan sifat dengan kita mungkin tidak mengenakkan. Bayangkan ketika semua sudah siap berangkat, kita harus menunggu seseorang yang belum siap dengan perlengkapannya atau harus sabar menunggu antrian untuk masuk kamar mandi atau mungkin sekadar mengantri untuk mengambil makan malam.

Ketika ikut open trip, kita belajar menekan ego kita masing-masing. Berhubung kita pergi bersama dengan orang banyak, alangkah baiknya untuk saling mengingatkan antar teman ketika ada yang terlambat. Dengan saling mengingatkan tentunya perjalanan akan berjalan lancar dan akan lebih menyenangkan bukan?

4. Melatih kedisiplinan

Img_456144.JPG

Mengikuti open trip berarti kita mengikuti jadwal yang sudah diberikan oleh pihak penyelenggara tur. Dalam sebuah open trip, jadwal yang diberikan biasanya cukup padat. Maklum kita akan mengunjungi beberapa tempat dalam waktu yang singkat.

Eh ada yang pasang alarm nggak? Kalo nggak ada biar saya yang pasang,” kata teman setenda saat itu.

Awas jangan telat bangun lho! Nanti ditinggal!” seru yang lain.

Memang kita akan kelelahan mengikuti jadwal yang diberikan. Tapi anggap saja ini sebagai hadiah bagi kita dalam mengunjungi spot yang menarik. Jadi tidak usah mengeluh harus bangun di pagi buta untuk mengejar sunrise di gunung dengan medan yang cukup berat atau melihat sunrise di balik bukit dan danau yang bersamaan dengan turunnya kabut tipis. Yang pasti pengalaman ini akan jauh lebih berharga dari rasa lelah yang kamu rasakan setelah melihat pemandangan yang indah di tempat tersebut.

5. Semakin mengenal Indonesia

Img_456142

foto 21

foto 30foto 18

Disadari atau tidak, bertemu dengan teman baru yang berbeda  daerah akan membuat kita menemukan ide baru untuk mengadakan trip ke tempat lain. Itulah yang terjadi dengan saya dan teman-teman baru dalam rombongan open trip kala itu.

Bertemu dengan teman dari Jakarta, Surabaya, Malang dan Balikpapan, membuat kami berencana melakukan trip bersama kembali. Asyik bukan? Dari yang tidak kenal, menjadi kenal dan lebih akrab. Atau mungkin setelah mengikuti  Open trip, akan banyak referensi-referensi baru untuk dikunjungi..

Sebenarnya ada satu lagi point plus dari Open trip yang aku ikuti kali ini..

Penasaran??

-TS-

Jangan Pernah Lakukan Hal Ini Saat Mendaki Semeru

Semeru,,

Gunung yang selalu menarik minat para pendaki untuk mencoba menggapainya. Sebagai atap tertinggi di Pulau Jawa, Semeru selalu di banjiri ribuan pendaki setiap tahunnya. Sayangnya, karena kepopulerannya, banyak pendaki yang nekat ingin mencapai puncak tertinggi di tanah Jawa tersebut tanpa mengindahkan keselamatan mereka.

Sering bukan kita mendengar banyak pendaki yang hilang atau meninggal di Semeru? Nah, apakah kamu berniat mendaki Semeru yang melegenda tersebut? Apabila iya, sebaiknya jangan lakukan hal berikut ini demi keselamatanmu.

1. Jangan Percaya Pada Gambaran Pendakian Dalam Film 5 CM
Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini jadi pemantik meningkat drastisnya angka pendaki Semeru sejak tahun 2012. Menawarkan pemandangan Semeru yang penuh gambar langit biru juga lavender, pun dibumbui dengan cerita cinta dan persahabatan khas Indonesia membuat banyak penonton tersihir untuk turut merasakan pengalaman mendaki Semeru. Sayangnya, gambaran yang diberikan oleh film ini keliru!

Apa saja kesalahannya?
1. Pakai Jeans 

www.belantaraindonesia.org

Dalam film tersebut, pemain – pemainnya dengan santai mengenakan celana jeans sepanjang pendakian. Padahal, jeans adalah bahan yang sebisa mungkin dihindari oleh para pendaki. Selain berat, sifat dasar jeans yang tidak cepat kering jika terkena air juga bisa membahayakan keselamatan. Mengenakan pakaian yang basah selama pendakian bisa membuatmu kedinginan, bahkan membuatmu terkena hipotermia.

2. Langsung Ke Kalimati Tanpa Nge-Camp 

www.belantaraindonesia.org

Mengaku sebagai pendaki pemula, anehnya kelompok ini kuat sekali staminanya. Mereka langsung berjalan ke Kalimati dalam 1 hari, tanpa nge – camp dulu di Ranu Kumbolo. Rencana pendakian ini terlalu ambisius untuk pendaki pemula. Kalau menuruti rencana pendakian ala 5 CM bisa – bisa kakimu bengkak di tengah jalan.

3. Minta Air 1,5 L Di Kalimati Untuk Bekal Mendaki Sampai Puncak 

www.belantaraindonesia.org

Persediaan air yang mencukupi harusnya jadi perhatian setiap pendaki. Film 5 CM malah menujukkan sebaliknya. Mereka yang sudah digeber tenaganya untuk berjalan non – stop dari Ranu Pane ke Kalimati justru kehabisan air sebelum etape perjalanan terberat ke puncak dimulai. Hanya membawa 1,5 liter air (yang juga diminta dari sesama pendaki) untuk 6 orang adalah hal yang gila.

2. Sampai Ranu Pane Jangan Langsung Mendaki, Istirahatlah Dahulu Untuk Aklimatisasi Tubuh
Ranu Pane adalah titik awal bagi para pendaki yang ingin membawa kakinya menjejak tanah tertinggi Pulau Jawa. Di sini, kamu bisa mengisi perut dulu dengan hangatnya nasi rames atau Bakso Malang sebelum hanya makan makanan instan selama 5 hari ke depan. Di Ranu Pane kamu juga bisa beristirahat sejenak demi menyesuaikan kondisi tubuh dengan perubahan ketinggian yang drastis.

www.belantaraindonesia.org

Jangan terburu – buru mengangkat keril untuk kemudian mendaki. Duduk – duduk dulu di basecamp. Berikan tubuhmu waktu untuk mengalami aklimatisasi. Ini penting, sebab jika tidak, bisa – bisa tubuhmu kaget dan malah mengalami mountain sickness nantinya, Tentu kamu nggak mau ‘kan jadi beban untuk anggota tim lain sepanjang pendakian yang tidak ringan?

3. EKSPEDISI TIDAK RAMAH LINGKUNGAN

Melakukan ekspedisi seperti membuat jalur pendakian baru tanpa mengindahkan nilai – nilai konservasi. Semata hanya mencari sensasi, prestasi, dan atau keuntungan pribadi. Seenaknya membabat hutan, kemudian mengajak pendaki – pendaki baru untuk menggunakan jalur tersebut lalu mengkomersialkannya.

“INGAT! JANGAN PERNAH MENCOBA JALUR TIDAK RESMI “AYEK-AYEK” dan Jalur “PONCO KUSUMO” Jika NAMA ANDA TIDAK MAU MASUK DAFTAR BLACKLIST di Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)!! “

4. MENGADAKAN PENDAKIAN MASSAL NON KONSERVATIF

Membuat pendakian dengan peserta dalam jumlah besar tanpa berkonsep konservatif. Justru hanya memindahkan sampah pribadi dan kelompok ke gunung hingga kian memparah pencemaran dan pengrusakan gunung.

5. Usahakan Tidak Melakukan Pendakian Malam dari Ranu Pane Menuju Ranu Kumbolo

Jalur Pendakian dari Ranu Pani ditutup pukul 16.00 wib, jadi kalian yang tiba diranu pane diatas jam itu sudah dipastikan akan memulai pendakian besok paginya dan bermalam dulu disana..
Adapun yang start dari ranu pane jam 15.00 – 16.00 wib. sangat mungkin akan mendapati gelap malam ditengah jalur / track pendakian menuju ranu kumbolo..
ini dia yang saya takutkan.. Kebanyakan pendaki yang baru kesini mah cuman nekat doang, pokoknya naik, pokoknya sampe pokoknya asikk aja dah.. ditambah lagi mereka yg berangkat malam tanpa safety procedure yg memadai.. contohnya, headlamp atau senter yg masih patungan (padahal itu barang pribadi wajib), tidak dibarengi pemandu atau sweeper yang berpengalaman dan paham medan..
Hal ini sering saya jumpai pada mereka yang naik gunung berombongan, 10 hingga 30 orang lebih..
Mereka kerap salah membagi regu mereka sendiri.. Sweeper mereka juga kadang terlalu bosan untuk mendampingi pendaki yg berjalan paling akhir. Padahal disinilah peran utama Sweeper..
Sweeper menjadi orang terakhir yg mengawasi tim mereka yang ada didepan, siapa yg tertinggal, atau bahkan barang bawaan siapa yg terjatuh akan bisa diamankan oleh sweeper..
Kenapa saya bilang usahakan jangan naik malam hari??
ada beberapa alasan tentunya..

– Kalau kita nanjak malam waktu istirahat kita di Ranu kumbolo semakin tipis, padahal idealnya pagi hari setelah dari kumbolo kita masih harus menuju kalimati.. dan waktu yg tepat berada di kalimati itu antara pukul 12.00 – 16.00

Sehingga kita masih bisa mendirikan tenda, cari air di sumber mani dan masak untuk kebutuhan kita malam hari.. semakin banyak waktu kita istirahat di kalimati, bisa dipastikan kita akan sukses menuju Summit..
– Kita gak akan bisa menikmati perjalanan kita jika kita terjebak kegelapan ditengah jalur. Apasih tujuan yg kita cari dengan mendaki?? Apa hanya perjalanan malam hari yg gelap dan dingin doang? jika sudah terlalu gelap sudah dipastikan kita gak bisa nikmatin MP3 Alam dari burung2 di jalur pendakian, kita gak bisa nikmatin fauna yg jarang kita jumpai di kota..
– Trek sepanjang pos 2, watu rejeng, hingga pos 4 cukup rawan longsor, atau banyak jurang dan lobang-lobang yg bisa membuat kita terperosok.. Disinilah bahayanya..
– Jika kita bermain logika kita pasti bisa mengerti untung ruginya perjalanan malam. Saat masih cukup cahaya, mungkin yg bekerja keras saat kita mendaki itu hanya mata, bahu, kaki dan nafas kita.. Sedangkan jika gelap datang, mata, telingga, kaki, tangan, bahu, dan banyak organ lain kita yg bekerja keras dan berkonsentrasi penuh karena perjalanan malam hari..

– ini sebenarnya yang paling penting.. Masih inget pelajaran IPA waktu jaman SD nggak??
Tumbuhan bernafas dengan mengambil oksigen di siang hari, dan mengeluarkan Karbondioksida untuk siang hari.. Sedangkan untuk Malam hari, akan terbalik prosesnya..
jika kita memaksakan melakukan perjalanan malam hari, sudah dipastikan kita akan berlomba dengan ribuan tumbuhan yang ada di sepanjang jalur.
Selain suhu yang dingin, oksigen yang tipis juga lebih besar memicu kelelahan bahkan  mountain sickness,,dan itu sangat berbahaya!!

6. Jangan Memaksakan Diri Kalau Belum Yakin
Pengelola TNBTS sebenarnya sudah menetapkan batas terakhir pendakian yang diizinkan, yaitu Kalimati. Tapi banyak pendaki yang masih gatal ingin mencoba pendakian sampai Puncak Jonggring Saloka. Jika ini adalah pilihanmu, silahkan. Tapi kamu harus siap menanggung semua dampak dan akibat yang mungkin muncul.

www.belantaraindonesia.org

Jika memang merasa tidak yakin mampu, ya jangan paksakan dirimu. Pencapaian pendaki ‘kan bukan hanya berhasil sampai puncak. Justru pencapaian sebesar – besarnya adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat.

7. Jangan Malas Membuka Tenda
Perjalanan pendakian Semeru tidaklah ringan. Track terberat akan kamu jumpai dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, dari Arcopodo. Jalur pendakian yang berbatu dan berpasir bisa membuatmu kesulitan mengatur langkah. Jalan 5 langkah, merosot 3 langkah — begitu berturut – turut. Karena itu penting bagimu mempersiapkan tenaga untuk menghadapi etape pendakian paling menantang ini.

www.belantaraindonesia.org

Menghemat tenaga jadi kunci penting agar staminamu tidak habis sebelum waktunya. Di hari pertama, beristirahatlah dulu di Ranu Kumbolo. Buka tendamu, dan menginaplah semalam disana. Keesokan harinya kamu bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Kalimati. Istirahatlah dulu di Kalimati sebelum tengah malam nanti mulai berjalan ke Arcopodo, untuk kemudian menghadapi tanjakan berpasir Mahameru.

8. Makan Dahulu Sebelum Menuju Arcopodo
Perjalanan menuju Arcopodo biasanya dimulai pendaki pada tengah malam. Alasannya tentu agar bisa menikmati sunrise dari Puncak Jonggring Saloko dan bisa punya waktu lebih lama untuk menikmati keindahan dari tanah tertinggi di Pulau Jawa. Tapi ini juga yang kadang jadi masalah. Bangun tengah malam sering membuat kita malas mengisi perut — masih mengantuk kok suruh makan?

Padahal, makan amat penting agar kamu tak kelaparan saat trekking ke puncak. Jangan malas membuat minuman hangat dan mengganjal perutmu dengan roti sebelum mulai berjalan.

9. Jangan Bawa Carrier / Keril saat Menuju Puncak
Perjalanan ke Mahameru memang tidak didesain untuk membawa keril. Sudut kemiringan yang cukup ekstrem bisa membuatmu kehilangan keseimbangan kalau ngotot berjalan dengan keril 60 liter di punggung. Maka dari itu, tinggalkan kerilmu di dalam tenda saja di Kalimati. Kemas barang – barang secukupnya. Cukup bawa air 1,5 liter, cokelat, kurma, dan makanan lain yang bisa mengganjal perut sebagai bekal dalam daypack.

P1100347IMG-20140908-WA0015

10. Siapkan Head Lamp Untuk Trekking Menuju Puncak
Trek ke puncak Jonggring Saloko harus kamu lalui dalam keadaan gelap gulita. Beberapa pendaki memilih menggunakan senter sebagai alat penerangan, tapi beberapa diantaranya memilih mengenakan headlamp di kepalanya. Lebih baik gunakan headlamp sebagai alat bantu penerangan selama pendakian.

Kenapa? Trek pendakian yang mengarah ke atas akan lebih mudah diterangi dengan headlamp. Kamu tak perlu repot – repot mengangkat senter demi menyoroti jalur pendakian yang tak telihat. Tanganmu yang bebas dari kewajiban menggenggam senter bisa digunakan untuk meraih batang dan akar pohon yang masih bisa sesekali ditemui di trek Kalimati – Arcopodo.

11. Gunakan Masker Dan Kacamata Untuk Melindungi Dari Pasir
Trek menuju puncak Mahameru didominasi oleh pasir, kerikil, dan batu. Karena itu, penting bagimu mempersiapkan pengaman yang bisa membuatmu mendaki tanpa gangguan. Kacamata dan masker wajib hukumnya dipakai. Tanpa kedua barang ini, kamu harus repot mengucek mata dan menutup mulut agar bebas dari gangguan pasir.

Kalau kamu punya asma atau tak kuat pada pekatnya udara yang bercampur pasir, basahi dulu maskermu sebelum dipakai agar makin bisa menghalau debu.

P1100338
12. Gunakan Sepatu Gunung dan Gaitter Saat Menuju Puncak
Memakai sandal gunung memang tampak nyaman dan lebih ekonomis dari segi biaya. Tapi, sandal gunung tidak memenuhi standar keamanan untuk mendaki puncak Semeru. Kalau memang mau pakai sandal gunung, boleh….tapi hanya sampai di Kalimati saja. Setelahnya, wajib bagimu untuk mengenakan sepatu gunung.

Sepatu akan memberikanmu pijakan yang lebih solid di atas pasir dan bebatuan. Selain itu, penggunaan sepatu juga bisa memberimu pengalaman mendaki yang lebih nyaman. Kerikil dan batu tidak akan masuk ke sandal gunungmu dan membuatmu kesulitan berjalan. Kamu bisa fokus pada langkahmu, tak harus pusing memikirkan batu dan kerikil yang masuk ke alas kakimu tanpa diundang.

13. Silahkan Gunakan Trekking Pole
Penggunaan trekking pole ( tongkat yang didesain khusus untuk mendaki ) bisa membantumu dalam pendakian. Trek puncak Mahameru sama sekali tidak memiliki vegetasi yang bisa kamu jadikan pegangan. Penggunaan trekking pole bisa jadi alternatif agar kamu tak harus susah payah mempertahankan pijakan di tengah trek pasir yang licin.

Kalau enggan mengeluarkan uang untuk beli gear mendaki yang baru, kamu juga bisa menggunakan kayu sebagai trekking pole yang dibikin sendiri.

14. Jangan Main Seluncuran Pasir Saat Turun
Turun dari Puncak Mahameru memang memberikan sensasi tersendiri. Trek pasir yang curam terkadang justru dimanfaatkan para pendaki untuk main seluncuran. Proses mendaki yang tidak ringan memang perlu dirayakan keberhasilannya. Tapi, jangan terlalu asyik berseluncur di pasir tanpa memperhatikan titik tempatmu harus turun. Salah – salah kamu bisa tersesat ke Blank 75!

Blank 75 adalah adalah jurang yang berada di area kanan jalur turun ke Cemoro Tunggal. Terkadang, saking asyiknya berseluncur pendaki jadi kehilangan konsentrasi dan lupa memperhatikan lubang – lubang berbahaya di sekelilingnya. Ketika seorang pendaki masuk ke area ini, ia bisa kehilangan orientasi arah hingga akhirnya tersesat.

15. Jangan Berlama – lama Di Puncak
Konon, Jonggring Saloko baru mengeluarkan asap beracunnya di atas jam 9 atau 10 pagi. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya tidak ada waktu prediksi yang pasti kapan asap beracun dari kawah yang masih aktif ini bisa keluar. Maka dari itu, kamu yang sudah sampai Puncak Semeru tak usah berlama – lama di sana.

IMG-20140908-WA0013 P1100335


Setelah foto – foto dan menikmati pemandangan yang memang tak ada duanya, bergegaslah turun. Masih ada perjalanan pulang yang cukup panjang yang menanti. Kaki dan tubuhmu perlu sejenak diistirahatkan. Tenda, sleeping bag, dan perbekalan di Kalimati sudah menunggu.

Puncak Semeru memang magis dan selalu membuat rindu. Tapi, bukan cuma puncak-lah yang seharusnya jadi tujuan utamamu dalam mendaki. Puncak bukan segalanya, bisa pulang ke rumah dengan selamatlah yang jadi pencapaian pendaki yang sesungguhnya.

IMG_1938

* Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Vandalisme..

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita, biarkan mereka juga menikmati Kepingan Tanah Surga di Indonesia nantinya..

IMG_20150215_102341

Photos by : Anton Gamaliel, Fajar Achmadi #G4D4Adventure, Ucii #PinkHiker

#SalamLestari

-FA-

Kompor Mini Portable Superlight buatan Sendiri

Kompor menjadi peralatan yang wajib kamu bawa saat camping. Satu hal yang perlu langsung saya tekankan adalah, kompor portable berbahan bakar spirtus adalah yang terbaik dan cukup simpel untuk kamu bawa ke medan yang susah. Terutama  saat melakukan pendakian.

Namun, pernahkah terpikir untuk membuatnya sendiri? Tentunya dengan bahan-bahan sederhana yang mudah dijangkau, yaitu berbahan dasar kaleng minuman. Kaleng bekas yang menjadi sampah tersebut bisa kamu gunakan untuk menjadi bahan yang lebih berdaya guna.

Kamu bisa mengikuti tips membuat kompor portabel buatan tangan dari innamag berikut:

 

Langkah 1: Yang kamu butuhkan adalah 2 kaleng bekas Soft Drink, Spidol, Gunting atau Cutter / Pisau lipat, paku, Alkohol, dan Serat fiberglass.

Oh iya, satu catatan dari saya, “Anda boleh menggunakan kaleng dengan berbagai ukuran.. berbagai merk pula.. bisa itu ColaCoca, Tafan, Semprit, Ponari Sweet, ato bahkan Bir Banting”

 

Foto dari innamag

 

Langkah 2: Tandai kaleng pada bagian bawah. Untuk batas pemotongan kaleng dan untuk bagian yang akan dilubangi nanti. Lihat pada gambar.

h-2

 

Langkah 3: Potong bagian bawah kaleng usai ditandai, dan ambil bagian bawahnya. Satukan kedua potongan tersebut hingg saling menutup. Pada bagian dalam masukan fiberglass.

h-3

 

Langkah 4: Tuang alkohol ke dalam lubang sebagai bahan bakar.

h-4

 

Langkah 5: Kompor portabel ramah lingkungan siap menjadi teman perjalananmu untuk dibawa camping.

h-5

***

Jangan pernah meninggalkan Kompor buatan ini di Jalur pendakian atau tempat anda bertualang..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati Amazing Journey seperti yang kita lakukan.. Pastikan pula mereka menikmati keindahan Indonesia..

IMG_20150215_102341

Photos by : #G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-

Gadis ‘Penunggu’ Gunung Merbabu

Buat kalian para pecinta alam yang doyan mendaki gunung, ada kisah nyata mistis di salah satu pegunungan Indonesia.

Jadi gini ceritanya..
Kejadian ini menimpa salah satu pendaki di Gunung Merbabu yang ada di Jawa Tengah.

Pasti gak asing dong ama nama ini..
Disini menjadi pengalaman yang paling diingat ketika mendaki Gunung Merbabu. Dari kisah seorang pendaki, sebutlah Budi berangkat bersama 6 orang teman lainnya.

Budi yang yang saat itu hendak mendaki gunung Merbabu, sudah cukup sering mendaki gunung ini, jadi wajar kalau sudah mengenal beberapa medan pendakian.
sehingga sudah tidak begitu asing lagi dengan posisinya.

Budi memulai pendakian menggunakan jalur Kopeng Thekelan, mungkin karena Budi sudah biasa mendengar kejadian-kejadian mistis di pegunungan, itu sebabnya dia memilih jalur tersebut dan harus menghormati tempat yang akan dilewati.
Sebagai ‘tamu’ yang hendak mampir ke gunung penuh kisah mistis tersebut, sudah sewajarnya bersikap sopan dan tidak lancang. Tidak membuang sampah sembarangan atau jangan mengucap kata-kata kotor atau sumpah serapah dan lain-lainnya.

Saat itu, itu di dekat Pos 1, Budi hendak mengambil foto-foto, namun entah mengapa gerakan Budi jadi lambat dan menjauh dari rombongan teman-temannya. Setelah beberapa saat mengambil foto, Budi baru sadar bahwa dirinya sudah ditinggal cukup jauh dari temannya. Saat itu posisi Budi ada di Pereng Putih.

Dengan bergegas, Budi beranjak mengejar teman-temannya. Namun tak lama kemudian, di tengah jalan Budi bertemu seorang gadis yang menggunakan atribut lengkap Pecinta Alam seorang diri. Karena sama-sama sendirian dan anak tersebut berasal dari Pecinta Alam, mereka pun saling berkenalan.

*) Foto Hanya ilustrasi

*) Foto Hanya ilustrasi

Suatu kebetulan, ternyata gadis tersebut juga terpisah dari rombongan. Mereka pun melanjutkan perjalanan bersama-sama sambil mengobrol.

Nah,disinilah mulai terjadi keanehan. Walaupun sudah berjalan selama 4 jam, tetapi sepertinya belum juga mencapai posisi pos seperti biasanya. Padahal sebelumnya Budi sudah pernah datang empat kali di Jalur Tekhelan ini. Dari situlah akhirnya mereka memutuskan untuk menuju camp di tengah untuk beristirahat.

Budi tidur di luar tenda dengan menggunakan sleeping bag, sementara si gadis misterius tersebut tidur di dalam tenda. Subuhnya sang gadis membangunkan Budi untuk memberi tahu dia hendak melanjutkan perjalanannya lagi, sekaligus pamitan. Karena masih ngantuk, Budi pun hanya mengiyakan dan melanjutkan tidurnya di sleeping bag.

Barulah pada jam 8 pagi ketika terbangun, Budi merasa kaget. Ternyata posisinya berada di pinggir tebing (posisinya terletak 200 meter selatan dari Watugubuk). Namun Budi tak peduli dan bergegas membereskan tenda, kemudian melanjutkan perjalanannya.

Pada saat membereskan tenda, ternyata 5 meter dari posisinya ada barang sang gadis misterius. Mungkin saja bawaannya ketinggalan. Jadi Budi mengambil dengan harapan bisa ketemu di puncak dan mengembalikannya di sana.

Akhirnya Budi sampai ke puncak dan bertemu dengan rombongan teman-temannya. Ketika Budi menanyakan pendaki cewek ke teman-temannya, tidak ada satupun yang paham. Soalnya dari pagi hingga saat itu, tidak ada orang lain yang tiba di puncak selain mereka. Budi berpikir mungkin sang cewek menyerah dan langsung turun.

Karena tidak bisa mengembalikan carrier-nya, akhirnya Budi memutuskan untuk mengembalikannya ke alamat ibu gadis itu. Kebetulan ada alamat rumah Ibu di dalam tas tersebut yang terletak di Yogyakarta. Setelah sedikit perjuangan, Budi berhasil menemukan rumah sang Ibu. Dia pun menyampaikan tujuannya untuk mengembalikan tas. Tetapi anehnya sang Ibu malah menangis dan mengajak Budi ke halaman belakang. Disinilah Budi terkejut.

Di belakang rumah, berdiri sebuah nisan. Dan nisan itu tertera nama si gadis tersebut. Ternyata, gadis itu hilang di Gunung Merbabu dan tidak pernah ditemukan jasadnya. Kejadian si penutur terjadi di November 2012, sedangkan si gadis itu hilang pada tahun 2009.

Nah, buat kalian yang hendak mendaki gunung, pastikan untuk selalu menjaga sikap dan kata-kata ya. Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi..

* Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda mendaki, jagalah kebersihannya dan hindari segala macam bentuk Vandalisme..

p1100266.jpg

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati Paradays di Indonesia kelak..

IMG_20150215_102341

Photos by : Anton Gamaliel & Fajar Achmadi #G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA

Sehatkah Air Ranu Kumbolo??

IMG_20140831_10085272f5b-ranu2bkumbolo

 

P E N T I N G  B U A T  P A R A  P E N D A K I
Jalur pendakian ke Gunung Semeru yang resmi dan wajib dipatuhi oleh semua pendaki adalah : Ranupani – Ranu Kumbolo – Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang – Blok Jambangan – Kalimati pergi – pulang. Semua pendaki DILARANG KERAS untuk mendaki DI LUAR JALUR PENDAKIAN YANG RESMI tersebut. Kalaupun ada jalur pendakian yang lainnya, itu adalah JALUR KHUSUS UNTUK EVAKUASI TIM SAR TNBTS dengan TIM SAR LAINNYA.

Lamanya perjalanan pendakian Gunung Semeru adalah :

1. Ranupani – Ranu Kumbolo akan memakan waktu 3 – 5 jam perjalanan.
2. Ranu Kumbolo – Puncak Tanjakan Cinta memakan waktu 15 – 60 menit.
3. Puncak Tanjakan Cinta – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang memakan waktu 0,5 – 1 jam perjalanan.
4. Cemoro Kandang – Kalimati memakan waktu 1 – 2 jam perjalanan.

Penting untuk diketahui :

1. Dalam perjalanan pulang dari Kalimati hingga Ranupani, anda harus membawa air minum yg cukup (jangan terlalu sedikit), karena anda akan merasa selalu haus sekali..
2. Kalau anda kekurangan atau kehabisan air, sebaiknya anda mengambil dan menambah persediaan air minum anda di mata air SUMBER MANI (antara Kalimati dengan Blok Jambangan).

Air dari Sumber Mani tidak perlu dimasak dahulu, karena airnya sangat bersih dan belum tercemar, jadi bisa langsung diminum.
3. Untuk saat ini tidak disarankan untuk meminum air dari Ranu Kumbolo langsung tanpa dimasak dahulu, karena khawatir airnya sudah tercemar oleh kegiatan pendakian massal yang merusak lingkungan di tahun 2012 kemarin.

Dalam perkembangannya ranu kumbolo semakin memprihatinkan. Konon ranu kumbolo bagaikan surganya pendaki mahameru, namun sekarang sudah tak lagi. Sepanjang perjalanan dari ranu pane sampai ranu kumbolo pasti kita menemukan banyak sampah, contohnya botol plastik, bungkus permen, tissue, putung rokok, dll. Paling ironis di sekitar danau ranu kumbolo banyak sekali ditemukan botol-botol plastik, tissue, dan tak kalah juga kotoran manusia. Salah melangkah dapat menimbulkan malapetaka bagi yang menginjaknya.

Kalaupun mengambil air buat konsumsi, kita harus menjauh dari area perkemahan, dikarenakan air danau yang sudah mulai tercemar. mengelilingi danau kita harus hati-hati, jangan sampai keluar jalur, karena banyak ranjau (kotoran manusia) yang mengancam.

Di sekeliling danau malah banyak tissue-tisue bekas  buang air kecil atau buang air besar, dan banyak kotoran manusia juga.

Menurut Parnginoto jangke sanimbela sebutan terkenalnya pak ungot pengelola TNBTS “kebanyakan pengunjung mahameru bukan pecinta alam hanya ikut-ikutan, dan juga karena dampak film, rata-rata tidak betanggung jawab untuk alam. Dari pihak Taman Nasional pun tidak bosan-bosannya mengingatkan sampah harus dibawa turun”.

Air danau Kumbolo mungkin kelihatan tampak bersih. Tetapi jika dilihat lebih dekat, saat tanah danau sedikit ditekan dan airnya mulai beriak, maka minyak-minyak itu akan tampak jelas. Air yang berminyak tersebut merupakan salah satu indikator telah terjadi pencemaran air. Pencemaran air dapat diakibatkan karena seseorang mencuci langsung di danau sehingga air bekas cucian bercampur dengan air danau, melakukan aktifitas mandi (shampoan, gosok gigi, pakai sabun,dll.), dan membuang sampah plastik ke danau.

Memang, kebanyakan sampah botol dan bungkus plastik tidak dibuang sembarangan, tetapi bekas sobekan kecil plastik jajan, plastik segel botol dan sobekan plastik kecil yang lain sering tidak diindahkan, berserakan ditanah. Sampah tisu memang bisa terdegradasi tetapi kandungan klorine didalamnya juga berbahaya bagi lingkungan.

Sebenarnya pengelola TNBTS telah melarang aktifitas yang berpotensi mengotori danau dan kawasan sekitarnya. Dan diwajibkan bagi siapa pun untuk membawa turun kembali sampah sisa bungkus makanan yang mereka bawa. Meskipun begitu, masih sering dijumpai pendaki yang melakukan kebodohan tersebut.

Kebodohan pendaki tersebut akan merugikan ekosistem hayati lingkungan sekitar. Untuk itu, setiap pendaki, siapa pun yang berniat mendaki, selain harus memiliki fisik, mental, dan persiapan yang matang juga harus dibekali wawasan terhadap lingkungan. Agar turut serta menjaga kelestarian alam. Jika ditemukan ada seseorang melakukan hal seperti itu, tugas kita untuk mengingatkan. Jika ditemukan sampah berserakan, tugas kita untuk mengambilnya.

Animo masyarakat yang tinggi untuk berbondong-bondong mendaki gunung Semeru tentunya bagus meningkatkan potensi dan kesejahateraan masyarakat sekitar Gunung Semeru. Namun, pihak pengelola Kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) harus juga memperketat pengawasan terhadap keselamatan pendaki dan Lingkungan. Terbukti, Ranu Kumbolo mulai tercemar.

 

* Satu hal lagi yang Harus dan Wajib saya informasikan kepada kalian yang telah membaca tulisan saya ini..

Tetap Jaga Kelestarian tempat anda berwisata, jagalah kebersihannya dan hindari Vandalisme..

p1100266.jpg

Jangan pernah ambil atau merusak apapun di tempat ini..

Biarkan semua tetap pada tempatnya, dan mati karena usianya..

Jaga Semesta ini untuk cucu kita nanti, biarkan mereka juga menikmati Paradays di Indonesia kelak..

IMG_20150215_102341

Photos by : Anton Gamaliel & Fajar Achmadi #G4D4Adventure

#SalamLestari

-FA-